Categories: Berita

Karena Kontaminasi Kacang, Produk Mengandung Eltrombopag Ditarik Sukarela

Farmasetika.com – Novartis pada 11 Mei 2019 mengumumkan penarikan sukarela dari tiga lot Promacta (eltrombopag) 12,5 mg untuk suspensi oral ke tingkat konsumen di Amerika Serikat.

Lot suspensi oral ditarik kembali karena risiko kontaminasi tepung kacang tanah yang potensial terjadi di lokasi pembuatan kontrak pihak ketiga.

Tablet Promacta dalam kekuatan 12,5 mg, 25 mg, 50 mg dan 75 mg tidak terpengaruh oleh penarikan ini dan tidak diproduksi di fasilitas yang sama.

Di Indonesia tidak tersedia produk Promacta, tetapi dengan brand tablet Rebozet dengan kandungan yang sama dari Novartis Indonesia.

Bahaya Reaksi Hipersensitif

Kacang dikenal sebagai alergen makanan. Potensi kontaminasi silang dengan tepung kacang tanah, bahkan dalam jejak kecil, dapat menyebabkan reaksi hipersensitif pada populasi pasien dengan sensitivitas yang tidak diketahui atau diketahui antigen kacang tanah, termasuk reaksi anafilaktik yang signifikan secara medis, yang dapat berakibat fatal.

Sampai saat ini, Novartis belum menerima laporan atau kejadian buruk apa pun untuk penarikan ini.

Indikasi Promacta

Promacta 12,5 mg untuk suspensi oral diindikasikan untuk perawatan pasien dewasa dan anak-anak tertentu dengan trombositopenia imun kronis, pasien dewasa tertentu dengan trombositopenia terkait hepatitis C, dan pasien dewasa dan anak-anak tertentu dengan anemia aplastik berat yang belum pernah menerima terapi imunosupresif sebelumnya atau memiliki respon yang tidak memadai terhadap terapi imunosupresif. Lihat promacta.com untuk informasi resep lengkap.

Distribusi di AS

Promacta 12,5 mg untuk suspensi oral didistribusikan secara nasional melalui apotek khusus.

Novartis memberi tahu distributor dan pelanggan melalui surat dan meminta mereka untuk memeriksa produk yang terkena dampak dan mengembalikan produk yang tidak digunakan melalui arahan yang diberikan dalam surat penarikan.

Sumber : Novartis Issues Voluntary Nationwide Recall of Promacta® 12.5 mg for Oral Suspension Due to Potential Peanut Contamination https://www.fda.gov/safety/recalls-market-withdrawals-safety-alerts/novartis-issues-voluntary-nationwide-recall-promactar-125-mg-oral-suspension-due-potential-peanut

farmasetika.com

Farmasetika.com (ISSN : 2528-0031) merupakan situs yang berisi informasi farmasi terkini berbasis ilmiah dan praktis dalam bentuk Majalah Farmasetika. Di situs ini merupakan edisi majalah populer. Sign Up untuk bergabung di komunitas farmasetika.com. Download aplikasi Android Majalah Farmasetika, Caping, atau Baca di smartphone, Ikuti twitter, instagram dan facebook kami. Terimakasih telah ikut bersama memajukan bidang farmasi di Indonesia.

Share
Published by
farmasetika.com

Recent Posts

VELSIPITY, Obat Baru Terapi Radang Usus Besar Mengandung ETRASIMOD

Majalah Farmasetika - FDA melakukan penerimaan terhadap Velsipity dengan Active Pharmaceutical Ingredients Etrasimod sebagai terapi…

13 jam ago

EXXUA, Obat Baru Terapi Gangguan Depresi Mayor Mengandung Giperone

Majalah Farmasetika - FDA telah memberikan persetujuan terhadap tablet oral extended release dari Fabre-Kramer Pharmaceuticals…

2 hari ago

EXBLIFEP® Kombinasi Antibiotik Baru Terapi Infeksi Saluran Kemih dengan Komplikasi

Majalah Farmasetika - Badan Pengawas Obat dan Makanan USA-FDA pada tanggal 29 Februari 2024 telah…

6 hari ago

Salah Kaprah Nomenklatur D3 Apoteker dan Risiko Reduksi Profesi Kesehatan

Majalah Farmasetika - Kekeliruan nomenklatur “D3 Apoteker” tidak muncul secara tiba-tiba. Ia lahir dari irisan…

1 minggu ago

Konsep Aplikasi RME-APOTEK Komunitas: Transformasi Praktik Kefarmasian Menuju Pelayanan Klinis Terintegrasi

Majalah Farmasetika - apt. Sudarsono, M.Sc (Clin.Pharm) membuat catatan dalam bentuk e-book terkait Konsep Dasar…

2 minggu ago

TRYVIO™, Obat Hipertensi Resisten Golongan Antagonis Reseptor Endotelin Pertama yang disetujui oleh FDA

Majalah Farmasetika - Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular yang didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah sistolik/diastolik melebihi…

2 minggu ago