Categories: Vaksin

Urgensi Pemberian Dosis Booster Vaksin COVID-19

Majalah Farmasetika – Beberapa pekan terakhir bergaung istilah vaksin booster untuk Covid-19 sejak pernyataan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, terkait peluncuran suntikan penguat untuk orang dewasa.

Vaksin booster merupakan vaksin yang diberikan untuk memperpanjang kekebalan protektif. Hal ini didasarkan adanya kemungkinan penurunan efektivitas perlindungan vaksin terhadap varian baru. Seiring berjalannya waktu, antibodi yang dirangsang dari pemberian vaksin Covid-19 dapat berkurang sehingga perlu pemantauan tingkat antibodi dalam darah untuk mengetahui efektivitas vaksin.

Pemberian vaksin booster dapat mengaktifkan sel memori yang lebih kuat dari sebelumnya berupa respons antibodi dan sel T atau T limfosit (Macmillan, 2021).

Vaksin booster diberikan kepada individu berusia 65 tahun ke atas, tenaga kesehatan, dan pekerja yang berada di sektor penting seperti polisi, pemadam kebakaran, guru, pekerja di bidang pangan dan pertanian, manufaktur, dan kurir. Selain itu, masyarakat dengan usia 18-64 tahun yang memiliki tingkat risiko tinggi terpapar Covid-19 atau memiliki kondisi medis tertentu bisa diprioritaskan untuk mendapat vaksin booster (Centers for Disease Control and Prevention, 2021).
Pakar Virologi FKKMK UGM, dr. Mohamad Saifudin Hakim, MSc., PhD mengungkapkan bahwa belum dibutuhkan dosis vaksin booster bagi masyarakat umum. Walaupun telah didapatkan hasil melalui studi awal bahwa pemberian vaksin booster akan melatih kembali sel-sel memori penghasil antibodi tubuh yang dihasilkan dari dua dosis vaksin sebelumnya sehingga meningkatkan imunitas tubuh, urgensi pemberian vaksin booster atau vaksinasi dosis ketiga ini, mengingat pemerataan pemberian vaksin dosis pertama dan kedua yang belum tercapai.

Dalam pelaksanaannya, pelaksanaan vaksinasi dosis ketiga ini harus mempertimbangkan berbagai hal, seperti penurunan level imunitas, efektivitas vaksin, dan pasokan vaksin, baik secara global maupun nasional (Ika, 2021). Yang terpenting dalam kondisi saat ini, walaupun dapat meningkatkan respon kekebalan tubuh, prioritas tetap diarahkan pemberian vaksin dosis primer dibandingkan dosis booster (Mahase, 2021).
Walaupun begitu, urgensi pemberian vaksin booster ini tetap ada bagi para tenaga kesehatan, mengingat peran mereka sebagai garda terdepan dalam menghadapi pandemi yang tak kunjung selesai (Surianta, 2021).

Selain itu, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) juga merekomendasikan pemberian vaksin dosis ketiga ini untuk kelompok tertentu dengan kondisi sistem kekebalan yang lemah, sehingga akan pemberian dosis ketiga akan membantu, melindungi, merawat mereka dari sakit parah atau meninggal yang disebabkan oleh COVID-19 (Maragakis dan Kelen, 2021).
Pemberian dosis booster dilakukan ketika dirasa perlindungan yang dihasilkan dari suntikan dosis primer mulai berkurang. Dosis ini dirancang untuk membantu individu dengan sistem kekebalan tubuh lemah yang tidak dapat merespons/menerima efek pemberian dosis pertama atau kedua, sehingga akan diberikan dosis ketiga 28 hari setelah pemberian dosis kedua (Maragakis dan Kelen, 2021).

Injeksi dosis vaksin ketiga ini juga berlaku bagi para tenaga kesehatan yang mengalami penurunan efektivitas vaksin Covid-19, yang disebabkan oleh menurunnya tingkat perlindungan oleh vaksin dosis sebelumnya dengan tingkat penularan virus yang jauh meningkat.

