Home / Sediaan & Alkes / Solid & Semisolid / Glasdegib & Sitarabin, Kombinasi Obat Baru untuk Terapi Leukemia Mieloid Akut
biopsi cair
pic : freedigitalphotos.net

Glasdegib & Sitarabin, Kombinasi Obat Baru untuk Terapi Leukemia Mieloid Akut

Farmasetika.com – Leukemia adalah kanker yang berasal dari sel-sel yang normalnya akan menjadi sel-sel darah.

Leukemia mieloid akut (AML)

Leukemia mieloid akut (AML) merupakan keganasan yang berasal dari sel-sel mieloid imatur yang dapat fatal dalam beberapa bulan. Tingkat kemunculan penyakit ini meningkat progresif sesuai usia, puncaknya pada usia ≥ 65 tahun, dimana rata – rata pasien terdiagnosa penyakit ini pada usia 64 tahun (Yuliana, 2017).

Dilaporkan bahwa insidens AML pada suatu daerah adalah 8 per satu juta populasi (Yuliana, 2017). Meskipun kasus ini belum banyak terjadi di Indonesia, presentase penyembuhan penyakit ini sangat rendah. Persentase kesembuhan pasien diusia > 60 tahun adalah 5-15% (Dohner et.al, 2015). Pengobatan AML kini juga masih sangat terbatas. Sehingga, berbagai penelitian dilakukan untuk mengembangkan obat untuk penyakit ini. Salah satu obat yang sedang dikembangkan adalah obat golongan penghambat jalur Hedgehog yaitu Glasdegib dengan nama dagang Daurismo.

FDA menerima pengobatan baru untuk pasien dengan Acute myeloid leukemia

FDA telah menyetujui tablet Daurismo (glasdegib) untuk digunakan dalam kombinasi pengobatan dengan Cytarabine dosis rendah (LDAC), yang digunakan pada kemoterapi dalam pengobatan Leukimia myeloid akut (AML) untuk pasien dewasa dengan usia 75 tahun atau lebih, atau juga untuk pasien dengan penyakit kronis atau kondisi yang kronis (komorbiditas) yang dapat menghalangi penggunaan kemoterapi intensif.

“Kemoterapi intensif biasanya dilakukan untuk mengontrol AML, tapi kebanyakan pasien dewasa dengan AML tidak dapat menerima kemoterapi intensif karena ketoksikannya. Saat ini disetujui penyedia lain untuk kesehatan dengan alat yang lain untuk pengobatan pasien AML dengan berbagai kebutuhan unik. Uji klinik menunjukkan bahwa keberlangsungan hidup secara keseluruhan ditingkatkan dengan menggunakan Daurismo dalam kombinasi dengan LDAC saja untuk pasien yang tidak bisa mentoleransi kemoterapi intensif,” kata Richard Pazdur, MD, direktur Pusat Onkologi FDA dari Excellence dan direktur dari Kantor Hematologi dan Produk Onkologi di Pusat Evaluasi Obat dan Penelitian FDA.

AML merupakan kanker yang berkembang cepat yang terbetuk dari sumsum tulang belakang dan menghasilkan peningkatan jumlah sel darah putih yang abnormal dalam aliran darah dan sumsum tulang. National Cancer Institute pada National Institutes of Health memperkirakan bahwa pada tahun 2018, ada sekitar 19.520 orang akan didiagnosis dengan AML dan sekitar 10.670 pasien dengan AML akan meninggal karena penyakit ini. Hampir setengah dari orang dewasa yang didiagnosis dengan AML tidak diobati dengan kemoterapi intensif karena komorbiditas dan kemoterapi terkait toksisitas.

Baca :  Ketika Anti Acne Adapalene Disetujui FDA sebagai OTC, Di Indonesia Telah Dijual Online

Efikasi dari Daurismo yang dilihat dari uji klinis acak dengan 111 pasien dewasa dengan AML yang baru didiagnosis diobati dengan Daurismo dalam kombinasi dengan LDAC atau LDAC saja. Pengujian mengukur kelangsungan hidup keseluruhan dari tanggal pengacakan sampel sampai kematian dengan penyebab apapun.

Hasil menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam kelangsungan hidup keseluruhan pada pasien yang diobati dengan Daurismo. Median dari kelangsungan hidup adalah 8,3 bulan untuk pasien yang diobati dengan Daurismo yang dikombinasikan dengan LDAC, dibandingkan dengan 4,3 bulan untuk pasien yang diobati hanya dengan LDAC saja.

Efek samping umum yang dilaporkan oleh pasien yang menerima Daurismo dalam uji klinis meliputi jumlah sel darah merah yang rendah (anemia), kelelahan, pendarahan, demam dengan jumlah sel darah putih rendah (neutropenia demam), nyeri otot, mual, pembengkakan lengan atau kaki (edema), jumlah trombosit rendah (trombositopenia), sesak nafas (dyspnea), penurunan nafsu makan, rasa terdistorsi (dysgeusia), nyeri atau luka di mulut atau tenggorokkan (mucositis), sembelit dan ruam.

