Berita

Berita terbaru berkenaan dengan farmasetika

Polemik PerBPOM Nomor 5 Tahun 2026: Degradasi Apoteker atau Ancaman Tersembunyi Keselamatan Publik?

Majalah Farmasetika – Jagat kefarmasian nasional sedang berada di titik nadir. Terbitnya Peraturan BPOM Nomor 5 Tahun 2026 bukan lagi sekadar regulasi administratif, melainkan telah memicu “gempa tektonik” di kalangan apoteker. Kebijakan ini dianggap bukan hanya sekadar menyederhanakan birokrasi, melainkan telah melakukan simplifikasi berbahaya terhadap komoditas obat yang berisiko meruntuhkan …

Read More »

Era Baru Pengawasan Obat : Bedah Peraturan BPOM Nomor 5 Tahun 2026 di Fasyanfar dan Retail

Majalah Farmasetika – Lanskap regulasi kefarmasian di Indonesia kembali mengalami transformasi signifikan. Sebagai tindak lanjut dari diberlakukannya Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024, Badan POM resmi merilis Peraturan BPOM Nomor 5 Tahun 2026 tentang Pengawasan Pengelolaan Obat dan Bahan Obat di Fasilitas …

Read More »

Test-and-Treat: Model Layanan Baru di Apotek Komunitas dan Peluang Penerapannya di Indonesia

Majalah Farmasetika – Peran apoteker di berbagai negara terus berkembang dari sekadar dispensing obat menuju pelayanan klinis yang lebih komprehensif. Salah satu inovasi layanan yang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir adalah model “test-and-treat” di apotek komunitas, yaitu layanan di mana apoteker melakukan pemeriksaan diagnostik sederhana (point-of-care testing) dan memberikan …

Read More »

Artificial Intelligence dalam Medication Therapy Management: Ancaman atau Peluang Strategis bagi Apoteker?

Majalah Farmasetika – Transformasi digital dalam layanan kesehatan berkembang jauh lebih cepat dibanding kesiapan regulasi dan adaptasi profesi. Artificial Intelligence (AI) kini tidak lagi sebatas alat bantu administratif, melainkan telah masuk ke ranah pengambilan keputusan klinis—termasuk dalam Medication Therapy Management (MTM). Pertanyaannya bukan lagi apakah AI akan digunakan dalam praktik …

Read More »

Tren Penurunan Berat Badan: “Ozempic Face” dan Keamanan Jangka Panjang GLP-1 Receptor Agonists

Majalah Farmasetika – Dunia medis dan farmasi sedang menyaksikan salah satu pergeseran terapeutik paling masif dalam dekade ini. Penemuan dan penggunaan agonis reseptor Glucagon-Like Peptide-1 (GLP-1 RA), seperti semaglutide (Ozempic, Wegovy) dan tirzepatide (Mounjaro, Zepbound), telah mengubah lanskap manajemen obesitas secara radikal. Namun, seiring dengan popularitasnya yang meledak di media …

Read More »

Mikroplastik dalam Sediaan Farmasi: Ancaman Tersembunyi di Rak Obat?

Majalah Farmasetika – Selama dekade terakhir, narasi mengenai pencemaran mikroplastik (MP) didominasi oleh gambaran lautan yang dipenuhi limbah, kura-kura yang terjerat jaring, atau kontaminasi pada ikan konsumsi. Namun, sebuah pertanyaan yang lebih personal mulai muncul ke permukaan: Seberapa dekat mikroplastik dengan sistem pengobatan kita? Sebagai tenaga kesehatan, kita memahami bahwa …

Read More »

Pentingnya Stabilitas Obat dalam Pengembangan Obat Copy

Majalah Farmasetika – Stabilitas merupakan salah satu parameter yang sangat penting dalam pengembangan obat karena dapat menggambarkan kemampuan obat untuk mempertahankan sifat kimianya, kekuatan, dan kualitas sesuai dengan syarat yang telah ditetapkan. Hal yang paling penting dalam stabilitas adalah menjaga efikasi obat dan tidak terjadinya peningkatkan toksisitas selama masa penyimpanan …

Read More »

Analisis Kesesuaian Penyimpanan Cold Chain Product (CCP) di Salah Satu Pedagang Besar Farmasi

Majalah Farmasetika – Pedagang Besar Farmasi (PBF) memiliki peran yang sangat penting dalam menangani produk rantai dingin atau cold chain product (CCP), terutama pada saat penyimpanan. CCP atau produk rantai dingin merupakan obat-obatan yang disimpan dalam kisaran suhu yang telah ditetapkan. PBF harus memiliki sertifikat CDOB Cold Chain Product (CCP) …

Read More »