Data Epidemiologi Terbaru, Asia Tenggara Mulai Diserang Virus Zika. Data epidemiologi yang dikeluarkan oleh ECDC (European Centre for Disease Prevention and Control) pada 22 April 2016, menunjukkan bahwa Filipina, Thailand, dan Vietnam telah dilaporkan adanya kasus Zika dalam 2 bulan terakhir ini. [Baca : 6 Fakta yang Wajib Diketahui Apoteker dan Dokter tentang Virus Zika]
Microcephaly dan kelainan janin lainnya berpotensi terkait dengan infeksi virus Zika atau sugestif infeksi kongenital yang telah dilaporkan di Brazil (1168 kasus), Cape Verde (dua kasus), Kolombia (tujuh kasus), Polinesia Prancis (delapan kasus), Martinique (tiga kasus) dan Panama (tiga kasus). Otoritas kesehatan di Kepulauan Marshall, melaporkan kasus mikrosefali pada bayi dari ibu yang IgM Zika positif terjadi pada Maret 2016. [Baca : Informasi Lengkap Tentang Virus Zika dan Saran Untuk Ibu Hamil]
Dalam konteks sirkulasi virus Zika, 13 negara atau wilayah telah melaporkan peningkatan insiden sindrom Guillain-Barré (GBS).
Brazil
Antara Oktober 2015 dan pada 9 April 2016, Brasil dilaporkan 7150 kasus dugaan microcephaly dari 1348 kota di seluruh negara dan di Distrik Federal. Dari kasus ini, 1168 dilaporkan sebagai kasus yang dikonfirmasi microcephaly dengan 192 memiliki konfirmasi laboratorium infeksi virus Zika. Dari kasus yang tersisa, 2241 tidak sesuai dengan definisi kasus Zika, sementara 3741 kasus masih dalam penyelidikan.
Di antara 7 150 kasus dugaan microcephaly, 240 intrauterine atau neonatal kematian dilaporkan. Dari jumlah tersebut, 51 kasus yang diselidiki dan dikonfirmasi (microcephaly dan / atau pusat malformasi sistem saraf).
Kolumbia
Sejak awal 2016, 33 kasus mikrosefali telah terdeteksi di Kolombia, yang tidak terduga. Dari jumlah tersebut, 30 berada di bawah penyelidikan untuk virus Zika. Sejak Desember 2015 dan per minggu epidemiologi 13 April 2016, 416 kasus sindrom neurologis termasuk GBS telah dikaitkan dengan infeksi virus Zika.
Sindrom zika kongenital dan GBS
Pada 20 April 2016, microcephaly dan lainnya malformasi janin berpotensi terkait dengan infeksi virus Zika atau sugestif infeksi kongenital telah dilaporkan di tujuh negara (Brazil, Cape Verde, Kolombia, Polinesia Prancis, Martinique, Kepulauan Marshall dan Panama). Dua kasus tambahan , masing-masing terkait dengan tinggal di Brazil, terdeteksi di Slovenia dan Amerika Serikat.
Dalam konteks sirkulasi virus Zika, 13 negara dan teritori di seluruh dunia telah melaporkan peningkatan insiden sindrom Guillain-Barré (GBS) dan / atau konfirmasi laboratorium dari infeksi virus Zika antara kasus GBS. [Baca : Perusahaan Farmasi Takeda dan Sanofi Mulai Menguji Vaksin untuk Zika]
Khususnya di Asia Tenggara, Thailand, Vietnam dan Filipina dilaporkan adanya kasus Zika. Vietnam dan Filipina menjadi negara di Asia Tenggara yang memiliki status penyebaran Zika yang berkembang pesat di 2 bulan terakhir ini.
Sumber : http://ecdc.europa.eu/
Majalah Farmasetika - FDA melakukan penerimaan terhadap Velsipity dengan Active Pharmaceutical Ingredients Etrasimod sebagai terapi…
Majalah Farmasetika - FDA telah memberikan persetujuan terhadap tablet oral extended release dari Fabre-Kramer Pharmaceuticals…
Majalah Farmasetika - Badan Pengawas Obat dan Makanan USA-FDA pada tanggal 29 Februari 2024 telah…
Majalah Farmasetika - Kekeliruan nomenklatur “D3 Apoteker” tidak muncul secara tiba-tiba. Ia lahir dari irisan…
Majalah Farmasetika - apt. Sudarsono, M.Sc (Clin.Pharm) membuat catatan dalam bentuk e-book terkait Konsep Dasar…
Majalah Farmasetika - Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular yang didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah sistolik/diastolik melebihi…