Farmasetika.com – Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran (Unpad) dan PT. Lawsim Zecha berkomitmen menjalankan program edukasi peningkatan kompetensi apoteker di bidang farmasi industri agar lebih siap bekerja di perusahaan farmasi.
Farmasi Unpad melalui Departemen Farmasetika dan Teknologi Farmasi (FTF) bekerjasama dengan Pusat Studi Penemuan dan Pengembangan Produk Obat pada tahun 2020 ini akan menjalankan program peningkatan kompetensi farmasi industri menggunakan fasilitas laboratorium sentral Unpad.
Sedangkan suplier dan distributor bahan baku farmasi, PT. Lawsim Zecha, menggandeng PT. Shin-Etsu Japan sebagai perusahaan bahan baku yang mengembangkan dan memproduksi berbagai bahan polimer.
Rudi Hardianto, S.Si., Apt., Technical and Marketing Advisor PT. Lawsim Zecha, memilih Farmasi Unpad memiliki alasan khusus.
“Unpad memiliki fasilitas teknologi farmasi dan pengujian yang lengkap sehingga Shin Etsu memilih untuk dijadikan project jangka panjang untuk edukasi aplikasi teknologi ke calon pengguna di Perusahaan Farmasi yang nantinya bisa lebih baik lagi.” Ujar Rudi dihubungi lewat ponsel (22/2/2020).
Bukan hanya Farmasi Unpad, Rudi memaparkan bahwa Fakultas Farmasi Universitas Pancasila juga dipilih sebagai perwakilan dari Universitas Swasta yang sudah berdiri lama dan mempunyai keinginan tinggi untuk mengembangkan teknologi farmasi.
“Kedua Universitas tersebut Insya Allah akan dijadikan tempat untuk Seminar Nasional di akhir tahun ini paling lambat di tahu 2021” lanjut Rudi.
Sementara itu, Kepala Departemen FTF Farmasi Unpad, Dr. Sriwidodo, M.Si,.Apt, berharap dengan program kolaborasi ini diharapkan kompetensi di bidang RnD, produksi, QA, dan bidang-bidang lain yang semakin berkembang, akan semakin meningkat, baik untuk mahasiswa maupun praktisi.
“Peningkatan kompetensi farmasi industri perlu ditingkatkan karena didorong oleh semakin tingginya kebutuhan industri Farmasi akan lulusan apoteker maupun magister yg mampu menyelesaikan berbagai masalah yg dinamis di dunia industri.” Ujar Sriwidodo ditemui di kantornya (22/2/2020).
“Kegiatan tersebut dalam bentuk penelitian kerjasama industri, workshop, dan seminar.” Lanjutnya.
Kegiatan edukasi diawali dengan pelaksanaan teknikal seminar pada tgl 24 Februari 2020 dengan topik polimer untuk formulasi farmasi dengan para trainer didatangkan langsung dari Jepang.
“Workshop dalam bentuk technical seminar terkait polimer untuk formulasi farmasetika akan dilaksanakan di Laboratorium Sentral, Universitas Padjadjaran yang memiliki alat-alat produksi dan evaluasi skala pilot untuk sediaan solid.” Tutur Sriwidodo.
“Dengan kolaborasi ini, diharapkan fakultas farmasi unpad turut berperan aktif dalam meningkatkan kompetensi farmasi, khususnya di bidang farmasi industri.” Tutupnya.
Majalah Farmasetika - FDA melakukan penerimaan terhadap Velsipity dengan Active Pharmaceutical Ingredients Etrasimod sebagai terapi…
Majalah Farmasetika - FDA telah memberikan persetujuan terhadap tablet oral extended release dari Fabre-Kramer Pharmaceuticals…
Majalah Farmasetika - Badan Pengawas Obat dan Makanan USA-FDA pada tanggal 29 Februari 2024 telah…
Majalah Farmasetika - Kekeliruan nomenklatur “D3 Apoteker” tidak muncul secara tiba-tiba. Ia lahir dari irisan…
Majalah Farmasetika - apt. Sudarsono, M.Sc (Clin.Pharm) membuat catatan dalam bentuk e-book terkait Konsep Dasar…
Majalah Farmasetika - Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular yang didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah sistolik/diastolik melebihi…