Categories: Berita

NDMA Ada di Injeksi dan Sirup Ranitidin, Bagaimana dengan Tablet?

Farmasetika.com – Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) telah menarik 5 produk Ranitidin dalam bentuk injeksi dan sirup karena diketahui memiliki kandungan N-nitrosodimethylamine (NDMA) melebihi ambang batas yang diperbolehkan.

Ranitidin dipasarkan di Indonesia sejak 1989

“Badan POM telah memberikan persetujuan terhadap ranitidin sejak tahun 1989 melalui kajian evaluasi keamanan, khasiat, dan mutu. Ranitidin tersedia dalam bentuk sediaan tablet, sirup, dan injeksi.” Tertulis dalan sebuah pernyataan resmi Badan POM (4/10/2019).

Hingga saat ini belum ada penarikan resmi dari Badan POM untuk sediaan tablet. Padahal di pasaran sediaan tablet lebih banyak digunakan dan memunculkan kekhawatiran di Masyarakat.

Badan POM menegaskan untuk produk yang belum ditarik Badan POM, pelaku usaha atas dasar prinsip kehati-hatian dapat melakukan penarikan produk selama proses penelitian dilakukan Badan POM.

NDMA adalah degradan ranitidin

“Berbeda dengan kasus valsartan, NDMA dari ranitidin merupakan degradan atau produk degradasi dari ranitidin” ujar Holis Abd Holik, Ph.D., Apt., Dosen dari Departemen Analisis Farmasi dan Kimia Medisinal, Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran dihubungi melalui ponsel (9/10/2019).

“Dimungkinkan sediaan tablet ranitidin juga terdegradasi, di Singapura contohnya, Zantac sirup, injeksi, dan tablet ditemukan NDMA diatas batas yang diperkenankan. Sediaan padat seperti tablet relatif lebih stabil dibanding sediaan cairan pada fase produksi, distribusi dan penyimpanan. Sedangkan pada fase administrasi, sediaan peroral justru lebih rawan mengalami degradasi dibanding sediaan IV, karena harus mengalami fase ADME didalam tubuh. ” Lanjut dosen lulusan Doktor dari Chiba University ini.

Jalur degradasi NDMA

Menurutnya, tidak heran bila ada perusahan farmasi yang memproduksi tablet salut ranitidin menghentikan sementara produksi produknya sambil menunggu hasil pengujian NDMA.

“Ada beberapa jalur bisa menghasilkan NDMA, untuk ranitidin melibatkan reaksi ozonisasi, dari ranitidin terdegradasi menjadi DMA kemudian NDMA, berdasarkan penelitian yang telah dipublikasikan pada tahun 2017” kata Holis.

Jaalur degradasi ranitidin

NDMA bisa dihasilkan dari makanan

“Sebenarnya, kita konsumsi obat dalam dosis rendah, dan frekuensi rendah juga. Ranitidin sudah 38 tahun beredar, penarikan ini karena aturan untuk obat memang sangat ketat saja. Padahal kalo dibandingkan dengan NDMA yang ada di saat pengolahan produk daging, seperti nugget, sosis, dan daging asap, dan proporsi konsumsinya, kemungkinan besar kadar NDMA yang masuk ke tubuh kita jauh lebih banyak dari daging, dibanding dari ranitidin” lanjutnya.

“Bagi masyarakat yang rutin mengkonsumsi tablet ranitidin dapat berkonsultassi dengan dokter atau apoteker. Ada beberapa obat lain yang digunakan untuk kondisi yang sama seperti ranitidine yang dapat digunakan sebagai alternatif pengganti hingga hasil penelitian dirilis.” Tutupnya.

Sumber : Characterization of N-nitrosodimethylamine formation from the ozonation of ranitidineJournal of Environmental Sciences. Volume 58, August 2017, Pages 116-126

farmasetika.com

Farmasetika.com (ISSN : 2528-0031) merupakan situs yang berisi informasi farmasi terkini berbasis ilmiah dan praktis dalam bentuk Majalah Farmasetika. Di situs ini merupakan edisi majalah populer. Sign Up untuk bergabung di komunitas farmasetika.com. Download aplikasi Android Majalah Farmasetika, Caping, atau Baca di smartphone, Ikuti twitter, instagram dan facebook kami. Terimakasih telah ikut bersama memajukan bidang farmasi di Indonesia.

Share
Published by
farmasetika.com

Recent Posts

VELSIPITY, Obat Baru Terapi Radang Usus Besar Mengandung ETRASIMOD

Majalah Farmasetika - FDA melakukan penerimaan terhadap Velsipity dengan Active Pharmaceutical Ingredients Etrasimod sebagai terapi…

2 hari ago

EXXUA, Obat Baru Terapi Gangguan Depresi Mayor Mengandung Giperone

Majalah Farmasetika - FDA telah memberikan persetujuan terhadap tablet oral extended release dari Fabre-Kramer Pharmaceuticals…

3 hari ago

EXBLIFEP® Kombinasi Antibiotik Baru Terapi Infeksi Saluran Kemih dengan Komplikasi

Majalah Farmasetika - Badan Pengawas Obat dan Makanan USA-FDA pada tanggal 29 Februari 2024 telah…

1 minggu ago

Salah Kaprah Nomenklatur D3 Apoteker dan Risiko Reduksi Profesi Kesehatan

Majalah Farmasetika - Kekeliruan nomenklatur “D3 Apoteker” tidak muncul secara tiba-tiba. Ia lahir dari irisan…

1 minggu ago

Konsep Aplikasi RME-APOTEK Komunitas: Transformasi Praktik Kefarmasian Menuju Pelayanan Klinis Terintegrasi

Majalah Farmasetika - apt. Sudarsono, M.Sc (Clin.Pharm) membuat catatan dalam bentuk e-book terkait Konsep Dasar…

2 minggu ago

TRYVIO™, Obat Hipertensi Resisten Golongan Antagonis Reseptor Endotelin Pertama yang disetujui oleh FDA

Majalah Farmasetika - Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular yang didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah sistolik/diastolik melebihi…

2 minggu ago