Regulasi

Algoritma Baru Dapat Mendeteksi Apotek Online Ilegal

Majalah Farmasetika – Algoritme baru mungkin dapat mendeteksi apotek daring terlarang yang mungkin menyediakan obat di bawah standar kepada pelanggan dan masalah lainnya, menurut sebuah studi baru yang diterbitkan dalam Journal of Medical Internet Research.

Menurut penelitian, konsumen diprediksi akan menghabiskan lebih dari $ 100 miliar di apotek online di tahun-tahun mendatang, namun, tanpa kontrol kualitas yang tepat, apotek online ilegal dapat memanfaatkan pasien yang rentan.

Apotek ini tidak hanya memberikan ancaman komersial, tetapi sering menjual obat di bawah standar dan palsu, menurut penelitian tersebut. Beberapa bahkan mungkin memberikan obat-obatan berbahaya dan adiktif, seperti opioid, tanpa resep, catat para peneliti.

Sebuah tim dari Pennsylvania State University merancang model komputer untuk membantu menyingkirkan apotek yang substandar dengan melihat beberapa atribut utama. Peneliti menentukan bahwa mengidentifikasi hubungan antara apotek dan situs lain sangat penting dalam menentukan apakah apotek itu sah atau tidak.

Ada antara 32.000 hingga 35.000 apotek online, hingga 75% di antaranya tidak sah, menurut penelitian tersebut. Skala masalahnya bukan satu-satunya masalah, karena apotek ini juga sangat dinamis. Sekitar 20 apotek ini datang dan pergi setiap hari, kata para peneliti.

Sebagian besar konsumen kurang menyadari prevalensi dan bahaya situs-situs terlarang ini. Para peneliti menemukan bahwa jika apotek terutama dijangkau melalui situs web rujukan yang sebagian besar tertaut atau merujuk ke apotek terlarang, kemungkinan besar apotek tersebut tidak sah.

“Ada beberapa masalah dengan apotek online ilegal, Salah satunya adalah mereka mungkin memasukkan konten yang buruk ke dalam kapsul, dan masalah lainnya adalah mereka mungkin mengurangi kandungan obat, jadi, misalnya, daripada meminum 200 miligram obat, the pelanggan hanya mengonsumsi 100 miligram — dan mereka mungkin tidak pernah menyadarinya, ”Soundar Kumara, PhD, Allen E. Pearce dan profesor Teknik Industri Allen M. Pearce, mengatakan dalam siaran pers.

Algoritme tersebut berpotensi dapat digunakan oleh lembaga pemerintah, pembuat kebijakan, dan kelompok advokasi pasien untuk membantu mengidentifikasi, memantau, dan menyingkirkan apotek online terlarang. Ini juga dapat digunakan untuk membantu mendidik dan menginformasikan konsumen, penulis penelitian menyimpulkan.

Sumber : Algorithm aims to alert consumers before they use illicit online pharmacies (Press release) Centre County, PA, August 28, 2020, ScienceDaily, Accessed September 1, 2020

farmasetika.com

Farmasetika.com (ISSN : 2528-0031) merupakan situs yang berisi informasi farmasi terkini berbasis ilmiah dan praktis dalam bentuk Majalah Farmasetika. Di situs ini merupakan edisi majalah populer. Sign Up untuk bergabung di komunitas farmasetika.com. Download aplikasi Android Majalah Farmasetika, Caping, atau Baca di smartphone, Ikuti twitter, instagram dan facebook kami. Terimakasih telah ikut bersama memajukan bidang farmasi di Indonesia.

Share
Published by
farmasetika.com

Recent Posts

VELSIPITY, Obat Baru Terapi Radang Usus Besar Mengandung ETRASIMOD

Majalah Farmasetika - FDA melakukan penerimaan terhadap Velsipity dengan Active Pharmaceutical Ingredients Etrasimod sebagai terapi…

1 hari ago

EXXUA, Obat Baru Terapi Gangguan Depresi Mayor Mengandung Giperone

Majalah Farmasetika - FDA telah memberikan persetujuan terhadap tablet oral extended release dari Fabre-Kramer Pharmaceuticals…

3 hari ago

EXBLIFEP® Kombinasi Antibiotik Baru Terapi Infeksi Saluran Kemih dengan Komplikasi

Majalah Farmasetika - Badan Pengawas Obat dan Makanan USA-FDA pada tanggal 29 Februari 2024 telah…

6 hari ago

Salah Kaprah Nomenklatur D3 Apoteker dan Risiko Reduksi Profesi Kesehatan

Majalah Farmasetika - Kekeliruan nomenklatur “D3 Apoteker” tidak muncul secara tiba-tiba. Ia lahir dari irisan…

1 minggu ago

Konsep Aplikasi RME-APOTEK Komunitas: Transformasi Praktik Kefarmasian Menuju Pelayanan Klinis Terintegrasi

Majalah Farmasetika - apt. Sudarsono, M.Sc (Clin.Pharm) membuat catatan dalam bentuk e-book terkait Konsep Dasar…

2 minggu ago

TRYVIO™, Obat Hipertensi Resisten Golongan Antagonis Reseptor Endotelin Pertama yang disetujui oleh FDA

Majalah Farmasetika - Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular yang didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah sistolik/diastolik melebihi…

2 minggu ago