Risbang

Obe-cel, Calon Obat Baru Leukimia Limfoblastik Akut Sel-B yang Kambuh/Refraktori

Majalah Farmasetika – Data top-line dari uji coba fase 2 FELIX menunjukkan hasil positif dari pengobatan dengan obe-cel (Autolus Therapeutics plc) pada pasien dewasa dengan leukemia limfoblastik akut (B-ALL) sel-B yang kambuh/refraktori (r/r). Data ini dipresentasikan pada Pertemuan Tahunan American Society of Clinical Oncology (ASCO) 2023.

Peneliti mendaftarkan 112 pasien dewasa dengan r/r ALL ke dalam kohort morfologi percobaan FELIX, di antaranya 94 (84%) pasien diberikan obe-cel. Di antara kelompok pengobatan, 76% mencapai respons lengkap (CR) atau CR dengan pemulihan hematologis tidak lengkap (CRi). Selanjutnya, 97% responden pengobatan yang memiliki sampel yang dapat dievaluasi menunjukkan remisi yang dalam tanpa penyakit sisa minimal (MRD) yang dapat dideteksi.

Pada median tindak lanjut 9,5 bulan, para peneliti menemukan bahwa 61% responden tetap dalam remisi berkelanjutan tanpa tambahan terapi anti kanker baru. Selanjutnya, kinetika sel T reseptor antigen chimeric (CAR) menunjukkan pengerjaan dan persistensi CAR T yang luar biasa yang konsisten dengan studi ALLCAR19 yang dilakukan sebelumnya, menurut Autolus Therapeutics.

“Kami sangat terdorong oleh hasil studi FELIX. Obe-cel menunjukkan imunotoksisitas yang rendah, tingkat remisi lengkap yang tinggi dan ekspansi CAR T yang sangat baik dan persistensi pada B-ALL dewasa,” kata Claire Roddie, MD, PhD, profesor di University College London, konsultan hematologi kehormatan di University College London Hospital, di siaran pers. “Data ini konsisten dengan studi ALLCAR19 sebelumnya dan menunjukkan bahwa obe-cel memiliki potensi manfaat klinis jangka panjang pada pasien B-ALL dewasa tanpa terapi tambahan.”

Obe-cel adalah terapi sel T CAR CD19 investigasi yang dikembangkan dengan maksud untuk mengatasi keterbatasan dalam aktivitas klinis dan keamanan terapi sel T CAR CD19 saat ini, menurut Autolus. Obe-cel, yang dirancang untuk memiliki kecepatan target pengikatan yang dipercepat untuk menurunkan aktivasi berlebihan dari sel T terprogram, dapat menurunkan toksisitas dan kurang rentan terhadap kelelahan sel T, menurut Autolus.

Peneliti mengemukakan bahwa ini dapat meningkatkan kegigihan dan kemampuan sel T terprogram untuk berburu dan membunuh sel kanker target. Obe-cel juga sedang dianalisis dalam uji klinis fase 1 untuk limfoma non-Hodgkin sel-B.

Profil keamanan obe-cel menunjukkan profil tolerabilitas “berpotensi terbaik di kelasnya”, menurut Autolus Therapeutics. Para peneliti mengamati sindrom pelepasan sitokin (CRS) tingkat ≥3 dan sindrom neurotoksisitas terkait sel efektor imun (ICANS) masing-masing pada 3% (3/94) dan 7% (7/94) pasien. Para peneliti mengamati bahwa sebagian besar toksisitas terjadi pada pasien dengan beban penyakit yang tinggi.

Hasil diperoleh 6 dari 7 derajat ≥3 ICANS dengan beban tumor yang sangat tinggi lebih dari 75% ledakan sumsum tulang pada limfodeplesi. Tingkat ≥3 efek samping yang diamati pada 79% dari keseluruhan populasi pasien, dengan neutropenia yang paling umum (36,2%), dan trombositopenia (25,5%).

Reference : 

Autolus Therapeutics Presents Positive Results from Pivotal Phase 2 FELIX study in adult r/r B-ALL at ASCO. Autolus Therapeutics. News release. June 2, 2023. Accessed June 2, 2023. https://finance.yahoo.com/news/autolus-therapeutics-presents-positive-results-110000898.html.

Ayu Dewi Widaningsih

Pharmacy Student

Share
Published by
Ayu Dewi Widaningsih

Recent Posts

VELSIPITY, Obat Baru Terapi Radang Usus Besar Mengandung ETRASIMOD

Majalah Farmasetika - FDA melakukan penerimaan terhadap Velsipity dengan Active Pharmaceutical Ingredients Etrasimod sebagai terapi…

5 jam ago

EXXUA, Obat Baru Terapi Gangguan Depresi Mayor Mengandung Giperone

Majalah Farmasetika - FDA telah memberikan persetujuan terhadap tablet oral extended release dari Fabre-Kramer Pharmaceuticals…

2 hari ago

EXBLIFEP® Kombinasi Antibiotik Baru Terapi Infeksi Saluran Kemih dengan Komplikasi

Majalah Farmasetika - Badan Pengawas Obat dan Makanan USA-FDA pada tanggal 29 Februari 2024 telah…

5 hari ago

Salah Kaprah Nomenklatur D3 Apoteker dan Risiko Reduksi Profesi Kesehatan

Majalah Farmasetika - Kekeliruan nomenklatur “D3 Apoteker” tidak muncul secara tiba-tiba. Ia lahir dari irisan…

1 minggu ago

Konsep Aplikasi RME-APOTEK Komunitas: Transformasi Praktik Kefarmasian Menuju Pelayanan Klinis Terintegrasi

Majalah Farmasetika - apt. Sudarsono, M.Sc (Clin.Pharm) membuat catatan dalam bentuk e-book terkait Konsep Dasar…

2 minggu ago

TRYVIO™, Obat Hipertensi Resisten Golongan Antagonis Reseptor Endotelin Pertama yang disetujui oleh FDA

Majalah Farmasetika - Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular yang didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah sistolik/diastolik melebihi…

2 minggu ago