Informasi yang disediakan untuk tablet Daurismo mencakup Kotak Peringatan untuk menyarankan para profesional perawatan kesehatan dan pasien tentang risiko kematian embrio-janin atau cacat lahir yang parah. Daurismo tidak boleh digunakan selama kehamilan atau saat menyusui. Tes kehamilan harus dilakukan pada wanita usia reproduksi sebelum memulai pengobatan Daurismo dan kontrasepsi yang efektif harus digunakan selama pengobatan dan setidaknya 30 hari setelah dosis terakhir. Kotak Peringatan juga memberikan informasi tentang pasien laki-laki dari potensi risiko paparan obat melalui air mani dan menggunakan kondom dengan pasangan hamil atau pasangan wanita yang bisa menjadi hamil baik selama pengobatan dan setidaknya 30 hari setelah dosis terakhir. Daurismo harus diberikan dengan Panduan Pengobatan pasien, yang menjelaskan informasi penting tentang penggunaan dan risiko narkoba. Pasien juga harus disarankan untuk tidak menyumbangkan darah atau produk darah selama perawatan. Penyedia layanan kesehatan juga harus memantau pasien untuk perubahan dalam aktivitas listrik jantung, yang disebut perpanjangan QT.

Keterbaruan Daurismo Kombinasi Sitarabin

FDA telah menyetujui bahwa tablet Daurismo (glasdegib) dapat dikombinasikan dengan sitarabin dosis rendah, sebagai kemoterapi untuk mengobati leukemia myeloid akut (LMA) pada pasien yang berusia 75 tahun ke atas atau pasien yang mempunyai keadaan kesehatan yang kronis atau komorbiditas yang menghalangi penggunaan kemoterapi secara intensif. FDA telah memberikan persetujuan Daurismo kepada Pfizer (FDA, 2018).

Baca :  FDA Peringatkan Obat Hepatitis C Tertentu Sebabkan Efek Samping Serius

Banyak pasien dewasa yang mengidap LMA tidak dapat diberikan kemoterapi secara intensif karena toksisitas kemoterapinya. Pengujian secara klinis menunjukkan tingkat kelangsungan hidup pasien yang menggunakan Daurismo dengan sitarabin dosis rendah lebih tinggi dibandingkan dengan pengobatan sitarabin dosis rendah saja, untuk pasien yang tidak dapat diberikan kemoterapi secara intensif (FDA, 2018).

Glasdegib dengan kombinasi sitarabin / daunorubicin dapat ditoleransi dengan baik dan terkait dengan aktivitas klinis pada pasien dengan LMA yang tidak diobati atau MDS risiko tinggi (Cortes, et al., 2018) .Pada murine xenotransplant model of human AML, kombinasi glasdegib dengan sitarabin dosis rendah dapat menginhibisi ukuran tumor, serta menurunkan presentase CD45+/CD33+ pada sumsum tulang belakang lebih baik dibandingkan glasdegib atau sitarabin sendiri (Pfizer, 2018). Pasien yang mendapatkan kombinasi kedua obat tersebut mempunyai tingkat kelangsungan hidup selama 8,3 bulan dibandingkan dengan penggunaan sitarabin dosis rendah, yaitu selama 4,3 bulan (Simon, 2018).

Referensi:

Cortes, J.E. et al. 2018. Glasdegib in combination with cytarabine and daunorubicin inpatients with AML or high-risk MDS: Phase 2 study results. American Journal of Hematology 93: 1301-1310

Dohner H, Weisdorf DJ, Bloomfield CD. 2015. Acute myeloid leukemia. N Engl J Med. Vol. 373. Page 1136-1152.

FDA. 2018. FDA News Release: FDA approves new treatment for patients with acute myeloid leukemia. Tersedia di: https://www.fda.gov/NewsEvents/Newsroom/PressAnnouncements/ucm626443.htm [diakses tanggal 2 Desember 2018 pukul 10.30]

Pfizer. 2018. DAURISMO Tablets (glasdegib). Tersedia di: https://www.pfizer.com/products/product-detail/daurismo_tablets [diakses tanggal 2 Desember 2018 pukul 11.22]

Simon, S. 2018. FDA Approves 2 Drugs for Acute Myeloid Leukemia (AML). Tersedia di: https://www.cancer.org/latest-news/fda-approves-2-drugs-for-acute-myeloid-leukemia-aml.html [diakses tanggal 2 Desember 2018 pukul 10.35].

Yuliana. 2017. Perkembangan Terapi Leukemia Mieloid Akut. CDK-250. vol. 44 no. 3.

Penulis : Siti Utami R, Anniesah Rahayu S, Shahnaz Desianti Kh, Inge Hilma N, Handrian Ramoko, Aini Qolbiyah A (Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran)

Share this:
  • 20
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    20
    Shares

About Anniesah Rahayu Sakinah, Siti Utami R, Shahnaz Desianti Kh, Inge Hilma Nasifa, Handrian Ramoko, Aini Qolbiyah Afgani

Check Also

Dacomitinib, Obat Lini Pertama Pembunuh Sel Kanker Paru-Paru Terkini

Farmasetika.com – Baru-baru ini, lembaga pengawasan obat dan makanan Amerika, FDA telah menyetujui penggunaan dacomitinib …

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Skip to toolbar