Sediaan Farmasi

EXXUA, Obat Baru Terapi Gangguan Depresi Mayor Mengandung Giperone

Majalah Farmasetika – FDA telah memberikan persetujuan terhadap tablet oral extended release dari Fabre-Kramer Pharmaceuticals Inc, EXXUA dengan Active Pharmaceutical Ingredients Gepirone sebagai terapi gangguan depresi mayor / major depressive disorder (MDD) pada orang dewasa. Penurunan libido dan disfungsi seksual sering terjadi pada pasien dengan gangguan depresi mayor (MDD). Gepirone (Exxua) dilaporkan dapat mengatasi masalah terkait penurunan libido dan disfungsi seksual baik pada pasien pria dewasa, maupun wanita.

Menurut National Institute of Mental Health, diperkirakan 21 juta orang dewasa di AS mengalami setidaknya satu episode depresi berat pada tahun 2021. Prevalensi ini lebih tinggi pada perempuan dewasa (10,3%) dibandingkan laki-laki (6,2%). Jika dilihat dari usia, prevalensi penderita episode depresi berat paling tinggi terjadi pada individu berusia 18-25 tahun (18,6%). NIH, dalam laporan sebelumnya, menemukan bahwa orang dewasa dengan gangguan atau gejala depresi memiliki risiko 64% lebih besar terkena penyakit jantung koroner

Gepirone dikembangkan oleh Bristol-Myers Squibb pada tahun 1986, kemudian dilisensikan kepada Fabre-Kramer pada tahun 1993. FDA menolak permohonan produk tersebut pada tahun 2004, 2007 dan 2015 karena mereka menganggap tidak adanya cukup bukti bahwa produk tersebut efektif. Setelah melaui proses yang panjang, pada bulan September 2023, Gepirone disetujui oleh FDA untuk pengobatan gangguan depresi mayor (MDD) pada orang dewasa di Amerika Serikat.

Gepirone adalah obat pertama dan satu-satunya yang dietujui dengan mekanisme kerja baru yang secara selektif menargetkan reseptor serotonin 1A dalam pengobatan MDD. Gepirone merupakan obat psikotropika dalam kelompok Azapirone yang berfungsi untuk mengatur suasana hati dan emosi. Gepirone telah terbukti efektif meredakan gejala depresi, dan label yang disetujui tidak memuat peringatan atau reaksi yang tidak diinginkan terkait penyebab disfungsi seksual atau penambahan berat badan dibandingkan dengan placebo.

Gangguan Depresi Mayor / Major Depressive Disorder

Gangguan Depresi Mayor merupakan penyakit mental yang ditandai dengan suasana hati yang buruk dan terus menerus kehilangan minat, perasaan bersalah, dan gejala lainnya. Diketahui secara luas bahwa depresi juga berdampak pada disfungsi seksual, semakin parah depresinya semakin besar disfungsi seksualnya. Penggunaan obat golongan selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs) yang umum untuk terapi pasien dengan gejala depresi, diduga kuat juga menjadi penyebab disfungsi seksual, peningkatan serotonin dalam tubuh mampu memperbaiki depresi tetapi secara umum menghambat respon seksual.

Terapi Obat Gangguan Depresi Major

a.Selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs)

SSRI bekerja dengan membantu menghambat pemecahan serotonin di otak, menghasilkan jumlah neurotransmitter yang lebih tinggi. SSRI dapat meredakan gejala MDD dengan meningkatkan jumlah serotonin yang tersedia di otak. Contoh obat: fluoxetine (Prozac), citalopram (Celexa), paroxetine, escitalopram, sertraline

b.Serotonin and Norepinephrine Reuptake Inhibitors (SNRIs)

SNRIs berguna untuk meningkatkan kadar hormon serotonin dan norepinephrine di dalam otak. Kelompok SNRI antara lain venlafaxine (Effexor XR), desvenlafaxine (Pristiq), duloxetine (Cymbalta), dan reboxetine (Edronax).

c.Tricyclic antidepressant (TCA)

TCA bekerja dengan cara menghambat sejumlah neurotransmiter, termasuk serotonin dan norepinephrine, agar tidak kembali terserap oleh sel saraf. Contoh obat : Amitriptyline, doxepin, desipramine, imipramine, nortriptyline.

d.Monoamine oxidase inhibitor (MAOI)

Obat ini bekerja dengan cara menghambat kerja enzim monoamin oksidase. Hasilnya, ada lebih banyak neurotransmitter tersedia untuk digunakan dalam pengaturan suasana hati. Saat ini, MAOI sudah jarang diresepkan karena memiliki risiko efek samping yang besar. obat ini antara lain: selegiline, isocarboxazid, phenelzine, tranylcypromine.

e.Antidepresan atipikal

Antidepresan atipikal dapat bekerja dengan cara mempengaruhi kadar serotonin, adrenalin, maupun dopamin. Obat golongan antara lain: Trazodone dan vortioxetine yang bekerja sebagai peningkat kadar serotonin, Mirtazapine yang bekerja dengan menghalangi reseptor hormon stres (adrenalin) di otak, Obat gabungan fluoxetine (golongan SSRI) dan antipsikotik olanzapine, Bupropion yang bekerja dengan cara memengaruhi noradrenalin dan dopamin di otak.

