Recent Posts

Enzalutamide, Obat Oral Pertama Untuk Kanker Prostat yang Resisten

FDA telah menyetujui Aplikasi Obat Baru tambahan (sNDA) untuk enzalutamide (Xtandi) untuk pengobatan kanker prostat resisten non-metastasis (castration-resistant prostate cancer/CRPC), menurut siaran pers. Dengan indikasi baru ini, enzalutamide adalah obat oral pertama yang disetujui FDA baik untuk CRPC non metastatik dan metastasis. Persetujuan terbaru untuk enzalutamide, yang sebelumnya diberikan penunjukan …

Read More »

Obat Pertama dari Ganja Untuk Epilepsi Disetujui FDA

narkotika

Farmasetika.com – Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat telah menyetujui terapi baru dengan cannabidiol (CBD) untuk 2 bentuk epilepsi yang langka dan berat, menjadikannya obat yang disetujui FDA pertama yang mengandung zat obat yang dimurnikan yang berasal dari ganja, menurut siaran pers. Epidiolex (GW) adalah solusi obat oral yang …

Read More »

FDA Menyetujui Terapi Cacar Pertama untuk Memerangi Bioterorisme

farmasetika.com – Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat telah menyetujui obat baru tecovirimat (TPOXX, SIGA), obat pertama dengan indikasi untuk pengobatan cacar (Smallpox), untuk meningkatkan kesiapan dalam hal serangan bioteror. Meskipun telah diberantas pada tahun 1980 dengan upaya vaksinasi, ada kekhawatiran tentang virus yang digunakan sebagai senjata potensial dalam bioterorisme. …

Read More »

FDA Mengikuti Langkah 22 Negara Lainnya Menarik Produk Valsartan

valsartan

Farmasetika.com – Jumat, 13 Juli 2018, Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat mengumumkan penarikan kembali secara sukarela dari beberapa obat yang mengandung valsartan setelah seminggu sebelumnya obat tersebut ditarik kembali di 22 negara lain karena mengandung bahan kimia yang berpotensi menimbulkan risiko kanker. Tidak semua produk valsartan ditarik Tidak …

Read More »

Zat Pengotor NDMA di Produk Valsartan Bisa Ditemukan di Makanan yang Dipanggang/Diasap

sate-gosong

farmasetika.com – Beberapa hari yang lalu, valsartan ditarik dari peredaran di 22 negara termasuk di Indonesia karena obat ini diketahui mengandung zat pengotor (impurity). Senyawa impurity yang dimaksud adalah N-nitrosodimetilamin (NDMA), yang pada penggunaan jangka panjang berefek karsinogen. Badan Pengawas Obat dan Makanan kemarin (12/7/2018) memberitahukan bahwa 2 produk obat …

Read More »
Skip to toolbar