Editorial

Inilah 5 Tokoh Kartini Apoteker Zaman Now yang Patut Diteladani

farmasetika.com – Editorial. Tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini, bertepatan dengan hari lahirnya Raden Adjeng Kartini atau sebenarnya lebih tepat disebut Raden Ayu Kartini pada 21 April 1879.

Raden Ayu Kartini adalah seorang tokoh Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia dan dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi. Kartini merupakan sosok pelopor bagi wanita yang telah berusaha untuk mengangkat derajat wanita menjadi lebih baik lagi.

Redaksi farmasetika.com mengumpulkan beberapa tokoh perempuan Indonesia yang berhasil mengangkat derajat profesi apoteker menjadi lebih dicintai masyarakat. Berikut adalah 5 tokoh kartini apoteker zaman now versi Majalah Farmasetika.

Nurhayati Subakat

Nurhayati Subakat merupakan salah satu dari sekian banyak pengusaha wanita sukses Indonesia. Beliau merupakan pendiri sekaligus pemilik merk kosmetik terkenal yaitu Wardah Cosmetics. Saat ini Nuhayati Subakat merupakan CEO dari PT Paragon Technology and Innovation, sebuah perusahaan yang mengelola merk kosmetik Wardah, Make Over, dan perawatan rambut Putri dan IX.

pic : okezone.com

Nurhayati merupakan putri kedua dari delapan bersaudara yang berasal dari Minangkabau. Ia menghabiskan masa kecilnya di kota kelahiran, Padang Panjang. Seusai menamatkan sekolah Diniyah Putri, ia kemudian pindah ke Padang. Disini, sambil bersekolah ia juga membantu usaha orang tuanya. Setelah itu ia melanjutkan pendidikannya di Jurusan Farmasi, Institut Teknologi Bandung.

Nurhayati memulai kariernya sebagai apoteker di Rumah Sakit Umum Padang. Kemudian ia pindah ke Jakarta dan bekerja di perusahaan kosmetik Wella, sebagai staf quality control. Dari sinilah ia mencoba berinsiatif untuk berbisnis sendiri. Pada tahun 1985, ia memulai usahanya dari industri rumahan dengan memproduksi sampo bermerek Putri. Sukses membesut produk pertama, ia mendirikan pabrik di Cibodas dan Tangerang. Selain sampo, kini produk-produknya juga mencakup perawatan kulit, dan perlengkapan make-up.

Dr. Keri Lestari Dandan, M.Si., Apt.

Keri Lestari adalah seorang peneliti dan dosen Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran yang saat ini menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Riset, Pengabdian Kepada Masyarakat, Kerja Sama, Inovasi, dan Usaha Universitas Padjadjaran. Keri Lestari saat ini juga tercatat sebagai ketua Kolegium Ilmu Farmasi Indonesia (KIFI).

Pic : viva.co.id

Keri Lestari adalah pemegang hak paten pembuatan dan penggunaan ekstrak biji pala (Myristica fragrans Hout) sebagai anti hiperglikemik untuk obat anti diabetes pada pasien diabetes tipe 2, dan hak paten sedian bahan untuk obat anti dislipidemik menggunakan ekstrak biji pala (Myristica fragrans .Hout) dan metode pembuatannya. Baru-baru ini telah meluncurkan produk Teh Dia yang manis tetapi aman untuk penderita diabates.

Selain itu, obat diabetes yang berasal dari ekstrak Biji Pala dengan nama Glucopala akan segera diproduksi massal oleh Kimia Farma.

Meski belum masuk dalam ranah penyembuhan diabetes, Glucopala temuan Keri diklaim mampu menurunkan gula darah dan antidislipidemik (mengendalikan kondisi lipid).

Artinya, penderita diabetes yang biasanya harus mengonsumsi dua obat untuk fungsi yang berbeda, menurunkan kadar gula darah dan mengendalikan lemak serta kolesterol, dengan obat ini maka hanya butuh mengkonsumsi satu obat, Glucopala.

Glucopala saat ini memasuki uji klinis ke manusia dibawah pengawasan dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) . Jika sudah diluncurkan, ini akan menjadi obat dual agonis PPAR ganda pertama herbal dari Indonesia.

