Uji Klinik

Manipulasi Data Uji Klinik, WHO dan FDA Peringatkan Perusahaan Farmasi India

Manipulasi Data Uji Klinik, WHO dan FDA Peringatkan Perusahaan Farmasi India. Perkembangan industri farmasi yang begitu pesat di India ternyata menjadi perhatian serius bagi World Health Organization (WHO) dan Food Drug of Administration (FDA/BPOM-nya Amerika) terkait pemantauan di proses pengujian klinik untuk obat-obat barunya.

FDA pekan lalu memperingatkan jumlah obat yang cukup banyak dari perusahaan farmasi India dimana aplikasi data percobaan klinis yang disiapkan oleh sebuah organisasi penelitian kontrak India tidak akan diterima karena kekhawatiran tentang integritas data.

Melalui situs web resmi FDA satu hari setelah badan mengirim surat kepada Semler Research Center, yang berbasis di Bangalore, India, mengatakan bahwa pemeriksaan ditemukan “contoh signifikan dari kesalahan dan pelanggaran peraturan federal, termasuk substitusi dan manipulasi sampel subjek studi. “FDA memeriksa fasilitas Semler sebulan yang lalu.

Langkah ini dilakukan dua minggu setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan “Notice of Concern” untuk Semler untuk alasan yang sama. Secara khusus, WHO memeriksa server komputer perusahaan dan menemukan file spreadsheet yang berisi petunjuk rinci untuk memanipulasi sampel obat yang digunakan dalam uji klinis untuk klien. WHO telah melakukan inspeksi awal dan akhir pada tahun lalu.

“Manipulasi setidaknya lima studi dan hal ini menunjukkan sebagai praktek yang umum dilakukan,” tulis WHO. “WHO menjelaskan bahwa untuk menekan berbagai jenis manipulasi, beberapa anggota staf pada berbagai tingkatan dalam organisasi harus berkolaborasi dan koordinasi. Masalah ini sehingga tidak terbatas pada satu orang yang beroperasi di luar sistem manajemen mutu. ”

WHO mencatat bahwa Semler mengakui ada empat penelitian FDA dan studi WHO yang memiliki data yang dipertanyakan yang tidak dapat dijelaskan. Di antara perusahaan yang studi yang dikutip dalam pernyataan WHO baru-baru ini adalah Mylan Laboratories dan Lupin, salah satu pembuat obat terbesar di India. Informasi dari FDA tidak menyebutkan perusahaan obat secara rinci

Hal ini bukan terjadi sekali ini saja, tahun lalu, misalnya, Uni Eropa menangguhkan ratusan obat yang telah disetujui untuk digunakan berdasarkan regulator Eropa yang dikategorikan “cacat” studi yang dilakukan oleh GVK Biosciences, sebuah organisasi penelitian klinis yang berbasis di Hyderabad. Kejadian ini memicu protes tidak hanya dari pembuat obat tetapi pemerintah India, juga.

Sumber : https://www.statnews.com/ 

farmasetika.com

Farmasetika.com (ISSN : 2528-0031) merupakan situs yang berisi informasi farmasi terkini berbasis ilmiah dan praktis dalam bentuk Majalah Farmasetika. Di situs ini merupakan edisi majalah populer. Sign Up untuk bergabung di komunitas farmasetika.com. Download aplikasi Android Majalah Farmasetika, Caping, atau Baca di smartphone, Ikuti twitter, instagram dan facebook kami. Terimakasih telah ikut bersama memajukan bidang farmasi di Indonesia.

Share
Published by
farmasetika.com

Recent Posts

VELSIPITY, Obat Baru Terapi Radang Usus Besar Mengandung ETRASIMOD

Majalah Farmasetika - FDA melakukan penerimaan terhadap Velsipity dengan Active Pharmaceutical Ingredients Etrasimod sebagai terapi…

1 hari ago

EXXUA, Obat Baru Terapi Gangguan Depresi Mayor Mengandung Giperone

Majalah Farmasetika - FDA telah memberikan persetujuan terhadap tablet oral extended release dari Fabre-Kramer Pharmaceuticals…

3 hari ago

EXBLIFEP® Kombinasi Antibiotik Baru Terapi Infeksi Saluran Kemih dengan Komplikasi

Majalah Farmasetika - Badan Pengawas Obat dan Makanan USA-FDA pada tanggal 29 Februari 2024 telah…

6 hari ago

Salah Kaprah Nomenklatur D3 Apoteker dan Risiko Reduksi Profesi Kesehatan

Majalah Farmasetika - Kekeliruan nomenklatur “D3 Apoteker” tidak muncul secara tiba-tiba. Ia lahir dari irisan…

1 minggu ago

Konsep Aplikasi RME-APOTEK Komunitas: Transformasi Praktik Kefarmasian Menuju Pelayanan Klinis Terintegrasi

Majalah Farmasetika - apt. Sudarsono, M.Sc (Clin.Pharm) membuat catatan dalam bentuk e-book terkait Konsep Dasar…

2 minggu ago

TRYVIO™, Obat Hipertensi Resisten Golongan Antagonis Reseptor Endotelin Pertama yang disetujui oleh FDA

Majalah Farmasetika - Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular yang didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah sistolik/diastolik melebihi…

2 minggu ago