Profil

Sherly Meilianti, Presiden Grup Apoteker Muda Dunia dengan Segudang Prestasi

Majalah Farmasetika – Sherly Meilianti terpilih menjadi presiden grup apoteker muda dunia (Young Pharmacists Group/YPG) federasi apoteker internasional (International Pharmaceutical Federation/FIP) pada September 2019 silam.Ia juga pernah memimpin sesi kongres World Health Assembly. Sherly terpilih menjadi presiden YPG FIP setelah menyisihkan tiga pesaingnya, masing-masing dari negara India, Algeria, dan Australia.

Perempuan kelahiran Riau, 26 Maret 1989 ini merupakan salah satu kandidat doktor University College London, School of Pharmacy di Inggris melaui beasiswa LPDP.

Ia juga pernah terlibat di Global Health Workforce Network Youth Hub sebagai perwakilan YPG FIP. Tidak hanya itu,  pada akhir Kongres FIP di Glasgow awal September 2018, poster ilmiah Sherly dianugerahi The best Poster, mengalahkan ratusan poster ilmiah apoteker dari manca negara.

Semua pengalamannya itu menjadi salah satu faktor pendukung ketika ia mencalonkan diri sebagai presiden  YPG FIP.

Apa itu YPG FIP?

YPG didirikan untuk memenuhi minat, tantangan, dan harapan kaum muda dari apoteker dan farmasi yang baru saja memenuhi syarat ilmuwan (di bawah usia 35). Tujuan YPG adalah agar apoteker saling terhubung dan menumbuhkan kepemimpinan dalam masing-masing dari 8 bagian yang berbeda yang berfokus pada praktik farmasi dan 9 kelompok minat khusus (special interest group/SIG) yang berbeda yang berfokus pada ilmu farmasi. Saat ini memiliki anggota di lebih dari 80 negara.

FIP adalah organisasi global yang mewakili lebih dari 4 juta apoteker dan ilmuwan farmasi serta merupakan organisasi non-pemerintah yang telah menjalin hubungan resmi dengan organisasi kesehatan dunia sejak tahun 1948.

Foto facebook Sherly

Redaksi Majalah Farmasetika berkesampatan untuk memawancarainya ditengah kesibukannya menempuh program doktor di Inggris.

Tips dan kendala berorganisasi di tingkat dunia

Sherly memilih terjun untuk berorganisasi di tingkat dunia untuk mendapatkan jejaring internasional dirasanya tepat dan mengembangkan profesionalitas dan terlibat dari berbagai kegitan untuk memajukan organisasi farmasi tidak hanya secara global namun juga di tingkat lokal dan nasional.

“Menurut saya hal terpenting adalah mau belajar dan selalu berusaha memberikan yang terbaik.” ujar Sherly ketika ditanyakan terkait tips berorganisasi di tingkat dunia (26/4/2020).

“Saya sebenarnya adalah tipe orang yang introvert yang selalu ingin sendiri dan takut tampil di depan umum. Bahkan saat saya tampil di depan umum, saya selalu takut membuat malu organisasi yang saya wakili. Namun, saya selalu mau belajar dan selalu berefleksi untuk bagaimana saya dapat menjadi lebih baik dan meningkatkan kemampuan saya. Kendala utama yang saya alami saat saya memulai organisasi adalah kemampuan bahasa inggris saya.” lanjut Sherly yang juga merupakan lulusan program apoteker di Fakultas Farmasi Universitas Indonesia tahun 2011.

“Kendala lainnya adalah karna saya tipe orang yang selalu menghindari konflik, saya cenderung untuk tidak mengeluarkan pendapat atau diam saat rapat karna khawatir pendapat saya salah.” katanya.

Akan tetapi Sherly menjelaskan bahwa budaya di organisasi di YPG FIP sangat membantunya untuk berkembang. Di YPG FIP selalu mendorong apoteker muda untuk tidak pernah takut menyampaikan pendapat dan hal ini lah yang sangat penting untuk diterapkan di manapun tempat pekerjaannya.

Hal terpenting lainnya adalah kita mau selalu refleksi diri kita, belajar memperbaiki diri dan selalulah terinspirasi dengan orang lain. Dalam keterlibatan saya sebagai FIP YPG Presiden, saya belajar banyak hal karna organisasi ini sifatnya volunter dan setiap anggota subcommittee kami memiliki watak yang berbeda -bada di mana mereka berasal dari berbagai negara didunia.

“Refleksi yang saya lakukan membantu saya menganalisa bagaimana cara terbaik untuk berhadapan dengan mereka. Saya percaya pemimpin menjadi hebat bukan karena kekuatan mereka tetapi karena kemampuan mereka untuk mendorong pengembangan profesi orang lain dan membantu mereka mencapai tujuan mereka. Saya sangat menyukai quote dari John Quincy Adams yaitu: “If your actions inspire others to dream more, learn more, do more and become more, you are a leader.”” tutup Sherly.

farmasetika.com

Farmasetika.com (ISSN : 2528-0031) merupakan situs yang berisi informasi farmasi terkini berbasis ilmiah dan praktis dalam bentuk Majalah Farmasetika. Di situs ini merupakan edisi majalah populer. Sign Up untuk bergabung di komunitas farmasetika.com. Download aplikasi Android Majalah Farmasetika, Caping, atau Baca di smartphone, Ikuti twitter, instagram dan facebook kami. Terimakasih telah ikut bersama memajukan bidang farmasi di Indonesia.

Share
Published by
farmasetika.com

Recent Posts

VELSIPITY, Obat Baru Terapi Radang Usus Besar Mengandung ETRASIMOD

Majalah Farmasetika - FDA melakukan penerimaan terhadap Velsipity dengan Active Pharmaceutical Ingredients Etrasimod sebagai terapi…

15 jam ago

EXXUA, Obat Baru Terapi Gangguan Depresi Mayor Mengandung Giperone

Majalah Farmasetika - FDA telah memberikan persetujuan terhadap tablet oral extended release dari Fabre-Kramer Pharmaceuticals…

2 hari ago

EXBLIFEP® Kombinasi Antibiotik Baru Terapi Infeksi Saluran Kemih dengan Komplikasi

Majalah Farmasetika - Badan Pengawas Obat dan Makanan USA-FDA pada tanggal 29 Februari 2024 telah…

6 hari ago

Salah Kaprah Nomenklatur D3 Apoteker dan Risiko Reduksi Profesi Kesehatan

Majalah Farmasetika - Kekeliruan nomenklatur “D3 Apoteker” tidak muncul secara tiba-tiba. Ia lahir dari irisan…

1 minggu ago

Konsep Aplikasi RME-APOTEK Komunitas: Transformasi Praktik Kefarmasian Menuju Pelayanan Klinis Terintegrasi

Majalah Farmasetika - apt. Sudarsono, M.Sc (Clin.Pharm) membuat catatan dalam bentuk e-book terkait Konsep Dasar…

2 minggu ago

TRYVIO™, Obat Hipertensi Resisten Golongan Antagonis Reseptor Endotelin Pertama yang disetujui oleh FDA

Majalah Farmasetika - Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular yang didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah sistolik/diastolik melebihi…

2 minggu ago