Berita

Viral Spanduk Menghina Menkes, PP IAI Minta Maaf dan Akan Tindak Anggotanya

Majalah Farmasetika – Aksi damai kedua yang diadakan oleh kelompok Aliansi Selamatkan Kesehatan (Aset) Bangsa, yang terdiri dari lima Organisasi Profesi Kesehatan yaitu Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) pada 5 Juni 2023, tercoreng oleh kejadian tidak diharapkan dengan adanya spanduk mengandung unsur penghinaan yang ditujukan kepada Menteri Kesehatan.

Foto aksi demo dengan spanduk tersebut telah tersebar secara luas di platform media sosial dan menarik perhatian yang signifikan dari masyarakat. Termasuk pegiat media sosial, Permadi Arya atau Abu Janda, mengeluarkan kritik terhadap demonstrasi tenaga kesehatan (nakes) yang menolak RUU Kesehatan.

Abu Janda menganggap yang memegang spanduk tersebut adalah seorang dokter

“Ini lagi dokter pakai jilbab syar’i tapi demo bawa spanduk Menkes b*ngs*t, pakaian rohani kelakuan roh halus,” ungkapnya. 

Dalam gambar yang tersebar luas di media sosial, terdapat dua wanita yang memegang spanduk tersebut, dan salah satunya juga memegang bendera IAI.

Dalam penelusuran yang dilakukan oleh PP IAI, ditemukan bahwa wanita yang terlihat dalam foto tersebut adalah seorang apoteker dari wilayah DKI. Wanita tersebut mengaku bahwa mereka tiba-tiba dihampiri oleh dua orang yang memegang spanduk dan meminta mereka untuk memegangnya agar bisa diambil gambar. Awalnya, mereka tidak tahu apa pesan yang ada di spanduk tersebut, dan merasa kaget ketika akhirnya mengetahuinya.

‘’Keduanya meminta kepada si pengambil gambar untuk tidak menyebarkan foto tersebut,’’ kata apt Noffendri Roestam, S.Si, Ketua Umum PP IAI dikutip dari situs resminya.

Selain foto spanduk dengan dua apoteker wanita, spanduk tersebut juga sempat terpasang di mobil komando selama sekitar 30 menit sebelum akhirnya diturunkan. Namun, sampai saat ini belum diketahui siapa yang memasang spanduk tersebut di mobil komando.

Melalui penelusuran yang dilakukan, ditemukan bahwa pembuat spanduk tersebut adalah anggota dari sebuah Pengurus Daerah, namun identitasnya belum dapat diungkap.

‘’Kami telah menemukan siapa pembuat spanduk tersebut, yang ternyata adalah anggota IAI dari sebuah daerah,’’ jelas Nofffendri Roestam.

‘’Spanduk tersebut tidak berasal dari Ikatan Apoteker Indonesia, melainkan dibawa oleh salah satu peserta aksi damai yang ikut dalam rombongan Ikatan Apoteker Indonesia,’’ lanjut Noffendri Roestam.

Meskipun individu yang terlibat adalah anggota delegasi, spanduk tersebut dibuat tanpa sepengetahuan organisasi terkait.

Dalam menghadapi insiden ini, Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia telah mengambil langkah dengan menyerahkan kasus ini kepada Pengurus Daerah asal peserta yang terlibat, untuk dilakukan pembinaan lebih lanjut.

‘’Atas nama Ikatan Apoteker Indonesia kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini,’’ kata Noffendri Roestam.

farmasetika.com

Farmasetika.com (ISSN : 2528-0031) merupakan situs yang berisi informasi farmasi terkini berbasis ilmiah dan praktis dalam bentuk Majalah Farmasetika. Di situs ini merupakan edisi majalah populer. Sign Up untuk bergabung di komunitas farmasetika.com. Download aplikasi Android Majalah Farmasetika, Caping, atau Baca di smartphone, Ikuti twitter, instagram dan facebook kami. Terimakasih telah ikut bersama memajukan bidang farmasi di Indonesia.

Share
Published by
farmasetika.com

Recent Posts

Pentingnya Stabilitas Obat dalam Pengembangan Obat Copy

Majalah Farmasetika - Stabilitas merupakan salah satu parameter yang sangat penting dalam pengembangan obat karena…

2 minggu ago

Analisis Kesesuaian Penyimpanan Cold Chain Product (CCP) di Salah Satu Pedagang Besar Farmasi

Majalah Farmasetika - Pedagang Besar Farmasi (PBF) memiliki peran yang sangat penting dalam menangani produk…

2 minggu ago

Pengembangan Obat RLS-0071 oleh ReAlta: Potensi Terapi Baru untuk aGVHD

Majalah Farmasetika - Obat ini saat ini sedang menjalani uji klinis fase 2 untuk pasien…

2 minggu ago

Capivasertib, Golongan AKT inhibitor Pertama sebagai Terapi Kanker Payudara Stadium Lanjut HR-positif

Majalah Farmasetika - Kanker payudara merupakan salah satu kanker dengan angka kejadian tertinggi dan angka…

2 minggu ago

Klasifikasi Apotek dalam KBLI 2025 Jadi Perhatian Farmasis Indonesia Bersatu

Majalah Farmasetika - Farmasis Indonesia Bersatu (FIB) menyampaikan dokumen masukan kebijakan (policy brief) kepada Presiden…

3 minggu ago

Yorvipath, Terapi Hipoparatiroidisme Pertama dan Satu-satunya yang Disetujui FDA

Majalah Farmasetika - Food and Drugs Administration USA (FDA) atau badan pengawas makanan dan obat-obatan…

3 minggu ago