Home / Sediaan & Alkes / Inhalasi / 84% Penderita Asma Salah Menggunakan Inhaler

84% Penderita Asma Salah Menggunakan Inhaler

Farmasetika.com – Menurut penelitian terbaru yang diterbitkan dalam Journal of Allergy and Clinical Immunology: In Practice, Banyak penderita asma menggunakan inhaler secara tidak benar, sehingga meningkatkan risiko serangan asma.

Peneliti di Propeller Health, bersama dengan Fakultas Kedokteran dan Rumah Sakit Anak Universitas Colorado, mengumpulkan data dari 7558 pasien, dan menemukan bahwa 84% pasien membutuhkan waktu kurang dari 30 detik antara embusan atau pengontrol pertama dan kedua dari penyelamatan atau pengontrol inhaler.

Lebih lanjut, 67% menunggu kurang dari 15 detik di antara inhalasi. Hanya 16% pasien yang menunggu lebih dari 30 detik di antara embusan, jumlah waktu minimum yang diperlukan untuk menyelesaikan langkah yang disarankan.

Dosis yang dianjurkan untuk obat asma membutuhkan 2 ’embusan’ inhaler, dan banyak instruksi pasien merekomendasikan bahwa pasien menghembuskan napas sepenuhnya sebelum menghirup, menghirup obat perlahan dan dalam, menahan napas selama 10 detik dan kemudian menunggu sebelum mereka inhalasi berikutnya. Beberapa langkah ini harus memakan waktu antara 30 dan 60 detik, menurut penulis.

Pasien berusia 4-11-tahun memiliki tingkat tertinggi waktu yang dapat diterima antara penggunaan inhaler, sementara mereka yang berusia 18-29 tahun memiliki waktu terendah, menurut siaran pers.

“Kami berharap bahwa dengan data dari obat-obatan digital, pasien dan dokter akan merangsang dorongan baru untuk mengatasi masalah yang diketahui dalam teknik inhaler yang tidak memadai, yang kami tahu dapat memiliki dampak signifikan pada bagaimana pasien mengalami penyakit mereka,” kata Stanley Szefler, MD, direktur Program Penelitian Asma Pediatrik di Institut Pernapasan Paru-Paru dan Bagian Obat Tidur di Rumah Sakit Anak Colorado, dalam pernyataan yang disiapkan.

Sayangnya, hingga saat ini belum ada penelitian sejenis di Indonesia.

Baca :  Inhaler Digital Pertama untuk Asma Mulai di Pasarkan 2019

Sumber : 84% of people with asthma may be using their inhalers incorrectly, Propeller Health study finds [news release]. Madison, Wisconsin; February 21, 2019: Propeller Health. https://www.prnewswire.com/news-releases/84-of-people-with-asthma-may-be-using-their-inhalers-incorrectly-propeller-health-study-finds-300799662.html. Accessed Feb. 21, 2019.

Share this:
  • 72
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    72
    Shares

About farmasetika.com

Farmasetika.com merupakan situs yang berisi informasi farmasi terkini berbasis ilmiah dan praktis. Sign Up untuk bergabung di komunitas farmasetika.com. Download aplikasi Tapatalk, Caping, atau Baca di smartphone, Ikuti twitter, instagram dan facebook kami. Terimakasih telah ikut bersama memajukan bidang farmasi di Indonesia.

Check Also

epilepsi

Hasil Uji Klinik Mengecewakan, Program Penemuan Obat Epilepsi Dihentikan

Hasil Uji Klinik Mengecewakan, Program Penemuan Obat Epilepsi Dihentikan. Acorda Therapeutics (ACOR), yang berkantor pusat di …

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Skip to toolbar