Berita

Viral di TikTok, PP IAI Keberatan Petugas Farmasi Disebut Terlibat Kasus Tes Antigen Bekas

Majalah Farmasetika – Pasca viralnya video TikTok salah satu stasiun TV berita Nasional berjudul “Gunakan Tes Antigen Bekas, 6 Petugas Farmasi Ditangkap”. Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI) mengirimkan surat resmi perihal keberatan penyebutan petugas Farmasi dalam kasus tes antigen bekas pada tanggal 29 April 2021 yang ditujukan langsung kepada Kepala Peliputan stasiun TV tersebut.

Dalam suratnya, PP IAI menjelaskan bahwa di dalam Peraturan Pemerintah No.51 tahun 2009 tetang Pekerjaan Kefarmasian, Pasal 1 ayat (3) menyebutkan bahwa Tenaga Kefarmasian adalah tenaga yang melakukan Pekerjaan Kefarmasian yang terdiri atas Apoteker dan Tenaga Teknis Kefarmasian. Selanjutnya pada ayat (5) menyebutkan bahwa Apoteker adalah sarjana farmasi yang telah lulus sebagai Apoteker dan telah mengucapkan sumpah jabatan Apoteker. Dalam kewenangannya, Apoteker tidak memiliki tugas atau fungsi dalam pengambilan sampel untuk kepentingan pemeriksaan laboratorium.

Surat PP IAI yang beredar di pesan berantai menyebutkan bahwa 6 petugas yang ditangkap plolisi berkaitan dengan kasus tersebut bukanlah petugas farmasi. Video TikTok salah satu stasiun televisi Nasional yang menyebutkan tertangkapnya 6 petugas farmasi beredar viral dan mendapat banyak komentar netizen sangat merugikan nama baik dan profesi Apoteker di Indonesia.

Dalam akhir suratnya ditegaskan bahwa IAI sebagai organisasi yang membawahi 80.000 Apoteker di Indonesia menyatakan sangat keberatan dengan beredaranya video TikTOk tersebut dan mendesak segera menurunkan video tersebut dan mengklarifikasi kesalahannya.

Surat ini ditandatangani langsung oleh Ketua Umum PP IAI, apt. Drs. Nurul Falah Eddy Pariang, beserta Sekjen PP IAI, apt. Noffendri, SSi.

Penelusuran redaksi (30/4/2021), video TikTok sudah tidak beredar dan digantikan dengan judul “Gunakan tes Antigen Bekas, 6 Oknum Petugas Kimia Farma Ditangkap”.

farmasetika.com

Farmasetika.com (ISSN : 2528-0031) merupakan situs yang berisi informasi farmasi terkini berbasis ilmiah dan praktis dalam bentuk Majalah Farmasetika. Di situs ini merupakan edisi majalah populer. Sign Up untuk bergabung di komunitas farmasetika.com. Download aplikasi Android Majalah Farmasetika, Caping, atau Baca di smartphone, Ikuti twitter, instagram dan facebook kami. Terimakasih telah ikut bersama memajukan bidang farmasi di Indonesia.

Share
Published by
farmasetika.com

Recent Posts

VELSIPITY, Obat Baru Terapi Radang Usus Besar Mengandung ETRASIMOD

Majalah Farmasetika - FDA melakukan penerimaan terhadap Velsipity dengan Active Pharmaceutical Ingredients Etrasimod sebagai terapi…

23 jam ago

EXXUA, Obat Baru Terapi Gangguan Depresi Mayor Mengandung Giperone

Majalah Farmasetika - FDA telah memberikan persetujuan terhadap tablet oral extended release dari Fabre-Kramer Pharmaceuticals…

2 hari ago

EXBLIFEP® Kombinasi Antibiotik Baru Terapi Infeksi Saluran Kemih dengan Komplikasi

Majalah Farmasetika - Badan Pengawas Obat dan Makanan USA-FDA pada tanggal 29 Februari 2024 telah…

6 hari ago

Salah Kaprah Nomenklatur D3 Apoteker dan Risiko Reduksi Profesi Kesehatan

Majalah Farmasetika - Kekeliruan nomenklatur “D3 Apoteker” tidak muncul secara tiba-tiba. Ia lahir dari irisan…

1 minggu ago

Konsep Aplikasi RME-APOTEK Komunitas: Transformasi Praktik Kefarmasian Menuju Pelayanan Klinis Terintegrasi

Majalah Farmasetika - apt. Sudarsono, M.Sc (Clin.Pharm) membuat catatan dalam bentuk e-book terkait Konsep Dasar…

2 minggu ago

TRYVIO™, Obat Hipertensi Resisten Golongan Antagonis Reseptor Endotelin Pertama yang disetujui oleh FDA

Majalah Farmasetika - Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular yang didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah sistolik/diastolik melebihi…

2 minggu ago