Majalah Farmasetika – Pada 26 Maret 2024, Food and Drug Administration (FDA) menyetujui sotatercept-csrk (WINREVAIR™) dari Merck sebagai terapi inovatif untuk pengobatan hipertensi arteri paru (PAH, WHO Grup 1) pada orang dewasa. Obat ini menawarkan mekanisme aksi yang unik dengan menghambat aktivasi sinyal yang berperan dalam peradangan dan fibrosis, serta memberikan manfaat klinis yang signifikan dalam mengurangi keparahan PAH dan meningkatkan kapasitas latihan. Persetujuan FDA ini didasarkan pada hasil uji klinis Fase 3 STELLAR yang menunjukkan peningkatan jarak jalan kaki dan pengurangan risiko kejadian klinis buruk pada pasien PAH. Namun, meskipun menjanjikan, WINREVAIR memerlukan pemantauan ketat terkait risiko peningkatan hemoglobin dan trombositopenia. Di Indonesia, WINREVAIR masih harus melalui berbagai tahapan regulasi sebelum tersedia secara komersial.
Hipertensi arteri paru (PAH) adalah kondisi serius di mana tekanan darah di arteri paru meningkat secara signifikan, menyebabkan dinding pembuluh darah menebal dan menyempit. Kondisi ini memberikan beban yang berat pada jantung dan dapat menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan. Gejala umum termasuk sesak napas, kelelahan, dan penurunan kapasitas latihan, yang semuanya dapat mengurangi kualitas hidup pasien secara signifikan.
WINREVAIR adalah terapi pertama yang bekerja sebagai penghambat sinyal aktivasi yang mengikat aktivin A, sitokin yang terlibat dalam peradangan, fibrosis, dan perbaikan luka. Obat ini juga mengikat ligan superfamili TGF-β lainnya, yang banyak di antaranya berperan dalam sel jantung. Melalui mekanisme ini, WINREVAIR meningkatkan keseimbangan sinyal antara antiproliferatif dan proproliferatif, yang berfungsi untuk mengurangi peradangan dan modifikasi struktur jaringan vaskular yang mendasari perkembangan PAH. Sotatercept mencapai konsentrasi plasma puncak sekitar 7 hari setelah pemberian dan menunjukkan waktu paruh eliminasi sekitar 24 hari, dengan keadaan stabil dicapai setelah sekitar 15 minggu. Dengan demikian, WINREVAIR dapat membantu meningkatkan kemampuan untuk berolahraga dan mengurangi keparahan PAH.
Persetujuan FDA didasarkan pada uji klinis Fase 3 STELLAR, yang melibatkan 323 pasien dengan PAH (WHO Grup 1 FC II atau III). Dalam studi ini, obat ini dibandingkan dengan plasebo pada orang dewasa dengan PAH. Hasil uji coba menunjukkan bahwa penambahan WINREVAIR pada terapi PAH yang sudah ada meningkatkan jarak jalan kaki enam menit sebesar 41 meter setelah 24 minggu terapi dibandingkan dengan plasebo pada orang dewasa dengan PAH. Selain itu, WINREVAIR juga secara signifikan mengurangi risiko kejadian klinis yang memburuk, seperti kematian dan perburukan PAH, hingga 84% dibandingkan dengan terapi standar saja. Meski demikian, penggunaan WINREVAIR memerlukan pemantauan yang ketat, terutama terkait dengan potensi peningkatan hemoglobin dan risiko trombositopenia. Pasien yang menerima WINREVAIR harus dipantau secara rutin untuk menghindari komplikasi seperti perdarahan serius dan tromboemboli.
Meskipun WINREVAIR menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam uji klinis internasional dan telah disetujui oleh badan pengawas obat di beberapa negara maju, perjalanan obat ini masih harus melalui berbagai tahapan regulasi sebelum dapat dijual di Indonesia. Proses ini sering memakan waktu lama karena perlunya uji kelayakan yang ketat dan persyaratan administrasi yang rumit, serta masalah tambahan dalam riset dan pengembangan lokal.
Persetujuan FDA terhadap WINREVAIR (sotatercept-csrk) pada tahun 2024 menandai langkah penting dalam pengobatan hipertensi arteri paru (PAH). WINREVAIR menunjukkan manfaat klinis yang signifikan, seperti peningkatan kapasitas latihan dan penurunan risiko kejadian klinis yang memburuk, sebagai terapi baru dengan mekanisme aksi yang unik. Namun demikian, penggunaan WINREVAIR membutuhkan pemantauan ketat untuk mengelola risiko yang terkait. Obat ini masih perlu melalui berbagai tahapan regulasi sebelum dapat diakses oleh pasien di Indonesia.
Majalah Farmasetika - FDA melakukan penerimaan terhadap Velsipity dengan Active Pharmaceutical Ingredients Etrasimod sebagai terapi…
Majalah Farmasetika - FDA telah memberikan persetujuan terhadap tablet oral extended release dari Fabre-Kramer Pharmaceuticals…
Majalah Farmasetika - Badan Pengawas Obat dan Makanan USA-FDA pada tanggal 29 Februari 2024 telah…
Majalah Farmasetika - Kekeliruan nomenklatur “D3 Apoteker” tidak muncul secara tiba-tiba. Ia lahir dari irisan…
Majalah Farmasetika - apt. Sudarsono, M.Sc (Clin.Pharm) membuat catatan dalam bentuk e-book terkait Konsep Dasar…
Majalah Farmasetika - Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular yang didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah sistolik/diastolik melebihi…