Berita

Ketum IAI : Kami Malu, 72% Antibiotik Masih Diberikan Tanpa Resep di Apotek

Majalah Farmasetika – Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (Ketum PP IAI), apt. Noffendri Roestam, S.Si, menyampaikan data hasil riset dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang menyatakan sekitar 72% antibiotik masih diberikan tanpa resep di apotek.

“Sampai sekarang, kami selaku Ikatan Apoteker Indonesia juga masih merasa malu, karena BPOM selalu memaparkan data bahwa sekitar 72% antibiotik masih diberikan tanpa resep di apotek, itu menjadi koreksi besar bagi kami, walaupun itu bukan hanya tugas organisasi profesi, tetapi juga bersama pemerintah berkolaborasi untuk menekan hal ini” jelas Noffendri di acara puncak peringatan World Antibiotik Awareness Week (WAAW) IAI yang dilaksanakan di Kantor Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Pontianak (30/12/2022).

Pada kesempatan ini, Ketum PP IAI memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kalbar dalam keberhasilannya menurunkan angka resistensi antibiotik melalui adanya surat edaran dari Gubernur Kalbar tentang Pencegahan Resistensi Antibiotik pada 27 Februari 2019.

“Hanya surat edaran pa Gubernur tanpa perlu Pergub ataupun Perda, masyarakat sudah tidak bisa mendapatkan antibiotik tanpa resep dokter, ini luar bisa, saya salut. Jadi balik lagi ke komitmen segenap unsur bangsa untuk menjalankannya” kata Noffendri dalam sambutannya yang juga dihadiri oleh Gubernur Kalbar, H. Sutarmidji, S.H., M.Hum.

“Hal ini juga didukung dengan data riset, ini luar biasa, riset dari Badan POM, memang terjadi penurunan (resistensi antibiotik) yang luar biasa” tambahnya.

Noffendri juga mencontohkan cara lain dalam menekan penggunaan antibiotik tanpa resep dokter di Yogyakarta, dengan praktek komunitas.

“Jadi komunitasnya lah yang menegur apotek yang memberikan antibotik tanpa resep, dan metoda ini berjalan. Namun tentunya bukan hanya di Kalbar dan Yogyakarta, perlu adanya kontribusi di seluruh Indonesia untuk bersama-sama menekan resistensi antibiotik” tambah Noffendri.

Beliau juga menyentil Pemerintah yang terlalu mengekspos kasus gagal ginjal sampai penarikan obat sirup, padahal korban meninggal jauh lebih tinggi dari kasus resistensi antimikroba.

“Kalau kita bicara kasus gagal ginjal yang tercatat korban meninggal sekitar 200an orang bayi, kenapa ini yang menjadi heboh, padahal korban karena resistensi antibiotik ini bisa mencapai 700 ribu orang per tahun, kok bisa ya data seperti itu tidak terekspos dengan baik oleh Pemerintah” singgung Noffendri.

Di akhir sambutannya, Ia menekankan agar wilayah lain meniru menduplikasi kolaborasi yang ada di Kalbar, supaya penurunan penggunaan antibiotik tanpa resep ini tidak hanya terjadi di Kalbar, Yogyakarta, melainkan di seluruh Indonesia.

farmasetika.com

Farmasetika.com (ISSN : 2528-0031) merupakan situs yang berisi informasi farmasi terkini berbasis ilmiah dan praktis dalam bentuk Majalah Farmasetika. Di situs ini merupakan edisi majalah populer. Sign Up untuk bergabung di komunitas farmasetika.com. Download aplikasi Android Majalah Farmasetika, Caping, atau Baca di smartphone, Ikuti twitter, instagram dan facebook kami. Terimakasih telah ikut bersama memajukan bidang farmasi di Indonesia.

Share
Published by
farmasetika.com

Recent Posts

EXXUA, Obat Baru Terapi Gangguan Depresi Mayor Mengandung Giperone

Majalah Farmasetika - FDA telah memberikan persetujuan terhadap tablet oral extended release dari Fabre-Kramer Pharmaceuticals…

1 hari ago

EXBLIFEP® Kombinasi Antibiotik Baru Terapi Infeksi Saluran Kemih dengan Komplikasi

Majalah Farmasetika - Badan Pengawas Obat dan Makanan USA-FDA pada tanggal 29 Februari 2024 telah…

5 hari ago

Salah Kaprah Nomenklatur D3 Apoteker dan Risiko Reduksi Profesi Kesehatan

Majalah Farmasetika - Kekeliruan nomenklatur “D3 Apoteker” tidak muncul secara tiba-tiba. Ia lahir dari irisan…

1 minggu ago

Konsep Aplikasi RME-APOTEK Komunitas: Transformasi Praktik Kefarmasian Menuju Pelayanan Klinis Terintegrasi

Majalah Farmasetika - apt. Sudarsono, M.Sc (Clin.Pharm) membuat catatan dalam bentuk e-book terkait Konsep Dasar…

1 minggu ago

TRYVIO™, Obat Hipertensi Resisten Golongan Antagonis Reseptor Endotelin Pertama yang disetujui oleh FDA

Majalah Farmasetika - Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular yang didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah sistolik/diastolik melebihi…

2 minggu ago

Iqirvo: Langkah Maju dalam Pengobatan Penyakit Autoimun Hati (Primary Biliary Cholangitis)

Majalah Farmasetika - Pada Agustus 2024, dunia medis menyambut Iqirvo, sebuah terapi revolusioner untuk Primary…

4 minggu ago