Recent Posts

Mengenal Mekanisme Penarikan dan Pemusnahan Obat Sesuai Peraturan BPOM Terbaru

Majalah Farmasetika-Dalam rantai distribusi farmasi, obat yang telah beredar di pasaran tidak selalu terjamin memenuhi persyaratan keamanan, khasiat, mutu, label, maupun informasi produk sepanjang masa edarnya. Ketika ditemukan obat yang tidak memenuhi standar, diperlukan mekanisme penarikan (recall) dan pemusnahan yang jelas untuk mencegah produk tersebut terus beredar dan membahayakan masyarakat. …

Read More »

Pengelolaan Obat Reject di PBF sebagai Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Obat

Majalah Farmasetika – Distribusi obat merupakan proses dalam rantai pasok farmasi yang bertujuan untuk menjaga mutu, keamanan, dan khasiat obat hingga diterima oleh pasien. Pada proses distribusi, terdapat produk obat yang mengalami kerusakan fisik, kedaluwarsa, maupun pengembalian dari pelanggan sehingga dikategorikan sebagai obat reject. Produk tersebut tidak dapat disalurkan kembali …

Read More »

Pengelolaan Obat reject pada Fasilitas Distribusi Farmasi: dari Penyimpanan hingga Pemusnahan 

Majalah Farmasetika – Pedagang Besar Farmasi (PBF) sebagai fasilitas distribusi memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa hanya obat dan bahan obat yang memenuhi persyaratan mutu, keamanan, dan khasiat yang disalurkan kepada fasilitas pelayanan kesehatan. Produk yang mengalami kedaluwarsa, kerusakan kemasan, atau tidak memenuhi syarat retur wajib dipisahkan ke area khusus …

Read More »

Perkembangan Penyimpanan Produk CCP pada Pedagang Besar Farmasi (PBF) Berdasarkan Ketentuan CDOB 2025

Majalah Farmasetika – Produk rantai dingin atau Cold Chain Product (CCP) merupakan bentuk sediaan farmasi yang sensitive terhadap perubahan suhu, sehingga pengelolaannya di rantai distribusi khususnya pada penyimpanan di Pedagang Besar Farmasi (PBF) menjadi aspek kritis dalam menjaga mutu, keamanan, dan efektivitas produk hingga sampai ke tangan pemesan. Berkembangnya regulasi …

Read More »

Pentingnya Penerapan Pemantauan Partikel  Pada Industri Steril Farmasi Untuk Pemastian Mutu Produk Steril

Keadaan ruangan produksi menjadi salah satu titik kritis pada setiap industri farmasi utamanya industri farmasi steril. Pengendalian lingkungan perlu dilakukan dalam ruangan produksi, termasuk industri steril salah satunya terhadap partikel. Cara pengendalian lingkungan yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pemantauan partikel. Partikel dalam industri farmasi memiliki definisi yaitu material padat …

Read More »

Penerapan Data Integrity Dalam Sistem Quality Control Di Industri Farmasi

Majalah Farmasetika – Data berperan penting dalam sektor farmasi untuk menjaga keselamatan pasien, kualitas produk, dan mengembangkan produk kesehatan yang lebih baik. Data dapat berupa elektronik maupun manual. Keduanya harus memenuhi standar integritas data. Integritas data mengacu pada Attributable (dapat dipertanggungjawabkan), Legible (dapat dibaca), Contemporaneous (kontemporer), Original (asli), Accurate (akurat), …

Read More »

VALIDASI SISTEM KOMPUTER DI INDUSTRI FARMASI

Majalah Farmasetika – Validasi sistem komputer (Computer System Validation/CSV) merupakan fondasi penjaminan mutu di industri farmasi untuk memastikan sistem terkomputerisasi menghasilkan data yang akurat, andal, dan sesuai dengan tujuan penggunaannya sesuai pedoman CPOB. Pendekatan berbasis risiko GAMP 5 dengan klasifikasi software dalam lima kategori dan siklus hidup sistem melalui fase …

Read More »

Engineered Exosomes sebagai Inovasi Penghantaran Terapi pada Penyakit Otak dan Kanker

Majalah Farmasetika – Engineered exosomes merupakan salah satu pendekatan yang menjanjikan dalam targeted drug delivery karena mampu menghantarkan berbagai muatan terapeutik, seperti obat molekul kecil, RNA, protein, dan komponen penyuntingan gen, secara lebih selektif ke jaringan sasaran. Dibandingkan pembawa obat sintetis, exosome memiliki keunggulan berupa biokompatibilitas yang lebih baik, imunogenisitas …

Read More »