Uji Klinik

Eli Lilly Umumkan Hasil Uji Klinik Fase 3 Ixekizumab Untuk Plaque Psoriasis

Eli Lilly Umumkan Hasil Uji Klinik Fase 3 Ixekizumab Untuk Plaque Psoriasis. Penyakit psiorasis hingga kini belum ada cara yang tepat untuk mengobatinya. Eli Lilly akhirnya mempresentasikan hasilnya di pertemuan ilmiah di seminar the American Academy of Dermatology (AAD) Annual Meeting pada 4-8 Maret, 2016 di Washington.

Psoriasis adalah penyakit inflamasi kronis yang disebut autoimune dan metabolik Syndrom, pada orang yang hidup dengan psoriasis mengalami proses pergantian kulit yang terlalu cepat. Penyakit ini terkadang untuk jangka waktu lama atau timbul/hilang, penyakit ini secara klinis sifatnya tidak mengancam jiwa, tidak menular tetapi karena timbulnya dapat terjadi pada bagian tubuh mana saja sehingga dapat menurunkan kualitas hidup serta menggangu kekuatan mental seseorang bila tidak dirawat dengan baik.

https://www.psoriasis.org/about-psoriasis

Psoriasis plak (Plaque Psoriasis) adalah bentuk paling umum dari penyakit psoriasis yang muncul mengangkat kulit, bercak merah ditutupi dengan penumpukan putih keperakan di sel kulit yang mati. Plak paling sering muncul di kulit kepala, lutut, siku dan punggung bawah. Mereka sering gatal dan menyakitkan, dan mereka dapat retak dan berdarah.

Proyek uji klinik fase 3 yang dinamakan UNCOVER-2 dan UNCOVER-3 merupakan pengujian double-blind, multicenter, studi ini mengevaluasi lebih dari 2500 pasien dengan moderat sampai berat plak psoriasis di 19 negara. Dalam studi pembanding tersebut, pasien ditugaskan untuk menerima plasebo, etanercept (50 mg dua kali seminggu), atau ixekizumab (80 mg setiap dua atau empat minggu) selama 12 minggu, setelah dosis awal 160 mg.

Analisis gabungan ini dievaluasi kecepatan timbulnya perbaikan klinis yang diukur dengan rata-rata peningkatan persentase Lokasi Indeks Keparahan Psoriasis (Psoriasis Area Severity Index/PASI) dengan skor dari baseline, serta waktu untuk Pasi 50 dan PASI 75 di antara pasien yang diobati dengan ixekizumab, etanercept atau plasebo. PASI mengukur luas dan keparahan psoriasis dengan menilai rata kemerahan, ketebalan dan scaliness dari lesi kulit (masing-masing dinilai pada nol hingga empat skala), tertimbang dengan luas permukaan tubuh terlibat kulit.

Perbedaan yang signifikan dalam rata-rata persentase peningkatan plak psoriasis yang diamati antara pasien yang diobati dengan ixekizumab dibandingkan dengan etanercept dan plasebo.

Pengobatan dengan ixekizumab juga menghasilkan keadaan perbaikan klinis yang berarti (PASI 50) selama satu minggu, yang secara statistik berbeda nyata dibandingkan dengan etanercept dan plasebo.

“Kondisi sedang sampai berat psoriasis plak secara signifikan dapat mempengaruhi semua aspek kehidupan seseorang, termasuk beban baik fisik dan emosional,” kata Aarti Shah, Ph.D., Wakil Presiden dan Pemimpin Pengembangan Merek Global, Ixekizumab, Eli Lilly and Company.

“Kami sangat senang untuk membawa review komprehensif dari data untuk ixekizumab untuk tahun di pertemuan tahunan Dermatology, yang kami percaya menyoroti potensi ixekizumab, jika disetujui FDA, bisa mengatasi tantangan yang dihadapi oleh orang yang hidup dengan penyakit ini dan dokter ingin memberikan pilihan pengobatan baru untuk pasien mereka. ” tutupnya

Sumber :
1. http://psoriasisindonesia.org/2012/page/2/psoriasis
2. https://www.psoriasis.org/about-psoriasis
3. http://www.pharmtech.com/eli-lilly-presents-results-ixekizumab-phase-iii-clinical-trials
4. http://www.prnewswire.com/news-releases/lilly-to-present-phase-3-data-at-the-american-academy-of-dermatology-aad-annual-meeting-for-ixekizumab-in-psoriasis-and-psoriatic-arthritis-300228548.html

farmasetika.com

Farmasetika.com (ISSN : 2528-0031) merupakan situs yang berisi informasi farmasi terkini berbasis ilmiah dan praktis dalam bentuk Majalah Farmasetika. Di situs ini merupakan edisi majalah populer. Sign Up untuk bergabung di komunitas farmasetika.com. Download aplikasi Android Majalah Farmasetika, Caping, atau Baca di smartphone, Ikuti twitter, instagram dan facebook kami. Terimakasih telah ikut bersama memajukan bidang farmasi di Indonesia.

Share
Published by
farmasetika.com

Recent Posts

VELSIPITY, Obat Baru Terapi Radang Usus Besar Mengandung ETRASIMOD

Majalah Farmasetika - FDA melakukan penerimaan terhadap Velsipity dengan Active Pharmaceutical Ingredients Etrasimod sebagai terapi…

1 hari ago

EXXUA, Obat Baru Terapi Gangguan Depresi Mayor Mengandung Giperone

Majalah Farmasetika - FDA telah memberikan persetujuan terhadap tablet oral extended release dari Fabre-Kramer Pharmaceuticals…

3 hari ago

EXBLIFEP® Kombinasi Antibiotik Baru Terapi Infeksi Saluran Kemih dengan Komplikasi

Majalah Farmasetika - Badan Pengawas Obat dan Makanan USA-FDA pada tanggal 29 Februari 2024 telah…

6 hari ago

Salah Kaprah Nomenklatur D3 Apoteker dan Risiko Reduksi Profesi Kesehatan

Majalah Farmasetika - Kekeliruan nomenklatur “D3 Apoteker” tidak muncul secara tiba-tiba. Ia lahir dari irisan…

1 minggu ago

Konsep Aplikasi RME-APOTEK Komunitas: Transformasi Praktik Kefarmasian Menuju Pelayanan Klinis Terintegrasi

Majalah Farmasetika - apt. Sudarsono, M.Sc (Clin.Pharm) membuat catatan dalam bentuk e-book terkait Konsep Dasar…

2 minggu ago

TRYVIO™, Obat Hipertensi Resisten Golongan Antagonis Reseptor Endotelin Pertama yang disetujui oleh FDA

Majalah Farmasetika - Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular yang didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah sistolik/diastolik melebihi…

2 minggu ago