Tag Archives: obat baru

Hasil Uji Klinik 2 Menjanjikan, Molnupiravir Harapan Baru Terapi COVID-19

Sumber: forbes.com

Majalah Farmasetika – Terapi Covid-19 baru telah menyelesaikan tahap kedua uji coba pada manusia dan hasilnya menjanjikan. Molnupiravir, yang dikembangkan oleh Ridgeback Biotherapeutics LP dan Merck & Co., mencapai tujuan akhirnya untuk mengurangi lamanya infeksi Covid-19, menurut siaran pers Merck. Endpoint ini, antara lain, akan dikaji secara lebih mendalam setelah …

Read More »

Obat Generik Pertama Injeksi Glukagon untuk Hipoglikemia Disetujui FDA

Majalah Farmasetika – Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA/Food and Drug Administration) telah menyetujui kit injeksi glukagon generik pertama untuk pengobatan hipoglikemia berat pada pasien diabetes dan sebagai bantuan diagnostik. FDA menetapkan bahwa Amphastar Pharmaceuticals ‘Glucagon for Injection Emergency Kit, 1 mg, produk peptida sintetis, adalah bioekuivalen dan …

Read More »

Daftar 53 Obat Baru yang Disetujui FDA di Tahun 2020

Majalah Farmasetika – Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat berhasil menyetujui 53 obat baru di tahun 2020. Daftar obat ini bisa saja beberapa tahun kedepan hadir di Indonesia. Obat yang disetujui ini berkisar dari indikasi untuk COVID-19 yang selalu mengancam hingga penyakit yang lebih tidak jelas dan langka – …

Read More »

Qinlock “Ripretinib”, Obat Baru Tumor Stroma Gastrointestinal

Majalah Farmasetika – Qinlock (Ripretinib) merupakan obat oral sebagai inhibitor kinase yang diindikasikan untuk pengobatan pasien dewasa dengan tumor stroma gastrointestinal lanjut (GIST). Pengembangannya telah disetujui oleh FDA yang dikutip dari website resmi FDA “Novel Drug Approval For 2020“. GIST (Gastrointestinal Stromal Tumor) Tumor stroma gastrointestinal (GIST) adalah sarkoma jaringan …

Read More »

Rukobia “Fostemsavir”, Obat Baru Bagi Lasien HIV-1 Resisten

Majalah Farmasetika – Rukobia (Fostemsavir) merupakan obat yang digunakan untuk infeksi virus imunodefisiensi tipe 1 (HIV-1) pada orang dewasa dengan resistensi terhadap beberapa obat lain. (Lagishetty et al, 2020). Efek samping Fostemsavir memang dapat menyebabkan efek samping seperti abnormalitas tertentu. Salah satu kasus yang tercatat adalah pada ibu hamil berdasarkan …

Read More »

Pemazyre (Pemigatinib), Terapi Baru Kanker Saluran Empedu

Majalah Farmasetika – FDA memberikan persetujuan dipercepat untuk obat Pemigatinib pada tanggal 17 April 2020, berdasarkan tingkat respons keseluruhan dan durasi respons dalam uji klinis. Pemigatinib adalah obat dengan aktivitas antitumor yang menghambat kinase molekul. Pemigatinib bekerja dengan menghambat reseptor faktor pertumbuhan fibroblast (FGFR), yaitu reseptor tirosin kinase yang mengaktifasi …

Read More »

Nourianz “istradefylline”, Obat Parkinson Pertama Antagonis Reseptor Adenosin A2A Selektif

Majalah Farmasetika – Penyakit Parkinson adalah penyakit neurodegeneratif progresif kompleks yang ditandai dengan tremor, rigiditas, dan bradikinesia, dengan ketidakstabilan postural yang muncul pada beberapa pasien seiring perkembangan penyakit. Penyakit ini pertama kali dijelaskan oleh James Parkinson pada tahun 1817 dan selanjutnya dikarakterisasi oleh Jean-Martin Charcot (Kouli et al., 2018). Penyakit …

Read More »

Nurtec ODT (Rimegepant), Pengobatan Baru Untuk Migrain

Majalah Farmasetika – Migrain merupakan gangguan sakit kepala primer yang umum terjadi, dapat menyebabkan nyeri berdenyut pada kepala dan biasanya dirasakan pada satu sisi kepala. Migrain sering disertai dengan mual, muntah, dan kepekaan terhadap cahaya dan suara. Serangan migrain bisa berlangsung selama berjam-jam hingga berhari-hari, dan rasa sakitnya bisa sangat …

Read More »

ByFavo (Remimazolam), Obat Sedatif Turunan Benzodiazepin Baru yang Bekerja Cepat

Majalah Farmasetika – Perusahaan farmasi Acacia Pharma Group Plc. (Inggris) berhasil meluncurkan produk baru yang telah disetujui oleh FDA dengan nama dagang ByFavo. ByFavo (Remimazolam) merupakan benzodiazepin dengan onset/offset sangat cepat, diindikasikan untuk menginduksi efek sedasi selama menjalani prosedur medis yang invasif tidak lebih dari 30 menit. Obat ini bekerja …

Read More »