Download Majalah Farmasetika

Menjaga Mutu Produk Farmasi : Apakah Sudah Memperhatikan Sistem Mesinnya?

Majalah Farmasetika – Dalam setiap proses produksi dari sediaan farmasi, pihak industri tentunya selalu ingin menghasilkan produk yang memenuhi kriteria kualitas, keamanan, serta efikasi dari produk. Jika ketiga aspek tersebut dapat dipenuhi, maka produk tersebut sudah terjamin dan terpercaya. Hal ini tak terbatas di produk sediaan farmasi steril saja, melainkan juga di semua lini bentuk produk yang dihasilkan oleh indsutri tak terkecuali sediaan solid (Buschmann et al., 2024). Agar suatu produk farmasi dikatakan dapat memenuhi 3 (tiga) aspek tersebut, maka industri farmasi harus bisa mengaplikasikan sistem Quality by Design (QBD) dalam proses produksinya (Yang et al., 2025). Konsep QBD yang diterapkan tidak hanya mengacu kepada kualitas pada produk akhir saja, melainkan juga berfokus pada setiap proses yang dilakukan sehingga terciptanya sebuah produk yang berkualitas (International Conference on Harmonisation, 2009). 

QbD dan CQA : Selalu Berkesinambungan

Sejalan dengan QBD, dalam proses produksi sediaan kefarmasian juga memperhatikan aspek penting yang lain. Aspek tersebut adalah Critical Quality Attributes (CQA) yang dapat berkesinambungan jika QBD telah diterapkan secara maksimal. Ketika penerapannya maksimal maka parameter-parameter penting yang perlu terukur dan memiliki nilai batasan dapat terpenuhi sehingga ketika parameter tersebut terpenuhi, maka obat yang dihasilkan akan memiliki efikasi yang diharapkan (Pebrianti et al., 2022). 

Mesin? Mengapa Harus Menjadi Titik Perhatian? 

Mesin produksi menjadi peralatan penting yang dianggap kritikal khususnya pada produksi sediaan padat. Di industri farmasi seluruh pembuatan produk kefarmasian dijalankan oleh mesin dan dalam hal ini semua mesin yang digunakan baik untuk pencampuran, pencetakan hingga pengemasan semuanya diatur oleh mesin dan akan memberikan pengaruh pada parameter kritis selama proses yang disebut sebagai Critical Process Parameter (CPP) (Caren, 2023). Penggunaan mesin yang rutin dijalankan akan mempengaruhi performa dari mesin, ketika mesin terlalu sering digunakan maka akan mengakibatkan penurunan produktivitas dan menurunkan efisiensi kinerja. Tak hanya sebatas itu, terjadinya kecacatan hasil produksi juga akan dipengaruhi oleh mesin (Haleem et al., 2015). 

Dalam mencegah kejadian tersebut dapat dilakukan pencegahan dengan melakukan kualifikasi dan validasi baik sebelum maupun sesudah mesin dipasang. Dilakukannya kualifikasi dan validasi pada mesin baik pra-produksi dan pasca-produksi tidak mengalami masalah ataupun kendala. Proses tersebut juga mengatur agar kejadian serupa tidak dapat terulang kembali dan mengganggu proses produksi (CPOB, 2024; Pharmaceutical Inspection Convention, 2015). Pada prakteknya, proses rekualifikasi pada sistem yang terdapat di industri farmasi mengikuti standar operasional di tiap-tiap industri, tetapi kebanyakan industri farmasi menggunakan periode 3 – 5 tahun untuk melakukan rekualifikasi tergantung dari urgensinya dan keparahannya yang sudah dianalisis secara resiko (Hutapea & Musfiroh, 2021; Kaleem et al., 2024; Krisanti et al., 2022; Todde et al., 2017). 

Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi kegagalan operasional pada peralatan kritis proses produksi sediaan padat melalui pendekatan analisis risiko sistematis. Temuan dari identifikasi titik kritis dan performa peralatan ini digunakan sebagai landasan teknis untuk merumuskan ulang interval kualifikasi serta tinjauan berkala agar dilakukan dengan frekuensi yang lebih intensif. Hal ini dilakukan guna menjamin peralatan tetap beroperasi dalam parameter yang tervalidasi serta menjaga konsistensi mutu produk secara berkelanjutan

