Home / Berita / Opini / Bijak Sikapi Informasi HOAKS Tentang Kosmetika
Kosmetik

Bijak Sikapi Informasi HOAKS Tentang Kosmetika

Farmasetika.com – Tampil cantik merupakan sebuah keinginan atau dambaan baik setiap orang termasuk generasi milenia ataur emaja. Akhir-akhir ini banyak dunia maya yang memunculkan beberapa informasi dan berita palsu atau sering disebut “HOAKS” oleh sebagian oknum-oknum yang curang dan tidak bertanggung jawab, seringkali memanfaatkan media sosial sebagai sarana informasi dan promosi tentang kosmetik yang sebagian besar belum diketahui oleh pengguna tersebut. Apakah barang tersebut layak digunakan atau tidak?

Perlu kehati-hatiandanpenuhketeliian yang harus dibijaki oleh para konsumen, karena tidak jarang banyak konsumen yang termakan oleh berita-berita hoaks dari media sosial salah satunya ialah informasi hoaks tentang kosmetika yang perlu disikapi.

Mendengar kata kosmetika, tidak wanita ataupun pria pastinya menggunakan kosmetika meskipun pemakaian kosmetika yang digunakan oleh para wanita lebih banyak jenisnya dibandingkan kosmetika yang dipakai oleh para pria. Kosmetik yang biasa digunakan pria hanya menggunakan kosmetik sejenis pembersih wajah, Deodorant, Minyak rambut, Parfum, Body lotion. Sementara banyak jenisnya yang sering digunakan oleh para kaum wanita antara lain seperti Bedak, Pelembab wajah, Lipstik, Pelembab bibir, Body lotion, Pembersih wajah, Krim wajah, Deodorant, Masker wajah dan Eye shadow

Produk-produk kosmetika tersebut meupakan salah satu produk kecantikan yang hampir setiap hari digunakan oleh masyarakat, sehingga banyak orang yang menawar-nawarkan serta menginformasikan bahkan mengedarkan produk kosmetik tersebut lewat media sosial.Terkadang banyak para oknum-oknum yang sengaja memberikan informasi sertamemperjualbelikan produk-produk kosmetika yang tidak sesuai dengan mutu aslinya atau hoaks.
Mereka sering menjual kosmetika yang mengandung bahan kimia berbahaya, kecenderungan ini menuntut mereka di kalangan masyarakat yang menggunakan kosmetika supaya cermat untuk memilih kosmetika yng diperlihatkan atau dipromosikan melalui media sosial tersebut.

Generasi milenia atau generasi muda pengguna kosmetika harus belajar menjadi konsumen yang cerdas, sehingga mereka harus dapat memilih produk-produk kosmetika yang aman untuk dipergunakan. Bagi konsumen generasi millennia harus waspada terhadap kosmetik yang mengklaim yang mampu memberikan efek instant, seperti memutihkan kulit dalam waktu singkat, mengencangkan kulit, dan bebas keriput pada permukaan kulit yang biasanya produk kosmetika tersebut banyak menggunakan bahan kimia berbahaya seperti hidrokinon, merkuri, asam retinoat, resorsinol, dan sering didominasi banyak mengandung pewarna merah, k3 dan k10 merkuri dan clindamisin.

Baca :  Badai Hoaks Kosmetik Bertebaran, Go Bijak No Reaktif!

Kosmetika tersebut merupakan sebuah produk yang sangat dekat sekali alam kehidupan masyarakat, sehingga kita harus benar-benar mengutamakan aspek-aspek dari produk kosmetika serta dampak yang akan terjadi. Maraknya sosial media pada saat ini yang digunakan sebagai peredaran produk online ilegal atau barang palsu yang terkadang akan membahayakan para konsumen. Masuknya produk-produk ilegal yang tanpa kita ketahui darimana asalnya dan apa saja yang terdapat didalamnya halal atau tidaknya, hal itulah yang wajib kita sikapi dan hadapi dengan penuh kewaspadaan dari promosi-promosi atau rayuan yang banyak disebarluaskan disosial media. Banyaknya fenomena hoaks yang sering muncul di media social harus benar-benar ditindaklanjuti karena itu merupakan salah satu infomasi yang tidak akurat, yang akan cenderung menyesatkan dan merugikan masyarakat pengguna kosmetika. Akibatnya akan fatal jika mereka terus menggunakan produk-produk kosmetika yang tidak terjamin mutunya.