Dengan pemberian dosis booster ini, para nakes diharapkan dapat terhindar dari infeksi Covid-19, termasuk di dalamnya varian delta dari SARS-CoV-2 (Centers for Disease Control and Prevention, 2021).
Penurunan efektivitas vaksin dapat diatasi dengan pemberian vaksin booster berupa vaksin dengan jenis yang sama seperti vaksin primer yang telah diterima. Namun Ketua Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), Sri Rezeki Hadinegoro, mengungkapkan bahwa terdapat faktor mutasi sehingga disarankan untuk memberikan vaksin booster dengan kemampuan proteksi yang lebih tinggi untuk melawan mutasi SARS-CoV-2 yaitu vaksin dengan basis mRNA yang dapat memperkuat antibodi khususnya untuk melawan varian delta (CNN Indonesia, 2021). Vaksin berbasis mRNA yang sudah disetujui oleh FDA dan CDC untuk vaksin booster adalah Pfizer-BioNTech dan Moderna. Pemberian vaksin booster yang dengan jenis yang berbeda dengan vaksin primer diperbolehkan dan sudah diterapkan di Eropa (Macmillan, 2021).

Daftar Pustaka
Centers for Disease Control and Prevention. (2021). Booster Shot. Diakses dari https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/vaccines/booster-shot.html pada 29 September 2021.
Centers for Disease Control and Prevention. (2021). Who Is Eligible for a COVID-19 Vaccine Booster Shot? Diakses dari https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/vaccines/booster-shot.html pada 28 September 2021.
CNN Indonesia. (2021). ITAGI Ungkap Alasan Booster Mending Moderna Ketimbang Sinovac. Diakses dari https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210812190104-20-679731/itagi-ungkap-alasan-booster-mending-moderna-ketimbang-sinovac pada 29 September 2021.
Ika. (2021). Pakar UGM: Belum Ada Urgensi Vaksin Covid-19 Booster bagi Masyarakat Umum. Diakses dari https://ugm.ac.id/id/berita/21629-pakar-ugm-belum-ada-urgensi-vaksin-covid-19-booster-bagi-masyarakat-umum pada 28 September 2021
Macmillan, C. (2021). Will You Need a Covid-19 Booster? What We Know So Far. Diakses dari https://www.yalemedicine.org/news/covid-19-booster pada 29 September 2021.
Mahase, E. (2021). Covid-19 booster vaccines: What we know and who’s doing what. Diakses dari https://www.bmj.com/content/bmj/374/bmj.n2082.full.pdf pada 28 September 2021
Maragakis, LL dan Kelen GD. (2021). Booster Shots and Third Doses for COVID-19 Vaccines: What You Need to Know. Diakses dari https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/coronavirus/booster-shots-and-third-doses-for-covid19-vaccines-what-you-need-to-know pada 28 September 2021
Surianta, A. (2021). Bekerja Sama Melawan Pandemi Meningkatkan Kapasitas Vaksinasi Covid-19 di Indonesia. Makalah Kebijakan No. 41, 41.

Atik Litanjuasari

Share
Published by
Atik Litanjuasari

Recent Posts

VELSIPITY, Obat Baru Terapi Radang Usus Besar Mengandung ETRASIMOD

Majalah Farmasetika - FDA melakukan penerimaan terhadap Velsipity dengan Active Pharmaceutical Ingredients Etrasimod sebagai terapi…

24 jam ago

EXXUA, Obat Baru Terapi Gangguan Depresi Mayor Mengandung Giperone

Majalah Farmasetika - FDA telah memberikan persetujuan terhadap tablet oral extended release dari Fabre-Kramer Pharmaceuticals…

2 hari ago

EXBLIFEP® Kombinasi Antibiotik Baru Terapi Infeksi Saluran Kemih dengan Komplikasi

Majalah Farmasetika - Badan Pengawas Obat dan Makanan USA-FDA pada tanggal 29 Februari 2024 telah…

6 hari ago

Salah Kaprah Nomenklatur D3 Apoteker dan Risiko Reduksi Profesi Kesehatan

Majalah Farmasetika - Kekeliruan nomenklatur “D3 Apoteker” tidak muncul secara tiba-tiba. Ia lahir dari irisan…

1 minggu ago

Konsep Aplikasi RME-APOTEK Komunitas: Transformasi Praktik Kefarmasian Menuju Pelayanan Klinis Terintegrasi

Majalah Farmasetika - apt. Sudarsono, M.Sc (Clin.Pharm) membuat catatan dalam bentuk e-book terkait Konsep Dasar…

2 minggu ago

TRYVIO™, Obat Hipertensi Resisten Golongan Antagonis Reseptor Endotelin Pertama yang disetujui oleh FDA

Majalah Farmasetika - Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular yang didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah sistolik/diastolik melebihi…

2 minggu ago