Isi

Hal ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan berbasis risiko mutu terhadap peralatan yang kritis dan dilakukan proses evaluasi-evaluasi yang berkaitan dengan CQA melalui pertimbangan dari data-data historis. Dengan mengintegrasikan data historis serta catatan pemeliharaan preventif. Hal ini merumuskan landasan teknis untuk meningkatkan frekuensi siklus kualifikasi dan tinjauan berkala. Langkah ini diambil untuk memastikan peralatan tetap berada dalam status terkualifikasi yang valid di tengah beban operasional, sekaligus memitigasi risiko penurunan mutu produk secara preventif. Mesin cetak memiliki peranan dan fungsi penting dalam hasil akhir suatu produk kefarmasian dalam hal ini adalah produk sediaan padat jenis tablet. Hasil menunjukkan bahwasannya feeder serta punch and die termasuk dalam kategori kritis dalam komponen dimana bagian mesin tersebut berkaitan erat dengan pengujian tablet yang dipersyaratkan di farmakope seperti uji keseragaman kandungan dan kekerasan tablet (Kemenkes RI, 2020). Kualitas fisik tablet sangat bergantung pada kesinambungan antara performa unit pengumpan (feeder) dan kondisi alat cetak. Liu et al (2023) mengungkapkan bahwa feeder secara aktif dapat mengubah sifat alir dan densitas curah serbuk akibat munculnya muatan elektrostatik dari gesekan partikel, yang berisiko membuat pengisian ruang cetak tidak konsisten. Kondisi ini diperburuk jika stabilitas pada tahap kompresi tidak terjaga. menurut Gubenia et al (2025), permukaan punch and die yang kotor akibat sisa material akan mengganggu distribusi kepadatan massa sehingga bobot tablet menjadi tidak seragam. Selain itu, kombinasi antara gaya gesek yang tinggi saat pengeluaran tablet dan kecepatan mesin yang berlebihan akan memperpendek waktu tekan (dwell time), yang pada akhirnya melemahkan struktur internal, menurunkan kekerasan, serta meningkatkan keregasan tablet. 

Dalam menjaga efisiensi waktu selama pengerjaan, industri farmasi sudah mengintegrasikan dengan Internet of Things (IoT). Namun, hal tersebut justru dapat menjadi masalah jika terjadi permasalahan terhadap sistem komputerisasi tersebut. Sensor-sensor yang terdapat di sistem mesin serta program yang mengintegrasikannya harus terbukti tidak menimbulkan resiko penyimpangan pada saat proses produksi. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara melakukan kalibrasi dan Computer System Validation (CSV) (Food and Drug Administration, 2003; ISO, 2016; Raja et al., 2024). Integrasi antara sensor-sensor kritis pada unit pengumpan (feeder) dan ruang cetak (die) dengan sistem kendali otomasi merupakan pondasi utama dalam mengendalikan mutu fisik tablet secara real-time. Sensor-sensor ini secara konstan merekam dinamika proses, seperti fluktuasi aliran serbuk maupun variasi gaya kompresi, yang datanya kemudian diproses oleh algoritma sistem untuk memprediksi sekaligus mencegah cacat produksi seperti capping atau ketidakseragaman bobot. Namun, seluruh aliran data dan respons otomatis ini tidak akan memiliki jaminan mutu yang sah tanpa adanya Computer System Validation (CSV). Pelaksanaan CSV menjadi sangat krusial karena bertindak sebagai pilar yang memastikan bahwa seluruh arsitektur perangkat lunak pemroses sinyal sensor beroperasi secara presisi, konsisten, dan terjamin integritas datanya. Dengan sistem komputer dan logika kendali yang telah tervalidasi, setiap penyimpangan sekecil apa pun yang ditangkap oleh sensor di area feeder dan die dapat segera diterjemahkan menjadi tindakan korektif oleh mesin secara akurat, sehingga parameter operasional tetap berada dalam batas kendali dan produk akhir dipastikan memenuhi standar kualitas yang ketat (S. H. Kim et al., 2025; Su et al., 2019; Warrier, 2025). 

