Berita

FDA Menyetujui Obat Pertama Faktor Koagulasi Albumin-Protein Untuk Hemofilia B

Food and Drug Administration (FDA) pada 4 Maret 2016 menyetujui Idelvion, Faktor Koagulasi IX (Recombinant), Albumin Fusion Protein, untuk digunakan pada anak-anak dan orang dewasa yang memiliki penyakit hemofilia B. Idelvion adalah produk pertama di dunia yang mengandung faktor koagulasi-albumin fusi protein yang telah disetujui dimana dimodifikasi untuk bertahan lebih lama dalam darah.

“Persetujuan dari Idelvion memberikan pilihan terapi lain yang penting untuk anak-anak dan orang dewasa dengan Hemofilia B untuk membantu mencegah atau mengendalikan perdarahan dan mengurangi frekuensi perdarahan,” kata Peter Marks, MD, Ph.D., direktur FDA Pusat Biologis evaluasi dan Penelitian.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, Hemofilia B mewarisi kelainan perdarahan langka yang mencegah darah dalam proses pembekuan normal. Gangguan tersebut terutama terjadi pada laki-laki dan, jarang pada perempuan. Orang dengan hemofilia B dapat mengalami episode berulang perdarahan yang serius, terutama ke sendi, yang bisa rusak oleh pendarahan.

Idelvion digunakan untuk menggantikan Factor IX, faktor alami pembekuan yang hilang (secara fungsional mengalami defisiensi) atau rusak pada orang dengan hemofilia B (juga disebut defisiensi kongenital Factor IX atau penyakit Christmas).

Idelvion diproduksi oleh teknologi DNA rekombinan yang menghubungkan Factor IX ke albumin, protein yang ditemukan dalam darah, sehingga membuat produk tahan lama ketika diberikan secara intravena. Idelvion diindikasikan untuk kebutuhan  kontrol dan pencegahan perdarahan, manajemen perdarahan setelah operasi (perioperatif) dan sebagai pencegahan (profilaksis) ukuran rutin untuk mengurangi frekuensi perdarahan. Idelvion berpotensi membutuhkan frekuensi suntikan lebih sedikit daripada Factor IX yang dimodikasi bila digunakan untuk pencegahan.

Keamanan dan kemanjuran Idelvion telah dievaluasi dalam dua studi multicenter, yang termasuk total 90 pasien dewasa dan anak dengan hemofilia B antara 1 dan 61 tahun. Idelvion ditunjukkan efektif dalam mengontrol perdarahan dan dalam mengelola perdarahan perioperatif.

Idelvion digunakan sebagai profilaksis menyebabkan penurunan yang signifikan dalam tingkat pendarahan spontan per tahun meskipun infus lebih jarang dari Idelvion. Tidak ada masalah keamanan diidentifikasi dalam studi. Efek samping yang paling umum diamati untuk Idelvion adalah sakit kepala.

Idelvion diproduksi oleh CSL Behring, yang berkantor pusat di King of Prussia, Pennsylvania.

FDA adalah sebuah badan di Departemen Kesehatan dan Layanan Manusia Amerika, yang memiliki tugas untuk melindungi kesehatan masyarakat dengan menjamin keamanan, efektivitas, dan keamanan manusia dan hewan obat, vaksin dan produk biologi lainnya untuk digunakan manusia, dan alat kesehatan. Badan ini juga bertanggung jawab atas keselamatan dan keamanan pasokan negara kita makanan, kosmetik, suplemen diet, produk yang melepaskan radiasi elektronik, dan untuk mengatur produk tembakau.

Sumber :
FDA, 4 Maret 2016, http://www.fda.gov/NewsEvents/Newsroom/PressAnnouncements/ucm489266.htm

farmasetika.com

Farmasetika.com (ISSN : 2528-0031) merupakan situs yang berisi informasi farmasi terkini berbasis ilmiah dan praktis dalam bentuk Majalah Farmasetika. Di situs ini merupakan edisi majalah populer. Sign Up untuk bergabung di komunitas farmasetika.com. Download aplikasi Android Majalah Farmasetika, Caping, atau Baca di smartphone, Ikuti twitter, instagram dan facebook kami. Terimakasih telah ikut bersama memajukan bidang farmasi di Indonesia.

Share
Published by
farmasetika.com

Recent Posts

VELSIPITY, Obat Baru Terapi Radang Usus Besar Mengandung ETRASIMOD

Majalah Farmasetika - FDA melakukan penerimaan terhadap Velsipity dengan Active Pharmaceutical Ingredients Etrasimod sebagai terapi…

2 hari ago

EXXUA, Obat Baru Terapi Gangguan Depresi Mayor Mengandung Giperone

Majalah Farmasetika - FDA telah memberikan persetujuan terhadap tablet oral extended release dari Fabre-Kramer Pharmaceuticals…

3 hari ago

EXBLIFEP® Kombinasi Antibiotik Baru Terapi Infeksi Saluran Kemih dengan Komplikasi

Majalah Farmasetika - Badan Pengawas Obat dan Makanan USA-FDA pada tanggal 29 Februari 2024 telah…

7 hari ago

Salah Kaprah Nomenklatur D3 Apoteker dan Risiko Reduksi Profesi Kesehatan

Majalah Farmasetika - Kekeliruan nomenklatur “D3 Apoteker” tidak muncul secara tiba-tiba. Ia lahir dari irisan…

1 minggu ago

Konsep Aplikasi RME-APOTEK Komunitas: Transformasi Praktik Kefarmasian Menuju Pelayanan Klinis Terintegrasi

Majalah Farmasetika - apt. Sudarsono, M.Sc (Clin.Pharm) membuat catatan dalam bentuk e-book terkait Konsep Dasar…

2 minggu ago

TRYVIO™, Obat Hipertensi Resisten Golongan Antagonis Reseptor Endotelin Pertama yang disetujui oleh FDA

Majalah Farmasetika - Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular yang didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah sistolik/diastolik melebihi…

2 minggu ago