Categories: BeritaSediaan Farmasi

Uji Klinis Sukses, Booster COVID-19 Bivalen Moderna Dirilis Pertengahan 2022

Majalah Farmasetika – Kandidat penguat COVID-19 bivalen pertama dari Moderna, mRNA-1273.211, menunjukkan titer penetral yang lebih unggul dibandingkan dengan vaksin mRNA-1273 terhadap semua varian yang menjadi perhatian, termasuk Omicron, menurut pembaruan klinis baru.

Kandidat vaksin booster mencakup mutasi yang ditemukan pada varian Beta yang menjadi perhatian, beberapa di antaranya telah bertahan dalam varian yang lebih baru, seperti varian Omicron. Menurut peneliti, dosis booster 50 g vaksin menunjukkan keunggulan terhadap varian Beta, Delta, dan Omicron yang menjadi perhatian 1 bulan setelah vaksinasi, dengan keunggulan berlanjut 6 bulan setelah pemberian untuk varian Beta dan Omicron yang menjadi perhatian.

Lebih lanjut, dosis booster 50 g dengan mRNA-1273.211 umumnya ditoleransi dengan baik dengan profil reaktogenisitas yang sebanding dengan dosis 50 g vaksin mRNA-1273.

“Kami senang dengan data ini untuk kandidat booster bivalen pertama kami, mRNA-1273.211,” kata Stephane Bancel, CEO Moderna, dalam siaran pers.

“Kami percaya bahwa hasil ini memvalidasi strategi bivalen kami, yang kami umumkan dan mulai kejar pada Februari 2021. Hasilnya menunjukkan bahwa mRNA-1273.211 pada tingkat dosis 50 g menginduksi respons antibodi yang lebih tinggi daripada booster mRNA-1273 50 g, bahkan ketika varian tambahan yang menjadi perhatian tidak termasuk dalam vaksin booster.” lanjutnya.

Moderna sedang mengembangkan kandidat penguat yang diperbarui untuk mengatasi SARS-CoV-2 karena terus berkembang, termasuk kandidat monovalen dan bivalen yang menargetkan berbagai varian yang menjadi perhatian. Fokus utama para peneliti adalah pada pendekatan penguat bivalen untuk mempertahankan titer antibodi penetralisir tinggi sambil meningkatkan luasnya kekebalan terhadap varian.

Moderna memiliki beberapa kandidat penguat bivalen yang telah dievaluasi hingga saat ini:

Kandidat mRNA-1273.211 memiliki 9 mutasi protein lonjakan dan didasarkan pada varian Beta. Ia juga memiliki 4 mutasi yang ada dalam varian Omicron yang menjadi perhatian.Kandidat mRNA-1273.214 memiliki 32 mutasi protein lonjakan dan didasarkan pada varian Omicron. Ia juga memiliki 32 mutasi yang ada dalam varian Omicron yang menjadi perhatian.

Kriteria imunogenisitas superior untuk mRNA-1273.211 memenuhi tujuan perusahaan untuk kandidat penguat bivalen yang dimodifikasi. Ada peningkatan 2,20 kali lipat dan 2,15 kali lipat dalam titer antibodi penetralisir terhadap varian Omicron dengan dosis booster mRNA-1273,211 dibandingkan dengan dosis booster mRNA-1273 masing-masing pada 1 bulan dan 6 bulan.

Kandidat booster umumnya ditoleransi dengan baik pada 300 peserta studi yang menerima dosis 50 g dan 595 peserta yang menerima dosis 100 g kandidat vaksin. Dosis booster 50 g memiliki insiden yang sama dari reaksi merugikan yang diminta dan reaksi merugikan yang tidak diinginkan seperti halnya booster mRNA-1273 resmi.

Secara keseluruhan, hasil ini menunjukkan bahwa mRNA-1273.211 pada tingkat dosis 50 g menginduksi respons antibodi yang lebih tinggi daripada penguat mRNA-1273 50 g, bahkan ketika varian tidak termasuk dalam vaksin penguat, menurut Moderna. Prototipe ini dan kandidat vaksin booster Omicron Moderna (mRNA-1273.214) saat ini sedang dievaluasi dalam studi fase 2/3, dengan data awal pada mRNA-1273.214 diharapkan pada kuartal kedua tahun 2022.

Referensi :

Moderna Bivalent COVID-19 Booster Candidate Meets Clinical Trial Objectives. News Release. Aislinn Antrim; April 22, 2022. Accessed April 24, 2022. https://www.pharmacytimes.com/view/moderna-bivalent-covid-19-booster-candidate-meets-clinical-trial-objectives.

Ayu Dewi Widaningsih

Pharmacy Student

Share
Published by
Ayu Dewi Widaningsih

Recent Posts

VELSIPITY, Obat Baru Terapi Radang Usus Besar Mengandung ETRASIMOD

Majalah Farmasetika - FDA melakukan penerimaan terhadap Velsipity dengan Active Pharmaceutical Ingredients Etrasimod sebagai terapi…

7 jam ago

EXXUA, Obat Baru Terapi Gangguan Depresi Mayor Mengandung Giperone

Majalah Farmasetika - FDA telah memberikan persetujuan terhadap tablet oral extended release dari Fabre-Kramer Pharmaceuticals…

2 hari ago

EXBLIFEP® Kombinasi Antibiotik Baru Terapi Infeksi Saluran Kemih dengan Komplikasi

Majalah Farmasetika - Badan Pengawas Obat dan Makanan USA-FDA pada tanggal 29 Februari 2024 telah…

5 hari ago

Salah Kaprah Nomenklatur D3 Apoteker dan Risiko Reduksi Profesi Kesehatan

Majalah Farmasetika - Kekeliruan nomenklatur “D3 Apoteker” tidak muncul secara tiba-tiba. Ia lahir dari irisan…

1 minggu ago

Konsep Aplikasi RME-APOTEK Komunitas: Transformasi Praktik Kefarmasian Menuju Pelayanan Klinis Terintegrasi

Majalah Farmasetika - apt. Sudarsono, M.Sc (Clin.Pharm) membuat catatan dalam bentuk e-book terkait Konsep Dasar…

2 minggu ago

TRYVIO™, Obat Hipertensi Resisten Golongan Antagonis Reseptor Endotelin Pertama yang disetujui oleh FDA

Majalah Farmasetika - Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular yang didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah sistolik/diastolik melebihi…

2 minggu ago