Dalam industri, metal detector dan deduster termasuk dalam alat yang harus diperhatikan agar produk yang nantinya dihasilkan tidak terkontaminasi baik logam maupun debu. Ketika sistem berupa metal detector gagal mendeteksi kandungan logam, maka hal tersebut dapat membahayakan pasien dimana kandungan logam yang terkandung di dalam tablet yang dibuat dapat membahayakan kesehatan (E. J. Kim et al., 2021; Zhou et al., 2024). Penelitian yang dilakukan oleh Nessa et al (2016) menyebutkan pernah terjadi di Uni Emirat Arab terdapat kontaminan berupa kadmium dan nikel dalam produk sediaan farmasi. Kontaminan tersebut dapat menyebabkan terjadinya kerusakan pada organ tubuh hingga mengakibatkan kematian. Berbeda dengan metal detector, alat deduster dirancang untuk menghilangkan debu pada tablet. Meskipun penilaian dianggap kategori menengah, tetapi debu yang melekat pada tablet yang jadi dapat memengaruhi kesehatan pada pekerja yang bertugas karena debu-debu yang berterbangan. Debu-debu yang berterbangan khususnya jika dalam kondisi pembuatan sediaan beta-laktam maka akan ada resiko terjadinya reaksi anafilaksis meskipun pegawai yang bekerja sudah mengenakan pakaian atau gowning sesuai dengan standar yang ditetapkan (Haberland et al., 2025). 

Untuk menjamin konsistensi parameter fungsional tersebut, siklus kualifikasi yang meliputi Installation Qualification (IQ), Operational Qualification (OQ), dan Performance Qualification (PQ) harus dipandang sebagai satu kesatuan yang dinamis. Penilaian risiko menunjukkan bahwa efektivitas OQ dan PQ sangat bergantung pada stabilitas komponen mekanis yang bersentuhan langsung dengan produk (Gebo et al., 2025). Dalam konteks ini, OQ dan PQ berperan vital untuk memastikan bahwa parameter kecepatan dan gaya kompresi tetap berada dalam batas kendali yang secara langsung menentukan CQA, seperti keseragaman bobot dan kekerasan sediaan. Selain itu, implementasi Computer System Validation (CSV) menjadi krusial untuk menjamin bahwa sensor-sensor pengukur pada unit pengumpan dan ruang cetak memberikan data yang akurat tanpa adanya anomali logika sistem. Mengingat peran strategis alat ini dalam proses produksi primer, evaluasi menunjukkan bahwa interval tinjauan berkala yang ditetapkan sebelumnya tidak lagi memadai untuk memitigasi risiko degradasi performa secara dini. Sebagai langkah preventif, diperlukan transformasi strategi melalui pelaksanaan siklus kualifikasi dan tinjauan periodik dengan frekuensi yang lebih sering. Hal ini bertujuan untuk memastikan peralatan selalu dalam status terkualifikasi, sehingga potensi penyimpangan mutu akibat keausan komponen atau kegagalan sensor dapat dideteksi sebelum berdampak pada keamanan pasien (FDA, 2011; Gebo et al., 2025; Kristina & Schmidt, 2018). 

Bagian-bagian dalam sistem mesin produksi sediaan padat ini dikategorikan sebagai perangkat proses dengan kategori kritis karena interaksi fisiknya yang bersentuhan langsung dengan material produk selama proses manufaktur. Mengingat fungsinya yang mengubah granul atau serbuk menjadi sediaan padat melalui gaya mekanis murni, kinerja setiap komponen inti terutama feeder dan pencetak (punch and die) berdampak langsung pada Critical Quality Attributes (CQA) yang meliputi keseragaman bobot, kekerasan, ketebalan, serta keseragaman kandungan. Data operasional mencatat akumulasi waktu berjalan (running time) masih dalam batas usia pakai desain, tetap memberikan beban mekanis signifikan yang berisiko mendegradasi presisi sensor maupun komponen mekanis. Evaluasi risiko menunjukkan bahwa interval peninjauan kualifikasi yang ditetapkan sebelumnya tidak lagi memadai untuk memitigasi risiko penurunan performa secara dini atau mendeteksi penyimpangan yang tidak terdokumentasi. Sebagai langkah mitigasi untuk mencegah status kualifikasi menjadi tidak valid, disarankan bahwasannya kualifikasi periodik dan tinjauan berkala wajib dilakukan dengan frekuensi yang lebih sering guna menjamin peralatan selalu beroperasi dalam batas kendali yang tervalidasi dan kualitas produk akhir tetap konsisten (Alhusban & Murgatroyd, 2024; Aulton & Taylor, 2017; Yang et al., 2025).

