Home / Sediaan & Alkes / Solid & Semisolid / TPOXX (Tecovirimat), Obat Antiviral Baru Untuk Terapi Cacar

TPOXX (Tecovirimat), Obat Antiviral Baru Untuk Terapi Cacar

Farmasetika.com – TPOXX, obat pengobatan antiviral molekul kecil, adalah terapi pertama yang secara khusus disetujui oleh FDA untuk penyakit cacar. Pada tanggal 1 Mei 2018, Komite Penasihat Obat Antimikroba FDA dengan suara bulat, 17 hingga 0, mengatakan bahwa manfaat TPOXX lebih besar daripada risikonya. FDA telah menyetujui kadaluarsa tujuh tahun untuk TPOXX.

Persetujuan FDA didasarkan pada 12 uji klinis oral TPOXX dari 700 sukarelawan manusia sehat, yang menunjukkan tidak ada efek samping serius yang terkait dengan obat. Selain itu, empat percobaan pada non-human primates (NHPs) dan dua percobaan pada kelinci menunjukkan bahwa TPOXX secara signifikan mengurangi baik mortalitas ataupun viral load pada NHP yang terinfeksi dengan virus monkeypox (MPXV) dan pada kelinci yang terinfeksi virus rabbitpox. Hasil penelitian ini diterbitkan pada 5 Juli 2018 dalam New England Journal of Medicine.

Apa itu TPOXX

TPOXX adalah obat untuk penyakit cacar. Cacar merupakan penyakit virus yang serius dan sangat menular yang akan menyebabkan demam, ruam dan bekas luka kulit yang mendalam dan bisa berlanjut sehingga mati. Pengobatan TPOXX diindikasikan dengan penyakit cacar manusia yang disebabkan oleh virus variola dalam pasien dewasa dan anak-anak dengan berat setidaknya 13 kg.

TPOXX (tecovirimat) adalah inhibitor dari protein amplop VP37 ortopoksvirus. TPOXX tersedia dalam kapsul rilis langsung yang mengandung tecovirimat monohidrat setara dengan 200 mg tecovirimat untuk pemberian oral. Kapsul dicetak dengan warna putih tinta dengan “SIGA” dan diikuti dengan logo SIGA . Tecovirimat monohidrat adalah kristal putih dengan nama kimia Benzamide, N – [(3aR, 4R, 4aR, 5aS, 6S, 6aS) -3,3a, 4,4a, 5,5a, 6,6a-octahydro-1,3-dioxo-4,6 ethenocycloprop [f] isoindol-2 (1H) -il] -4- (trifluoromethyl), rel- (monohidrat). Rumusnya adalah C19H15F3N2O3.H2O. Bobot molekul Tecovirimat monohidrat adalah 394,35 g/moL. Tecovirimat monohidrat secara praktis tidak larut dalam air dan di kisaran pH 2,0-6,5 (<0,1 mg / mL). Molekuler struktur Tecovirimat monohidrat adalah sebagai berikut.

Formulasi TPOXX

Bahan aktif yang terdapat dalam kapsul TPOXX adalah Tecovirimat sedangkan bahan eksipien yang terdapat dalam TPOXX adalah silikon dioksida koloid, natrium kroskarmelosa, hidroksipropil metil selulosa, laktosa monohidrat, magnesium stearat, selulosa mikrokristalin, dan natrium lauril sulfat. Dosis yang dianjurkan kepada orang dewasa dan pasien anak dengan berat setidaknya 40 kg adalah 600 mg (tiga kapsul 200 mg) dan diminum dua kali sehari selama 14 hari. TPOXX diambil dalam waktu 30 menit setelah makan.

Baca :  IDHIFA, Obat Masa Depan Untuk Leukemia Myeloid Akut (AML) di Indonesia

Interaksi obat

Dari segi interaksi obat, interaksi yang paling ketara adalah dalam pemakaian TPOXX bersama Repaglinide. Pemakaian ini dapat menyebabkan hipoglikemia ringan sampai sedang kepada pasien. Oleh itu, pemakaian ini harus dimonitor kadar glukosa darahnya dan gejala hipoglikemik. Dalam sesuatu studi, 10 dari 30 subyek sehat mengalami hipoglikemia ringan (6 subjek) dan sedang (4 subjek) setelah pemberian bersama repaglinide (2 mg) dengan TPOXX.

Efek Samping

Efek samping yang terdapat selepas penggunaan TPOXX adalah pusing, mual muntah, sakit perut dan hipoglikemia. Selain itu, tidak ada studi manusia yang menyatakan bahwa ada risiko atau tidak kepada wanita dalam kehamilan. Tambahan pula, tidak ada data untuk mengevaluasi kehadiran obat pada susu manusia atau efek pada anak yang disusui. Di samping itu, tidak ada data tentang pengaruh Tecovirimat terhadap potensi reproduksi dalam perempuan dan laki-laki. TPOXX didapati tidak mempunyai efek samping berbeda yang banyak terhadap jantina laki atau perempuan dan ras putih atau hitam dalam peserta yang menyertai studi.

