Distribusi

Stock Opname: Upaya Menjaga Mutu dan Akurasi Distribusi Obat di Salah Satu PBF di Kota Bandung

Majalah Farmasetika – Distribusi adalah setiap kegiatan atau serangkaian kegiatan meliputi pengadaan, pembelian, penyimpanan, penyaluran, importasi, eksportasi obat dan/ atau bahan obat. Salah satu aktivitas penting dalam menjaga kelancaran distribusi di Pedagang Besar Farmasi (PBF) adalah stock opname, yaitu proses penghitungan fisik dan pencocokan data dengan sistem untuk menjamin integritas data inventaris. Kegiatan ini merupakan bentuk pengendalian internal yang sangat penting dalam sistem distribusi farmasi.

Mengapa Stock Opname Penting?

  1. Menjaga Akurasi Sistem dan Fisik
    Stock opname memastikan data sistem sejalan dengan kondisi nyata di gudang. Ketidaksesuaian, baik kelebihan maupun kekurangan stok, berdampak langsung pada efisiensi distribusi.
  2. Pengendalian Mutu & Keamanan
    Ketidaksesuaian dapat terjadi akibat kerusakan, kehilangan, kadaluwarsa, atau kesalahan pencatatan. Stock opname membantu mengidentifikasi dan menelusuri penyebabnya lebih dini sehingga sangat penting untuk menjaga distribusi tetap sesuai CDOB.
  3. Mendukung Kepatuhan terhadap CDOB
    Berdasarkan PerBPOM No. 6 Tahun 2020 tentang Pedoman Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB), kegiatan stock opname adalah bagian dari implementasi dan menjadi bagian penting dalam pengendalian mutu distribusi obat.

Prosedur Pelaksanaan Stock Opname
Pelaksanaan stock opname di fasilitas distribusi farmasi dilakukan secara sistematis dan berkala, dengan prosedur sebagai berikut:

  1. Penjadwalan dan Pembentukan Tim
    Setiap bulan, Apoteker Penanggung Jawab menetapkan waktu pelaksanaan dan pembagian tugas. Tim terdiri dari Koordinator (APJ), tim lapangan (gudang dan supir), serta tim pencatat (admin). Rapat koordinasi minimal dua hari sebelumnya memastikan setiap personil memahami tugasnya.
  2. Persiapan dan Blokir Sistem
    Seluruh aktivitas keluar-masuk barang dihentikan. Data mutasi per batch dicetak dan distribusi diberitahukan untuk sementara dihentikan.
  3. Penghitungan Fisik dan Verifikasi
    Tim lapangan melakukan perhitungan fisik berdasarkan lembar mutasi. Tim pencatat mengecek hasil, dan bila ada selisih, dilakukan penghitungan ulang oleh tim berbeda.
  4. Input Data dan Evaluasi
    Data yang telah disesuaikan dimasukkan ke sistem. Hasil akhir diserahkan kepada APJ dan manajemen untuk dianalisis dan ditindaklanjuti. Selanjutnya tim melakukan investigasi untuk mencegah kejadian serupa.

Dalam praktiknya, hasil stock opname sering kali menunjukkan perbedaan antara data sistem dan kondisi fisik di gudang. Ketidaksesuaian ini dapat berupa kelebihan atau kekurangan stok, yang kemudian ditindaklanjuti dengan penghitungan ulang, investigasi, dan pencatatan ulang oleh tim yang ditunjuk. Proses ini penting untuk menjaga keakuratan data dan mencegah potensi kerugian operasional. Oleh karena itu, pelatihan personel gudang dan admin perlu ditingkatkan, pemanfaatan teknologi seperti barcode scanner dapat dipertimbangkan, audit stok dilakukan secara berkala dengan tim independen, serta sosialisasi pentingnya dokumentasi yang benar terus ditingkatkan.

Kesimpulan


Stock opname merupakan fondasi penting dalam menjamin distribusi obat yang aman, efisien, dan sesuai regulasi. Dengan pelaksanaan yang konsisten dan prosedur yang tertata, fasilitas distribusi farmasi dapat meminimalkan kesalahan, meningkatkan akurasi, serta mempertahankan kepercayaan pelanggan. Untuk memastikan keberhasilan pelaksanaannya, diperlukan sistem dokumentasi dan pencatatan yang rapi, kedisiplinan serta koordinasi yang baik antar tim.

Referensi:

Badan Pengawas Obat dan Makanan. 2020. Peraturan Badan Pengawas Obat Dan Makanan Nomor 6 Tahun 2020 Tentang Standar Cara Distribusi Obat Yang Baik. Jakarta: BPOM RI.

Angelia Debora Moria Simangunsong

Share
Published by
Angelia Debora Moria Simangunsong

Recent Posts

EXXUA, Obat Baru Terapi Gangguan Depresi Mayor Mengandung Giperone

Majalah Farmasetika - FDA telah memberikan persetujuan terhadap tablet oral extended release dari Fabre-Kramer Pharmaceuticals…

1 hari ago

EXBLIFEP® Kombinasi Antibiotik Baru Terapi Infeksi Saluran Kemih dengan Komplikasi

Majalah Farmasetika - Badan Pengawas Obat dan Makanan USA-FDA pada tanggal 29 Februari 2024 telah…

5 hari ago

Salah Kaprah Nomenklatur D3 Apoteker dan Risiko Reduksi Profesi Kesehatan

Majalah Farmasetika - Kekeliruan nomenklatur “D3 Apoteker” tidak muncul secara tiba-tiba. Ia lahir dari irisan…

1 minggu ago

Konsep Aplikasi RME-APOTEK Komunitas: Transformasi Praktik Kefarmasian Menuju Pelayanan Klinis Terintegrasi

Majalah Farmasetika - apt. Sudarsono, M.Sc (Clin.Pharm) membuat catatan dalam bentuk e-book terkait Konsep Dasar…

1 minggu ago

TRYVIO™, Obat Hipertensi Resisten Golongan Antagonis Reseptor Endotelin Pertama yang disetujui oleh FDA

Majalah Farmasetika - Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular yang didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah sistolik/diastolik melebihi…

2 minggu ago

Iqirvo: Langkah Maju dalam Pengobatan Penyakit Autoimun Hati (Primary Biliary Cholangitis)

Majalah Farmasetika - Pada Agustus 2024, dunia medis menyambut Iqirvo, sebuah terapi revolusioner untuk Primary…

4 minggu ago