Ibuprofen bottle and tablets. Label is not real.; Shutterstock ID 173305823; Purchase Order: -
Farmasetika.com – Sebuah studi baru membuktikan bahwa konsumsi ibuprofen bisa menurunkan kesuburan di kalangan pria.
Konsumsi enam tablet obat ibuprofen setiap hari bisa mempengaruhi produksi hormon seks yang merupakan kunci kesuburan.
Selain itu, penggunaan obat penghilang rasa sakit dalam jangka waktu yang lama ini juga dapat menyebabkan disfungsi ereksi, kehilangan otot dan depresi yang menyebabkan dorongan seks berkurang.
Ilmuwan Denmark menemukan bahwa pria berusia antara 18 dan 35 tahun, mengalami kondisi disfungsi hormon seksual yang disebut hipogonadisme.
Hipogonadisme mempengaruhi hormon seks yang mengatur produksi testosteron. Kejadian ini juga sering ditemukan pada pria usia lanjut dan mereka yang memiliki gangguan reproduksi.
Orang-orang mengembangkan kondisi ini diketahui hanya sepertiga dari jangka waktu penelitian dengan empat minggu waktu penelitian yang tersisa dengan dosis ibuprofen 600mg dua kali sehari.
Tingkat hormon luteinising yang merangsang produksi testosteron meningkat saat pasien minum obat ibuprofen, akan tapi secara keseluruhan hormon testosteron turun.
Ilmuwan Universitas Kopenhagen menemukan 31 relawan tersebut pulih kembali ketika mereka berhenti minum obat penghilang rasa sakit ini. Kondisi sel testis juga telah diteliti di laboratorium.
Penemuan ini diyakini sebagai studi pertama dari jenisnya untuk menunjukkan bahwa ibuprofen dapat mempengaruhi kesehatan testis.
Periset memperingatkan bahwa tidak ada efek samping buruk dari pria yang menggunakan obat tersebut untuk mengatasi sakit kepala sesekali.
Namun, mereka yang beralih ke ibuprofen untuk manajemen nyeri jangka panjang, terutama pasien nyeri kronis, berisiko mengalami hipogonadisme.
Sumber : http://www.dailymail.co.uk/health/article-5247083/amp/Three-ibuprofen-tablets-lead-loss-sex-drive.html
Majalah Farmasetika - FDA melakukan penerimaan terhadap Velsipity dengan Active Pharmaceutical Ingredients Etrasimod sebagai terapi…
Majalah Farmasetika - FDA telah memberikan persetujuan terhadap tablet oral extended release dari Fabre-Kramer Pharmaceuticals…
Majalah Farmasetika - Badan Pengawas Obat dan Makanan USA-FDA pada tanggal 29 Februari 2024 telah…
Majalah Farmasetika - Kekeliruan nomenklatur “D3 Apoteker” tidak muncul secara tiba-tiba. Ia lahir dari irisan…
Majalah Farmasetika - apt. Sudarsono, M.Sc (Clin.Pharm) membuat catatan dalam bentuk e-book terkait Konsep Dasar…
Majalah Farmasetika - Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular yang didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah sistolik/diastolik melebihi…