Dosis

Pada dosis yang direkomendasikan, nilai rata-rata steady-state TPOXX AUC 0-24jam, Cmax, dan Cmin adalah 28791 jam · ng / mL (CV: 35%), 2106 ng / mL (CV: 33%), dan 587 ng / mL (CV: 38%). Studi farmakokinetik Tecovirimat ditunjuk di bawah:

Absorpsi
Tmax (h) 4-6
Efek makanan (relatif terhadap puasa) ↑39%
Distribusi
% Terikat ke protein plasma manusia 77-82
Blood-to-plasma ratio 0.62-0.90
Volume distribusi (Vz/F, L)) 1030
Metabolism
Jalur Metabolik Hidrolisis, UGT1A1 , UGT1A4
Eliminasi
Jalur eliminasi Metabolisme
Klirens (CL/F, L/hr) 31
t1/2 (h) 20
% dosis elimiasi dari urin 73, terutama sebagai metabolit
% dosis elimiasi dari feaces 23, terutama sebagai tecovirimat
Baca :  Obat Inhibitor C1 Esterase Pertama dari Plasma Manusia untuk Terapi Kelainan Genetik Kini Telah Hadir

Penyimpanan

TPOXX harus disimpan pada suhu kamar antara 68 °F hingga 77 °F (20 °C hingga 25 °C) dalam wadah aslinya. Obat ini harus disimpan jauh dari anak-anak.

Terapi Cacar di Indonesia

Infeksi cacar biasanya sembuh tanpa perawatan. Namun, untuk meringankan gejala yang dialami penderita, beberapa upaya berikut ini dapat dilakukan di rumah seperti banyak minum, mengonsumsi makanan yang lembut, kenakan pakaian berbahan lembut, mandi dengan air hangat 3-4 kali sehari, beristirahat cukup dan hindari kontak dengan orang lain.

Selain upaya mandiri di rumah, dokter juga akan memberi obat antihistamin untuk mengurangi rasa gatal. Untuk meredakan demam dan nyeri, dokter juga bisa meresepkan paracetamol. Infeksi bakteri sekunder mungkin terjadi bila menggaruk ruam cacar air. Oleh itu, dokter akan memberi obat antibakteri kepada pasien yang mempunyai infeksi sekunder. Untuk penderita berisiko komplikasi tinggi, dokter dapat memberi obat antivirus, seperti acyclovir untuk menghambat aktivitas virus.

Di Indonesia, imunisasi cacar tidak termasuk dalam daftar imunisasi wajib untuk anak. Walaupun begitu, semua orang dianjurkan untuk melakukannya untuk mencegah penularan atau menularkan penyakit tersebut. Biasanya vaksin cacar seperti imunisasi MMRV digabung dengan vaksin lain. Hal ini dilakukan supaya dapat membatasi penyakit lain seperti campak, gondok, alergi pernapasan, dan cacar sekaligus.

Sumber :

Alodokter. 2018. Cacar Air. Tersedia di https://www.alodokter.com/cacar-air/pengobatan. [Diakses tanggal 29 November 2018].

SIGA. 2018. First therapy specifically approved for smallpox advances health security against a significant bioterror threat Company Granted Priority Review Voucher . Tersedia di https://investor.siga.com/news-releases/news-release-details/us-food-and-drug-administration-approves-siga-technologies. Diakss tanggal 28 November 2018.

FDA. 2018. TPOXX FULL PRESCRIBING INFORMATION. 2018. Teresdia di

https://www.accessdata.fda.gov/drugsatfda_docs/label/2018/208627s000lbl.pdf. Diakses tanggal 28 November 2018.

FDA. 2018. Drug Trial Snapshot: TPOXX. Tersedia di

https://www.fda.gov/Drugs/InformationOnDrugs/ucm613649.htm. Diakes tanggal 28 November 2018.

Hello Sehat. 2018. Anggota Keluarga Kena Cacar Air. Bagaiman Supaya Anda Tidak Tertular. Tersedia di https://hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/cara-mencegah-cacar air/? fbclid=IwAR3utVLCXmniO5vW73OhaJ599r6gSm6FAmkySk2DJhFzD4-CRyukEKNkr2I. Diakses tanggal 29 November 2018.

Penulis: Tai Tze Hong, Novalisha Techinamuti, Sharimina Venu Gopalan (Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran)

Share this:
  • 54
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    54
    Shares

About TAI TZE HONG

Check Also

Dacomitinib, Obat Lini Pertama Pembunuh Sel Kanker Paru-Paru Terkini

Farmasetika.com – Baru-baru ini, lembaga pengawasan obat dan makanan Amerika, FDA telah menyetujui penggunaan dacomitinib …

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Skip to toolbar