Tidak hanya itu, baru-baru ini telah meluncurkan produk Teh Dia yang merupakan teh alami tanpa rasa ketar yang biasanya melekat pada herbal stevia. Stevia berpotensi untuk antidiabetes dan dapat mencegah penyakit diabetes melitus.

Prof Zullies Ikawati

Ibu dari 4 orang anak ini lulus dari program S1 Farmasi di Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta pada tahun 1992 dan Apoteker pada tahun 1993. Gelar doktor bidang Farmakologi diraihnya pada tahun 2001 dari Ehime University School of Medicine, Japan. Prof Zullies saat ini sebagai Dosen Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada.

Pic : https://zulliesikawati.wordpress.com

Cita-citanya sejak kecil berhasil diwujudkannya dengan menyandang gelar Guru Besar alias Profesor di bidang Farmakologi dan Farmasi Klinik di usia 40 tahun pada 1 Oktober 2008. Sejak itupulalah mulai rajin menulis di blognya.

Jumlah publikasi ilmiahnya sudah tidak terhitung saking banyak publikasinya. Hingga saat ini 5 buku hasil karyanya sudah tersebar di toko-toko buku, seperti Farmakologi Molekuler (ed 2014), Cerdas Mengenali Obat (2010), Resep Hidup Sehat (2010), Farmakoterapi Penyakit Sistem Syaraf Pusat (2011), dan Penyakit Sistem pernafasan dan tatalaksana terapinya (2011).

Selain aktif menjadi blogger dan penulis buku, Prof Zullies juga aktif menjadi narasumber baik di media massa, seminar nasional maupun internasional.

Diana Anggraini

Diana adalah seorang sarjana farmasi yang juga Apoteker dari Universitas Padjajaran. Diana memulai bisnisnya pada akhir tahun 2011. Berawal dari keyakinannya yang kuat bahwa pangsa pasar kosmetik di Indonesia sangatlah besar dan lebih menjanjikan bila dibandingkan dengan hanya menjalani profesi Apoteker diklinik, lalu Diana dengan segala kelebihan dan kecerdasannya lebih memilih meninggalkan pekerjaaannya disebuah perusahaan kosmetik untuk fokus membangun usahanya sendiri yang juga memproduksi kosmetik.

Pic : SINDOnews

Dengan latar belakang pendidikan farmasi dan Apoteker yang dimiliki Diana tentunya mempunyai banyak pengetahuan tentang bagaimana menciptakan suatu formula yang nantinya akan dijadikan sebagai kosmetik. Selain kecerdasan yang dimiliki, yang turut menunjang semangat dan ketrampilan Diana dalam membuat formula kosmetik dan lalu memasarkannya tentulah pengalaman Diana sebagai Apoteker penanggung jawab pada divisi riset dan pengembangan produk disalah satu perusahaan kosmetik yang ada dikota Bandung. Walau hanya 3,5 tahun menduduki posisi diperusahaan kosmetik itu tetapi Diana benar – benar memaksimalkan waktunya untuk mempelajari segala hal yang berkaitan dengan produksi kosmetik dan lalu menerapkannya diperusahaan yang dia dirikan dikemudian hari nanti.

EnvyMe, yang diartikan sebagai “iri kepadaku” dijadikan merk dagang kosmetik yang diproduksi oleh Diana dibawah CV Kosmetika Sari Adikarya. Saat ini pencapaian Diana dengan produk EnviMe nya sungguh luar biasa. EnvyMe saat ini berkembang lebih pesat dari perkiraan awal Diana. Dengan melakukan promosi secara online omzet penjualan produk – produk EnvyMe terus meningkat dan semakin diminati wanita baik remaja maupun dewasa. Diana pun kerap rajin menggunakan vlog untuk digunakan sebagai media promosi bagi EnvyMe.

