Solid & Semisolid

Versi Generik Pertama Obat Antivirus Influenza Tamiflu Kini Telah Hadir

Majalah Farmasetika (V1N6-Agustus 2016). The Food and Drug Administration (FDA) telah menyetujui versi generik pertama oseltamivir fosfat (Tamiflu, Roche Group) pada 3 Agustus 2016. Obat ini digunakan untuk pengobatan antivirus influenza A dan B. Di Indonesia sendiri Tamiflu diedarkan oleh Boehringer Ingelhelm.

Oseltamivir diindikasikan khusus pada pasien usia 2 minggu dan lebih tua yang memiliki gejala flu tidak lebih dari 48 jam. Obat ini juga diindikasikan untuk mencegah influenza pada pasien usia 1 tahun dan lebih tua. Namun, FDA memperingatkan dalam sebuah rilis berita bahwa meskipun oseltamivir dapat diambil sebagai profilaksis, itu bukan pengganti untuk vaksinasi flu.

Mual, muntah, dan sakit kepala adalah beberapa efek samping yang paling umum dilaporkan oleh orang-orang menggunakan oseltamivir dalam uji klinis.

Namun Otoritas kesehatan masyarakat di Amerika dan beberapa peneliti perpendapat bahwa baik oseltamivir serta zanamivir (Relenza, GlaxoSmithKline), antivirus lain untuk wabah flu, perlu uji klinis tambahan untuk menilai efektivitas mereka.

Ketika diambil dalam 48 jam pertama terserang influenza, dua antivirus dihubungkan dengan mengurangi kematian pada pasien rawat inap. Selain itu, mereka muncul untuk mengurangi durasi gejala flu pada sekitar 15 jam, tapi bukti yang ada tidak mendukung penggunaan rutin untuk semua pasien. Kecuali dalam kasus sangat serius, manfaat mungkin tidak sebanding dengan efek samping.

FDA mengatakan dalam siaran pers-nya bahwa ia tidak tahu apakah oseltamivir efektif pada orang yang mulai pengobatan setelah 2 hari dari gejala berkembang atau yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Badan ini juga mencatat bahwa obat ini tidak mengobati infeksi bakteri yang dapat menyertai flu dan tidak mencegah atau mengobati infeksi lain selain influenza.

Bentuk sediaan dari versi generik baru oseltamivir diproduksi oleh Natco Pharma sama seperti untuk Tamiflu: 30 mg, 45 mg, dan 75 mg.

Sumber :

  1. http://www.medscape.com/viewarticle/867108
  2. http://www.fda.gov/Drugs/DrugSafety/PostmarketDrugSafetyInformationforPatientsandProviders/ucm514854.htm
farmasetika.com

Farmasetika.com (ISSN : 2528-0031) merupakan situs yang berisi informasi farmasi terkini berbasis ilmiah dan praktis dalam bentuk Majalah Farmasetika. Di situs ini merupakan edisi majalah populer. Sign Up untuk bergabung di komunitas farmasetika.com. Download aplikasi Android Majalah Farmasetika, Caping, atau Baca di smartphone, Ikuti twitter, instagram dan facebook kami. Terimakasih telah ikut bersama memajukan bidang farmasi di Indonesia.

Share
Published by
farmasetika.com

Recent Posts

EXXUA, Obat Baru Terapi Gangguan Depresi Mayor Mengandung Giperone

Majalah Farmasetika - FDA telah memberikan persetujuan terhadap tablet oral extended release dari Fabre-Kramer Pharmaceuticals…

1 hari ago

EXBLIFEP® Kombinasi Antibiotik Baru Terapi Infeksi Saluran Kemih dengan Komplikasi

Majalah Farmasetika - Badan Pengawas Obat dan Makanan USA-FDA pada tanggal 29 Februari 2024 telah…

5 hari ago

Salah Kaprah Nomenklatur D3 Apoteker dan Risiko Reduksi Profesi Kesehatan

Majalah Farmasetika - Kekeliruan nomenklatur “D3 Apoteker” tidak muncul secara tiba-tiba. Ia lahir dari irisan…

1 minggu ago

Konsep Aplikasi RME-APOTEK Komunitas: Transformasi Praktik Kefarmasian Menuju Pelayanan Klinis Terintegrasi

Majalah Farmasetika - apt. Sudarsono, M.Sc (Clin.Pharm) membuat catatan dalam bentuk e-book terkait Konsep Dasar…

1 minggu ago

TRYVIO™, Obat Hipertensi Resisten Golongan Antagonis Reseptor Endotelin Pertama yang disetujui oleh FDA

Majalah Farmasetika - Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular yang didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah sistolik/diastolik melebihi…

2 minggu ago

Iqirvo: Langkah Maju dalam Pengobatan Penyakit Autoimun Hati (Primary Biliary Cholangitis)

Majalah Farmasetika - Pada Agustus 2024, dunia medis menyambut Iqirvo, sebuah terapi revolusioner untuk Primary…

4 minggu ago