Deskripsi EXXUA

EXXUA mengandung gepirone, dalam bentuk garam sebagai gepirone hidroklorida (HCl). Nama kimianya adalah 2,6-piperidinedion,4,4-dimetil-1-[4-[4-(2-pirimidinil)-1-piperazinil]butil]-, monohidroklorida. Berat molekul gepirone HCl adalah 395,93 dan rumus strukturnya adalah sebagai berikut:

EXXUA tersedia dalam bentuk tablet lepas lambat untuk pemberian oral. Setiap tablet lepas lambat mengandung 18,2 mg, 36,3 mg, 54,5 mg, atau 72,6 mg, gepirone yang setara dengan 20 mg, 40 mg, 60 mg, atau 80 mg gepirone HCl. Mekanisme efek antidepresan EXXUA belum sepenuhnya dipahami tetapi diduga terkait dengan modulasi aktivitas serotonergik di sistem syaraf pusat melalui aktivitas agonis selektif pada reseptor 5HT1A.

Uji Klinis EXXUA

Dari hasil uji klinis yang dilakukan, ukuran kemanjuran utama adalah perubahan skor total Skala Peringkat Depresi Hamilton (HAMD-17) dari awal pada Minggu ke 8. Dalam kedua penelitian, pasien dalam kelompok EXXUA mengalami peningkatan yang secara statistik jauh lebih besar pada kelompok utama. titik akhir dibandingkan dengan pasien dalam kelompok plasebo (lihat Tabel)

Gepirone-ER meningkatkan fungsi seksual pada pria depresi.

Studi ini dilakukan dari tahun 2000–2004 di sembilan lokasi penelitian AS, yang didanai oleh Organon. Dari hasil studi yang dipublikasikan diperoleh kesimpulan yaitu pada populasi pria depresi di Amerika Serikat dan Eropa, gepirone-ER 40–80 mg/hari meningkatkan fungsi seksual yang diukur dengan CSFQ dan DISF dalam penelitian jangka pendek dan panjang. Seluruh domain dari kedua instrumen menunjukkan peningkatan yang signifikan secara luas pada parameter fungsi seksual. Pengobatan Gepirone-ER pada populasi pria yang mengalami depresi tampaknya memiliki aktivitas proseksual yang terlepas dari efek antidepresan dan ansiolitik. Hasil ini serupa dengan yang dilaporkan pada wanita premenopause.

3. Kesimpulan

Gepirone disetujui oleh FDA setelah melalui studi klinis yang panjang. Gepirone telah mendiversifikasi pilihan terapi di bidang ini dengan menawarkan pilihan baru dalam pengobatan MDD. Gepirone tidak dikaitkan dengan disfungsi seksual dan penambahan berat badan (apabila dibandingkan dengan obat antidepresan yang lain). Perlu dilakukan study lebih lanjut untuk klaim Gepirone-ER mampu digunakan sebagai pilihan terapi disfungsi seksual.

Daftar Pustaka

  1. US FDA: Novel Drud Approvasl for 2023. Diakses 21 Agustus, 2024. https://www.fda.gov/drugs/novel-drug-approvals-fda/novel-drug-approvals-2023
  2. US FDA: Drugs@FDA: FDA-Approved Drugs. Diakses 21 Agustus, 2024. https://www.accessdata.fda.gov/scripts/cder/daf/index.cfm?event=BasicSearch.process
  3. Louis F. Fabre, MD, PhD,*Anita H. Clayton, MD,† Louis C. Smith, PhD,* Irwin Goldstein, MD,‡ and Leonard R. Derogatis, PhD : The Effect of Gepirone-ER in the Treatment of Sexual Dysfunction in Depressed Men. J Sex Med 2012;9:821–829
  4. Louis F. Fabre, MD, PhD,* Candace S. Brown, PharmD,† Louis C. Smith, PhD,* and Leonard R. DeRogatis, PhD : Gepirone-ER Treatment of Hypoactive Sexual Desire Disorder (HSDD) Associated with Depression in Women. J Sex Med 2011;8:1411–1419
  5. Rodrigo Machado-Vieira, Jacqueline Baumann , Cristina Wheeler-Castillo , David Latov , Ioline D. Henter , Giacomo Salvadore , dan Carlos A. Zarate, Jr. :  The Timing of Antidepressant Effects: A Comparison of Diverse Pharmacological and Somatic Treatments.National Library of Medicine. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3991019/
Aristo

Share
Published by
Aristo

Recent Posts

EXBLIFEP® Kombinasi Antibiotik Baru Terapi Infeksi Saluran Kemih dengan Komplikasi

Majalah Farmasetika - Badan Pengawas Obat dan Makanan USA-FDA pada tanggal 29 Februari 2024 telah…

4 hari ago

Salah Kaprah Nomenklatur D3 Apoteker dan Risiko Reduksi Profesi Kesehatan

Majalah Farmasetika - Kekeliruan nomenklatur “D3 Apoteker” tidak muncul secara tiba-tiba. Ia lahir dari irisan…

7 hari ago

Konsep Aplikasi RME-APOTEK Komunitas: Transformasi Praktik Kefarmasian Menuju Pelayanan Klinis Terintegrasi

Majalah Farmasetika - apt. Sudarsono, M.Sc (Clin.Pharm) membuat catatan dalam bentuk e-book terkait Konsep Dasar…

1 minggu ago

TRYVIO™, Obat Hipertensi Resisten Golongan Antagonis Reseptor Endotelin Pertama yang disetujui oleh FDA

Majalah Farmasetika - Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular yang didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah sistolik/diastolik melebihi…

2 minggu ago

Iqirvo: Langkah Maju dalam Pengobatan Penyakit Autoimun Hati (Primary Biliary Cholangitis)

Majalah Farmasetika - Pada Agustus 2024, dunia medis menyambut Iqirvo, sebuah terapi revolusioner untuk Primary…

4 minggu ago

Konsumsi Vitamin B12 Kadar Tinggi untuk Mencegah dan Menangani Pankreatitis Akut

Majalah Farmasetika - Sejumlah peneliti menilai peran vitamin B12 dalam pencegahan dan mitigasi pankreatitis akut…

1 bulan ago