Berita

Ketua PP IAI : Apoteker Masa Kini Cerdas Berpraktek, Berprofesi dan Berorganisasi

Majalah Farmasetika (Ed.4/Juni 2016). Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI), Drs. Nurul Falah Eddy Pariang MM., Apt mengisi acara bertajuk “Ramadhan Klinik dan Buka Bersama” yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang IAI Kota Tasikmalaya kemarin (23/6) yang bertempat di hotel harmoni, Tasikmalaya.

Setelah sambutan dari ketua PC IAI Tasikmalaya Yanto Risyanto S.farm., Apt, Ketum PP IAI memberikan ceramah kefarmasian mengenai “Apoteker masa kini cerdas berpraktek, cerdas berprofesi, cerdas berorganisasi”. Dalam ceramah nya beliau memaparkan mengenai kondisi Apoteker kini yang masih belum banyak dikenal oleh masyarakat, walaupun sedikit demi sedikit masyarakat diwilayah tertentu sudah mulai mengerti siapa itu Apoteker, dengan jas prakteknya.

“Ini masih pe-er besar bagi kita semua untuk terjun langsung ke masyarakat, entah itu dalam praktek, harus dapat dirasakan langsung oleh masyarakat manfaatnya, seperti penurunan hingga menghilangkan DRP (drug relation problem) atau interaksi obat contohnya dengan membuat catatan penggunaan obat pasien setiap waktunya yang dipakai sebagai faktor pendukung pencegahan DRP yang kemudian bisa digunakan untuk dikonsultasikan kepada Apoteker dan hal tersebut merupakan salah satu upaya meningkatkan kepercayaan terhadap Apoteker.” Ujar Nurul Falah.

“Selain itu Apoteker harus dapat mengontrol penggunaan obat bukan sebagai komoditi biasa, tetapi obat adalah barang kesehatan. Adapun peran Apoteker dalam berorganisasi juga harus lebih banyak berperan aktif.” lanjutnya di acara yang terbuka untuk apoteker wilayah Tasikmalaya dan sekitarnya dengan tanpa dipungut biaya.

Kemudian beliau memaparkan Amar putusan MK atas judicial review pasal 108 hasil rancangan bersama dengan rekan tenaga kesehatan lainnya seperti dokter dan perawat, dimana obat diberikan oleh Apoteker. Adapun dapat diberikan oleh tenaga kesehatan lainnya seperti dokter, perawat, dan dokter gigi jika pasien ada dalam keadaan sangat darurat. Karena sebetulnya menerima pelayanan dari Apoteker langsung adalah merupakan hak setiap pasien yang perlu dipertanggungjawabkan.

pic : Melly Norika

Sementara itu di acara yang sama, Ketua Pengurus Daerah IAI Jawa Barat, Drs. Ali Mashuda MM., Apt. memberikan materi sosialisasi apoteker online. Apoteker online tersebut berbentuk applikasi berbasis online yang dapat diakses oleh perangkat komputer maupun telepon genggam.

“Aplikasi ini bertujuan untuk memberikan kemudahan, cepat, hemat, dan pasti dalam memenuhi segala keperluan Apoteker. Ini merupakan gebrakan baru dari IAI dalam menghadapi era baru guna memenuhi kebutuhan apoteker dalam memenuhi kewajibannya seperti mengurusi resertifikasi, mutasi, keanggotaan, hitung SKP.” Ujar Ali Mashuda.

Dalam menggunakan aplikasi ini perlu memperhatikan hal-hal seperti pemastian legalitas dokumen (STRA dan Serkom), Domisili (KTP), Data pendidikan, Data Pekerjaan, Data Organisasi. Semua data Apoteker yang sudah terekam dalam applikasi ini dapat memudahkan untuk kebutuhan seperti surat rekomendasi, karena data sudah ada contohnya mengurusi ijin untuk Apotek maka dari itu yang dibutuhkan adalah hanya surat perjanjian saja dari PSA. Namun, aplikasi ini masih dalam tahap penyempurnaan untuk dapat digunakan, www.apoteker.or.id

Oleh kontributor Melly Norika, S.Farm, Apt.

Melly Norika

Melly Norika, S.Farm, Apt. Lulus sarjana Farmasi dari Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran pada tahun 2013, dilanjutkan program profesi Apoteker di tempat yang sama.

Share
Published by
Melly Norika

Recent Posts

VELSIPITY, Obat Baru Terapi Radang Usus Besar Mengandung ETRASIMOD

Majalah Farmasetika - FDA melakukan penerimaan terhadap Velsipity dengan Active Pharmaceutical Ingredients Etrasimod sebagai terapi…

1 hari ago

EXXUA, Obat Baru Terapi Gangguan Depresi Mayor Mengandung Giperone

Majalah Farmasetika - FDA telah memberikan persetujuan terhadap tablet oral extended release dari Fabre-Kramer Pharmaceuticals…

3 hari ago

EXBLIFEP® Kombinasi Antibiotik Baru Terapi Infeksi Saluran Kemih dengan Komplikasi

Majalah Farmasetika - Badan Pengawas Obat dan Makanan USA-FDA pada tanggal 29 Februari 2024 telah…

6 hari ago

Salah Kaprah Nomenklatur D3 Apoteker dan Risiko Reduksi Profesi Kesehatan

Majalah Farmasetika - Kekeliruan nomenklatur “D3 Apoteker” tidak muncul secara tiba-tiba. Ia lahir dari irisan…

1 minggu ago

Konsep Aplikasi RME-APOTEK Komunitas: Transformasi Praktik Kefarmasian Menuju Pelayanan Klinis Terintegrasi

Majalah Farmasetika - apt. Sudarsono, M.Sc (Clin.Pharm) membuat catatan dalam bentuk e-book terkait Konsep Dasar…

2 minggu ago

TRYVIO™, Obat Hipertensi Resisten Golongan Antagonis Reseptor Endotelin Pertama yang disetujui oleh FDA

Majalah Farmasetika - Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular yang didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah sistolik/diastolik melebihi…

2 minggu ago