KESIMPULAN

Sistem mesin produksi memegang peran sentral dalam menentukan mutu sediaan padat farmasi. Sejalan dengan prinsip Quality by Design (QbD), sistem mesin yang terintegrasi dengan IoT dan tervalidasi melalui Computer System Validation (CSV) memastikan bahwa mutu telah dibangun sejak awal proses pencetakan. Komponen mekanis kritis, seperti feeder serta punch and die, secara langsung mengontrol Critical Process Parameters (CPP) berupa sifat alir serbuk dan gaya kompresi. Terkendalinya CPP ini mutlak diperlukan untuk menjamin pemenuhan Critical Quality Attributes (CQA) produk, seperti keseragaman bobot dan kekerasan. Mengingat beban mekanis dapat memicu keausan komponen dan menurunkan presisi sensor meskipun mesin masih dalam batas usia pakai, interval kualifikasi standar dinilai tidak lagi memadai. Oleh karena itu, siklus kualifikasi (OQ, PQ) dan tinjauan berkala wajib dilakukan dengan frekuensi yang lebih sering guna mendeteksi penurunan performa sejak awal, sehingga sistem operasional selalu berada dalam batas kendali yang tervalidasi.

DAFTAR PUSTAKA

  • Alhusban, F., & Murgatroyd, E. F. (2024). Impact testing as a new approach to determine mechanical strength of pharmaceutical tablets. International Journal of Pharmaceutics, 653(September 2023), 123891. https://doi.org/10.1016/j.ijpharm.2024.123891
  • Aulton, M. E., & Taylor, K. M. G. (2017). Aulton’s Pharmaceutics: The Design and Manufacture of Medicines.
  • Buschmann, H., Handler, N., & Holzgrabe, U. (2024). Journal of Pharmaceutical and Biomedical Analysis The quality of drugs and drug products – Always guaranteed ? Journal of Pharmaceutical and Biomedical Analysis, 239(December 2023), 115880. https://doi.org/10.1016/j.jpba.2023.115880
  • Caren, G. J. (2023). Review Artikel : Critical Quality Attributes dan Critical Process Parameter dari Tablet Kempa Langsung. Farmaka, 21(2), 261–269.
  • CPOB. (2024). Peraturan BPOM Nomor 7 Tahun 2024 tentang Standar Cara Pembuatan Obat Yang Baik.
  • FDA. (2011). Current Good Manufacturing Practices (CGMP) : Process Validation.
  • Food and Drug Administration. (2003). FDA 21 Part 11 : Electronics Records and Electronics Signature (Issue August).
  • Gebo, J. E. T., Feehely, K. M., Lattimore, C. E., Mogavero, D. P., & Lau, A. F. (2025). All you need to know about equipment validation for sterility testing. Journal of Clinical Microbiology, 63(9), e0147724. https://doi.org/10.1128/jcm.01477-24
  • Gubenia, O., Zomenko, O., Samarchuk, S., & Mnerie, D. (2025). On the Strength and Friability of Series Products Manufactured by Direct Compression of non-Metallic Granules. Nonconventional Technology Review, 9, 16–21.
  • Haberland, K., Miller, J., Sivek, A., Davis, J., & Suggs, J. (2025). Clinical Experience with Disposable Isolation Gown Selection, Strikethrough, and  Reporting. Biomedical Instrumentation & Technology, 59(1), 117–127. https://doi.org/10.2345/0899-8205-59.1.117
  • Haleem, R. M., Salem, M. Y., Fatahallah, F. A., & Abdelfattah, L. E. (2015). Quality in the pharmaceutical industry – A literature review. Saudi Pharmaceutical Journal, 23(5), 463–469. https://doi.org/10.1016/j.jsps.2013.11.004
  • Hutapea, E. E., & Musfiroh, I. (2021). Artikel Tinjauan : Sistem Kualifikasi Operator di Industri Farmasi. Farmaka, 53–59.
  • International Conference on Harmonisastion. (2009). ICH Q8 (R2) : Pharmaceutical Development (Vol. 8, Issue August).
  • ISO. (2016). ISO 13485 : 2016 Quality Management System (Vol. 2016).
  • Kaleem, A. M., Koilpillai, J., & Narayanasamy, D. (2024). Mastering Quality : Uniting Risk Assessment With Quality by Design (QbD) Principles for Pharmaceutical Excellence. Cureus, 16(8), 1–24. https://doi.org/10.7759/cureus.68215
  • Kemenkes RI. (2020). Farmakope Indonesia Edisi VI.
  • Kim, E. J., Kim, J. H., Kim, M.-S., Jeong, S. H., & Choi, D. H. (2021). Process Analytical Technology Tools for Monitoring Pharmaceutical Unit  Operations: A Control Strategy for Continuous Process Verification. Pharmaceutics, 13(6). https://doi.org/10.3390/pharmaceutics13060919