Wina Wulandari

Seorang ibu yang juga bersuamikan Apoteker ini mantap menjalankan usaha Apotek sejak tahun 2005. Apotek Griya Farma pertama didirikan pada tanggal 1 September 2005 di Komplek Griya Bandung Indah Blok A-2 No.6-D Bandung.

pic : plasafranchise.com

Wina fokus terjun ke dunia perapotekan tidak asal membuat Apotek layaknya yang ada saat ini. Dia berinovasi dengan membuat keunikan dalam menyediakan obat-obatan yang lengkap dengan harga terjangkau, konsep semi swalayan yang modern, adanya layanan antar dan konsultasi gratis.

Tahun 2013 mulai resmi difranchisekan dan mulai perdana mengikuti pameran franchise. Dari sinilah awal mulanya Apotek Griya Farma tersebar bukan hanya di Kota Bandung. Kini 22 outlet tersebar di Jabodetabek, Medan dan Semarang.

Sumber :

https://www.biografiku.com/2016/12/biografi-dan-profil-nurhayati-subakat-isah-sukses-pemilik-wardah-kosmetik.html

https://id.wikipedia.org/wiki/Nurhayati_Subakat

https://lifestyle.okezone.com/read/2018/03/14/194/1872784/rahasia-nurhayati-subakat-bangun-kerajaan-bisnis-produk-kecantikan

https://www.viva.co.id/indepth/sorot/615286-keri-lestari-dandan-harapan-baru-penderita-diabetes

https://www.kompasiana.com/kusnoharyanto/5a7d06a516835f733262f6a2/inilah-3-srikandi-apoteker-indonesia

http:// bidhuan.id/kisah-inspiratif-edukasi/38200/prof-zullies-ikawati-blogger-dan-penulis-buku-farmasi-yang-patut-dicontoh/

http://jabar.tribunnews.com/2018/04/05/tim-peneliti-fakultas-farmasi-unpad-resmi-meluncurkan-teh-manis-alami-anti-diabetes

farmasetika.com

Farmasetika.com (ISSN : 2528-0031) merupakan situs yang berisi informasi farmasi terkini berbasis ilmiah dan praktis dalam bentuk Majalah Farmasetika. Di situs ini merupakan edisi majalah populer. Sign Up untuk bergabung di komunitas farmasetika.com. Download aplikasi Android Majalah Farmasetika, Caping, atau Baca di smartphone, Ikuti twitter, instagram dan facebook kami. Terimakasih telah ikut bersama memajukan bidang farmasi di Indonesia.

Share
Published by
farmasetika.com

Recent Posts

VELSIPITY, Obat Baru Terapi Radang Usus Besar Mengandung ETRASIMOD

Majalah Farmasetika - FDA melakukan penerimaan terhadap Velsipity dengan Active Pharmaceutical Ingredients Etrasimod sebagai terapi…

1 hari ago

EXXUA, Obat Baru Terapi Gangguan Depresi Mayor Mengandung Giperone

Majalah Farmasetika - FDA telah memberikan persetujuan terhadap tablet oral extended release dari Fabre-Kramer Pharmaceuticals…

3 hari ago

EXBLIFEP® Kombinasi Antibiotik Baru Terapi Infeksi Saluran Kemih dengan Komplikasi

Majalah Farmasetika - Badan Pengawas Obat dan Makanan USA-FDA pada tanggal 29 Februari 2024 telah…

6 hari ago

Salah Kaprah Nomenklatur D3 Apoteker dan Risiko Reduksi Profesi Kesehatan

Majalah Farmasetika - Kekeliruan nomenklatur “D3 Apoteker” tidak muncul secara tiba-tiba. Ia lahir dari irisan…

1 minggu ago

Konsep Aplikasi RME-APOTEK Komunitas: Transformasi Praktik Kefarmasian Menuju Pelayanan Klinis Terintegrasi

Majalah Farmasetika - apt. Sudarsono, M.Sc (Clin.Pharm) membuat catatan dalam bentuk e-book terkait Konsep Dasar…

2 minggu ago

TRYVIO™, Obat Hipertensi Resisten Golongan Antagonis Reseptor Endotelin Pertama yang disetujui oleh FDA

Majalah Farmasetika - Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular yang didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah sistolik/diastolik melebihi…

2 minggu ago