Berita

Mengapa Service Level dalam Pemesanan Obat di Pedagang Besar Farmasi Itu Penting?

Majalah Farmasetika – Pedagang Besar Farmasi (PBF) memiliki peran penting dalam distribusi obat di Indonesia. Sebagai perusahaan yang berizin, PBF bertanggung jawab atas pengadaan, penyimpanan, dan penyaluran obat dalam jumlah besar sesuai dengan peraturan yang berlaku (BPOM, 2020). Salah satu indikator utama dalam memastikan kelancaran operasionalnya adalah tingkat layanan (service level) dalam pemenuhan surat pesanan.

Mengapa Service Level Penting?

Setiap hari, PBF menerima berbagai surat pesanan dari apotek, rumah sakit, dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya. Service level menunjukkan seberapa banyak surat pesanan yang dapat diproses dan dipenuhi oleh PBF dalam satu hari. Semakin tinggi tingkat layanan, semakin efisien distribusi obat ke pelanggan.

Selain itu, service level juga membantu memastikan bahwa pemesanan dilakukan dengan prosedur yang benar, baik melalui surat pesanan manual maupun elektronik. Dokumentasi yang tertata rapi memudahkan pengawasan dan meningkatkan transparansi dalam distribusi obat.

Proses Penerimaan Surat Pesanan

Setiap surat pesanan yang diterima oleh PBF harus diperiksa oleh Apoteker Penanggung Jawab (APJ) untuk memastikan bahwa:

  1. Pemesan terdaftar sebagai pelanggan yang memenuhi kualifikasi.
  2. Surat pesanan sah dan valid, mencakup:
    • Nama dan alamat penanggung jawab sarana pemesan.
    • Nama, bentuk, kekuatan sediaan, serta jumlah obat yang dipesan.
    • Nomor surat pesanan.
    • Surat izin praktik apoteker atau tenaga teknis kefarmasian dari penanggung jawab.

Surat pesanan yang telah diproses akan diarsipkan secara sistematis berdasarkan tanggal atau nomor urut penyaluran. Data ini sangat penting untuk evaluasi dan perencanaan distribusi yang lebih baik.

Bagaimana Jika Pesanan Tidak Dapat Dipenuhi?

Tidak semua surat pesanan dapat langsung dipenuhi. Jika terjadi kendala, surat pesanan yang tidak dapat dilayani akan diberikan tanda pembatalan dan diarsipkan bersama surat penolakan. Dengan demikian, ada catatan jelas mengenai alasan penolakan serta langkah tindak lanjut yang dapat diambil.

Kesimpulan

Service level dalam pemenuhan surat pesanan adalah indikator kunci dalam kelancaran distribusi obat oleh PBF. Dengan dokumentasi yang baik dan sistem pemesanan yang tertata, PBF dapat meningkatkan efisiensi distribusi serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Selain itu, pencatatan yang rapi juga mendukung perencanaan pengadaan barang yang lebih akurat, sehingga kebutuhan pelanggan dapat terpenuhi dengan optimal.

Referensi:

  • BPOM RI. 2020. Pedoman Teknis Cara Distribusi Obat yang Baik. Jakarta: BPOM.
  • Kementerian Kesehatan RI, 2015. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2015. Jakarta: Kemenkes RI.
Nurul Fauziah Rosandi

Mahasiswa PKPA Universitas Padjadjaran

Share
Published by
Nurul Fauziah Rosandi

Recent Posts

VELSIPITY, Obat Baru Terapi Radang Usus Besar Mengandung ETRASIMOD

Majalah Farmasetika - FDA melakukan penerimaan terhadap Velsipity dengan Active Pharmaceutical Ingredients Etrasimod sebagai terapi…

12 jam ago

EXXUA, Obat Baru Terapi Gangguan Depresi Mayor Mengandung Giperone

Majalah Farmasetika - FDA telah memberikan persetujuan terhadap tablet oral extended release dari Fabre-Kramer Pharmaceuticals…

2 hari ago

EXBLIFEP® Kombinasi Antibiotik Baru Terapi Infeksi Saluran Kemih dengan Komplikasi

Majalah Farmasetika - Badan Pengawas Obat dan Makanan USA-FDA pada tanggal 29 Februari 2024 telah…

6 hari ago

Salah Kaprah Nomenklatur D3 Apoteker dan Risiko Reduksi Profesi Kesehatan

Majalah Farmasetika - Kekeliruan nomenklatur “D3 Apoteker” tidak muncul secara tiba-tiba. Ia lahir dari irisan…

1 minggu ago

Konsep Aplikasi RME-APOTEK Komunitas: Transformasi Praktik Kefarmasian Menuju Pelayanan Klinis Terintegrasi

Majalah Farmasetika - apt. Sudarsono, M.Sc (Clin.Pharm) membuat catatan dalam bentuk e-book terkait Konsep Dasar…

2 minggu ago

TRYVIO™, Obat Hipertensi Resisten Golongan Antagonis Reseptor Endotelin Pertama yang disetujui oleh FDA

Majalah Farmasetika - Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular yang didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah sistolik/diastolik melebihi…

2 minggu ago