Berita-berita hoaks yang muncul dimasyarakat, harus pintar kita cegah dengan cara diadakannya gerakan pengawasan terhadap BPOM untuk memberikan edukasi serta informasi-informasi pada masyarakat. Pengawasan ini merupakan salah satu kebijakan yang bisa kita lakukan serta mencermati atau kita dapat melaporkan kepihak yang berwajib apabila kita melihat kegiatan yang kurang memadai atau meresahkan masyarakat dan mencurigakan jika ada produk yang tampak berbahaya atau mutunya kurang baik dan meragukan, kita perlu melakukan penulurusan.
Kita dapat menyikapi dan harus segera menindaklanjuti dengan tujuan untuk mengurangi berita hoaks tersebut. Tim pengelola informasi dan dokumentasi agar singkron dan juga pro-aktif untuk melakukan atau menelusuri berbagai saluran komunikasi yang sering digunakan oleh masyarakat seperti facebook dan instagram.Hal tersebut dinilai sangat penting agar orang-orang yang menyebarkan informasi dapat segera diketahui dan ditindak lanjuti oleh pihak yang berwenang dan masyarakat agar lebih waspada mengenai hal yang telah dipromosikannya melalui media sosial tesebut yang dapat memicu daya tarik perhatian para konsumen.

Baca :  Gerresheimer Ciptakan Wadah Plastik Obat dan Kosmetik Dari Tebu

Cara yang dapat dilakukan masyarakat ketika hendak membeli produk kosmetik:
1. Melakukan pengecekan kemasan, cek izin edar, dan kadaluwarsanya
2. Cek keamanan apabila adakemasan yang sedikitcacatataumengalami kerusakan dibagian-bagian tertentu, sebaiknya batalkan pemesanannya atau pembelian produk kosmetik tersebut. Karena kemungkinan besar kemasan yang sudah rusak tersebut sudah terkontaminasi oleh manusia, baik disengaja atau tidak disengaja.
3. Cek izin edar kosmetik yang aman untuk digunakan dan selayaknya tidak berahaya untuk digunakan paa masyarakat. Kosmetik yang diedarkan harus mempunyai notifikasi atau telah didaftarkan di BPOM. Karena dengan peverifikasian dokumen tersebut akan mengetahui apakah produk tersebut aman digunakan. Jika layak digunakan maka BPOM akan mengeluarkan nomor izin edar yang demikian akan tertera pada kemasan produk kosmetik.
4. Cek kadarluarsa, jangan membeli produk kosmetika tersebut apabila telah melewati batas kadarluarsa. Hal ini akan memiliki pengurangan mutu dari sebelumnya.

Cara lain yang mudah dan harus diperhatikan melalui hal lain ialah memperhatikan label, penggunaan dan cara pengunaannya. Bacalah dengan teliti label yang telah tertera dalam kemasan serta perhatikan nama produk, nama pabrik, nama batch, dan nomor lot.

Jika ingin mengetahui apakah produk kosmetika tersebut banyak mengandung merkuri atau tidak jangan pernah melakukan cara dengan menggosokan bahan tersebut karena hal itu tidak direkomendasikan sebab jika bahan tersebut benar-benar mengandung merkuri maka hal itu sangat berbahaya yang bisa menyebabkan penyakit kanker dan penyakit lainnya yang akan merugikan si pengguna. Sebaiknya pemerintah segera memberikan sanksi jika mengetahui penyebar informasi hoaks, bisa dikenakan hukuman sesuai yang tercantumdalam UU IT.

Penulis : Arista Nur Anggraini (Siswi SMK Islam Bina Khalifah Bangsa-Lampung)

Juara III Lomba Artikel Populer tentang Kosmetika yang diselenggarakan oleh Balai Besar POM di Bandar Lampung yang diumumkan pada tanggal 1 Oktober 2018

Share this:
  • 32
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    32
    Shares

About farmasetika.com

Farmasetika.com merupakan situs yang berisi informasi farmasi terkini berbasis ilmiah dan praktis. Sign Up untuk bergabung di komunitas farmasetika.com. Download aplikasi Tapatalk, Caping, atau Baca di smartphone, Ikuti twitter, instagram dan facebook kami. Terimakasih telah ikut bersama memajukan bidang farmasi di Indonesia.

Check Also

pasien dokter

Apoteker dan Konsep Kolaborasi Interprofesionalitas Tenaga Kesehatan dalam Program JKN

Farmasetika.com – Kesehatan merupakan hak asasi warga negara dan salah satu unsur kesejahteraan umum yang …

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Skip to toolbar