Categories: Edukasi

Uni Eropa Larang Penggunaan Krim Estradiol Lebih dari 4 Minggu

Farmasetika.com – Komite Penilaian Risiko Farmakovigilans Badan Obat Eropa (Pharmacovigilance Risk Assessment Committee/PRAC) merekomendasikan pembatasan penggunaan krim kekuatan tinggi yang mengandung estradiol 100 μg / g (0,01%) pada periode pengobatan tunggal tidak lebih dari 4 minggu.

Alasan untuk rekomendasi ini adalah untuk menurunkan risiko efek samping, seperti pembekuan darah, stroke, dan jenis kanker tertentu, yang dapat dihasilkan dari penyerapan estradiol ke dalam aliran darah dari krim intravaginal yang digunakan untuk menghilangkan gejala atrofi vagina pada wanita pascamenopause.

Rekomendasi tersebut muncul dalam sorotan dari pertemuan PRAC yang diadakan dari 30 September hingga 3 Oktober.

Komisi Eropa meminta peninjauan, yang dimulai pada bulan April 2019, setelah putusan oleh Pengadilan Uni Eropa yang sebagian membatalkan kesimpulan dari tinjauan PRAC sebelumnya dari obat-obatan ini pada tahun 2014 atas dasar prosedur.

Pengadilan Kehakiman menerima kesimpulan ilmiah; Namun, pembatalan parsial ini membatalkan beberapa langkah yang diterapkan untuk mengurangi risiko.

Rekomendasi PRAC mengikuti pertimbangan semua data keamanan dan kemanjuran yang tersedia pada krim yang mengandung estradiol berkekuatan tinggi, termasuk jumlah hormon dalam darah.

“Data ini menunjukkan bahwa pada wanita pascamenopause yang menggunakan krim ini, kadar estradiol dalam darah lebih tinggi daripada kadar pascamenopause yang normal,” menurut sebuah pernyataan (7/10/2019).

Rekomendasi baru akan ditambahkan ke informasi resep untuk krim estradiol ini di Amerika Serikat, bersama dengan peringatan bahwa digunakan untuk tidak lebih dari satu periode perawatan tidak lebih dari 4 minggu. Peringatan ini akan ada pada kemasan luar dan dalam, dan ukuran tabung tidak akan lebih besar dari 25 g untuk mencegah penggunaan lebih lama dari yang disarankan.

Estradiol adalah obat untuk meringankan gejala menopause, seperti vagina kering dan iritasi vagina, yang timbul akibat menurunnya kadar hormon estrogen yang diproduksi oleh indung telur. Estradiol merupakan estrogen sintetis yang berfungsi menggantikan estrogen alami yang produksinya turun dalam tubuh.

Sumber : EU Panel: Don’t Use Estradiol Creams for Longer Than 4 Weeks. https://www.medscape.com/viewarticle/919501

farmasetika.com

Farmasetika.com (ISSN : 2528-0031) merupakan situs yang berisi informasi farmasi terkini berbasis ilmiah dan praktis dalam bentuk Majalah Farmasetika. Di situs ini merupakan edisi majalah populer. Sign Up untuk bergabung di komunitas farmasetika.com. Download aplikasi Android Majalah Farmasetika, Caping, atau Baca di smartphone, Ikuti twitter, instagram dan facebook kami. Terimakasih telah ikut bersama memajukan bidang farmasi di Indonesia.

Share
Published by
farmasetika.com

Recent Posts

VELSIPITY, Obat Baru Terapi Radang Usus Besar Mengandung ETRASIMOD

Majalah Farmasetika - FDA melakukan penerimaan terhadap Velsipity dengan Active Pharmaceutical Ingredients Etrasimod sebagai terapi…

1 hari ago

EXXUA, Obat Baru Terapi Gangguan Depresi Mayor Mengandung Giperone

Majalah Farmasetika - FDA telah memberikan persetujuan terhadap tablet oral extended release dari Fabre-Kramer Pharmaceuticals…

3 hari ago

EXBLIFEP® Kombinasi Antibiotik Baru Terapi Infeksi Saluran Kemih dengan Komplikasi

Majalah Farmasetika - Badan Pengawas Obat dan Makanan USA-FDA pada tanggal 29 Februari 2024 telah…

7 hari ago

Salah Kaprah Nomenklatur D3 Apoteker dan Risiko Reduksi Profesi Kesehatan

Majalah Farmasetika - Kekeliruan nomenklatur “D3 Apoteker” tidak muncul secara tiba-tiba. Ia lahir dari irisan…

1 minggu ago

Konsep Aplikasi RME-APOTEK Komunitas: Transformasi Praktik Kefarmasian Menuju Pelayanan Klinis Terintegrasi

Majalah Farmasetika - apt. Sudarsono, M.Sc (Clin.Pharm) membuat catatan dalam bentuk e-book terkait Konsep Dasar…

2 minggu ago

TRYVIO™, Obat Hipertensi Resisten Golongan Antagonis Reseptor Endotelin Pertama yang disetujui oleh FDA

Majalah Farmasetika - Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular yang didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah sistolik/diastolik melebihi…

2 minggu ago