  • Kim, S. H., Han, S. H., Seo, D., & Kang, M. J. (2025). Evaluation of Prediction Models for the Capping and Breaking Force of Tablets Using Machine Learning Tools in Wet Granulation Commercial-Scale Pharmaceutical Manufacturing. Pharmaceuticals, 18(23), 1–13.
  • Krisanti, K. V, Abdulah, A. S., & Nugraha, D. (2022). Review : Kualifikasi Peralatan dan Mesin di Industri Farmasi. Farmaka, 20(3), 27–35.
  • Kristina, M., & Schmidt, A. H. (2018). Journal of Pharmaceutical and Biomedical Analysis Life cycle management of analytical methods. Journal of Pharmaceutical and Biomedical Analysis, 147, 506–517. https://doi.org/10.1016/j.jpba.2017.06.020
  • Liu, Z., Muzzio, F. J., & Callegari, G. (2023). Powder property change after passing through a feeder : The effect of electrostatics on powder flow. Powder Technology, 425(3), 1–11. https://doi.org/10.1016/j.powtec.2023.118532
  • Nessa, F., Khan, S. A., & Abu Shawish, K. Y. I. (2016). Lead, Cadmium and Nickel Contents of Some Medicinal Agents. Indian Journal of Pharmaceutical Sciences, 78(1), 111–119. https://doi.org/10.4103/0250-474X.180260
  • Pebrianti, A. S., Megantara, S., & Wijayanti, R. (2022). Tinjauan Critical Quality Attributes (CQA) Dan Critical Process Parameter (CPP) Sebagai Bagian Dari Pendekatan Quality By Design Dalam Proses Pengembangan Tablet Salut Selaput Film. Majalah Farmasetika, 7(4), 255–269.
  • Pharmaceutical Inspection Convention. (2015). PIC/S Annex 15 : Guide to Good Manufacturing Practice for Medicinal Products (Issue 4).
  • Raja, J. R., Kella, A., & Narayanasamy, D. (2024). The Essential Guide to Computer System Validation in the Pharmaceutical Industry. Cureus, 16(8), e67555. https://doi.org/10.7759/cureus.67555
  • Su, Q., Bommireddy, Y., Shah, Y., Ganesh, S., Moreno, M., Liu, J., Gonzalez, M., Yazdanpanah, N., O’Connor, T., Reklaitis, G. V, & Nagy, Z. K. (2019). Data reconciliation in the Quality-by-Design (QbD) implementation of  pharmaceutical continuous tablet manufacturing. International Journal of Pharmaceutics, 563, 259–272. https://doi.org/10.1016/j.ijpharm.2019.04.003
  • Todde, S., Peitl, P. K., Elsinga, P., Koziorowski, J., Ferrari, V., Ocak, E. M., Hjelstuen, O., & Patt, M. (2017). Guidance on Validation and Qualification of Processes and Operations involving Radiopharmaceuticals. EJNMMI Radiopharmacy and Chemistry, 2(8), 1–29. https://doi.org/10.1186/s41181-017-0025-9
  • Warrier, A. (2025). Automation in Pharmaceutical Quality Assurance: A Comprehensive Review. The Bombay Technologist, 146–161. https://doi.org/10.36664/bt/2024/v71i1/173217
  • Yang, S., Hu, X., Zhu, J., Zheng, B., Bi, W., Wang, X., Wu, J., Mi, Z., & Wu, Y. (2025). Aspects and Implementation of Pharmaceutical Quality by Design from Conceptual Frameworks to Industrial Applications. Pharmaceutics, 17(623), 1–24.
  • Zhou, Y., Li, H., Tse, E., & Sun, H. (2024). Metal-detection based techniques and their applications in metallobiology. Chemical Science, 15(27), 10264–10280. https://doi.org/10.1039/d4sc00108g

Ditulis oleh Mahasiswa Program Studi Profesi Apoteker Farmasi UNPAD, Sekar Arum

About farmasetika.com

Farmasetika.com (ISSN : 2528-0031) merupakan situs yang berisi informasi farmasi terkini berbasis ilmiah dan praktis dalam bentuk Majalah Farmasetika. Di situs ini merupakan edisi majalah populer. Sign Up untuk bergabung di komunitas farmasetika.com. Download aplikasi Android Majalah Farmasetika, Caping, atau Baca di smartphone, Ikuti twitter, instagram dan facebook kami. Terimakasih telah ikut bersama memajukan bidang farmasi di Indonesia.

Check Also

Pentingnya Digitalisasi Dokumen Dan Tantangan Dalam Proses Implementasinya Pada Industri Farmasi

Majalah Farmasetika – Digitalisasi dokumentasi menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung peningkatan mutu dan …

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses