Berita

BPOM Keluarkan Izin Edar Efesa, Produk Biologi untuk Anemia Pertama di Dunia

Majalah Farmasetika – Pimpinan Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM), Penny K. Lukito, telah memberikan izin edar (NIE) bagi Produk Jadi Efepoetin Alfa (Efesa) pada tanggal 23 Oktober 2023. Efesa adalah produk biopharmaceutical yang dikembangkan di dalam negeri oleh PT Kalbio Global Medika. Produk ini bertujuan untuk membantu meningkatkan produksi sel darah merah sebagai bagian dari pengobatan anemia pada pasien dengan gangguan ginjal kronis yang tidak menjalani dialisis.

Penny K. Lukito menjelaskan bahwa Efesa adalah bukti nyata kemampuan industri farmasi dalam negeri dalam mengembangkan dan memproduksi produk biopharmaceutical yang termasuk dalam golongan erythropoiesis stimulating agents (ESA). Dia menghargai peran PT Kalbe sebagai perusahaan farmasi terkemuka yang secara konsisten berinvestasi dalam riset dan pengembangan produk, serta menjalin kerja sama dengan mitra internasional dan memiliki sumber daya manusia yang kompeten.

Efesa memiliki dampak signifikan dalam pengobatan penyakit ginjal kronis, yang merupakan salah satu masalah kesehatan serius yang tergolong penyakit tidak menular (PTM) atau non-communicable disease (NCDs). Hasil evaluasi BPOM menunjukkan bahwa Efesa memiliki efikasi dan profil keamanan yang setara dengan produk sejenis yang sudah ada, serta efek samping yang umumnya bersifat ringan hingga sedang, seperti sakit kepala dan pilek.

Irawati Setiady, Presiden Komisaris PT Kalbe Farma, menyatakan rasa terima kasihnya kepada BPOM karena telah mendukung pengembangan Efepoetin Alfa sejak tahun 2018 hingga sekarang. Ini merupakan pencapaian luar biasa karena Efesa menjadi produk pertama di dunia yang membantu mengatasi anemia pada pasien yang menderita gagal ginjal.

Sejak awal pengembangan Efesa pada tahun 2019, BPOM telah memantau prosesnya dengan cermat melalui mekanisme pengawalan obat pengembangan baru. Uji klinik Efesa dilakukan di berbagai pusat penelitian, termasuk di Indonesia serta beberapa negara lain, dengan total sekitar 390 subjek. Di Indonesia, BPOM memberikan persetujuan untuk uji klinik di lima rumah sakit di Jakarta. BPOM juga memberikan pendampingan menyeluruh selama proses registrasi Efesa hingga mendapatkan izin edar.

BPOM juga berperan aktif dalam persiapan fasilitas produksi produk biologi PT Kalbio Global Medika. Pendampingan ini dimulai sebelum dan selama pembangunan fasilitas produksi bahan baku dan obat jadi sesuai dengan persyaratan cara pembuatan obat yang baik (CPOB) hingga sertifikat CPOB berhasil diperoleh pada tahun 2017. Saat ini, Efesa diproduksi secara lokal oleh PT Kalbio Global Medika mulai dari pembuatan zat aktif hingga produk jadi. BPOM berusaha keras untuk memastikan masyarakat Indonesia mendapatkan obat yang aman, efektif, dan berkualitas.

BPOM juga memantau distribusi Efesa dengan cermat, termasuk dalam rantai distribusi yang memerlukan suhu rendah (cold chain distribution) pada rentang suhu 2-8°C. Selain itu, farmakovigilans Efesa dilakukan melalui pelaporan periodic safety update report dan pelaporan efek samping oleh klinisi dan fasilitas kesehatan.

Dengan inovasi seperti Efesa, terbuka peluang besar bagi produk ekspor dari Indonesia, dan BPOM berharap bahwa industri lain juga akan mengikuti jejak ini dengan menciptakan inovasi yang dapat meningkatkan daya saing produk Indonesia. Dengan semakin mandiri industri farmasi dalam negeri dalam hal produksi dan inovasi, akan ada lebih banyak produk dalam negeri yang dapat digunakan untuk berbagai pengobatan. BPOM akan terus mendukung dan mendampingi perkembangan industri dalam negeri.

farmasetika.com

Farmasetika.com (ISSN : 2528-0031) merupakan situs yang berisi informasi farmasi terkini berbasis ilmiah dan praktis dalam bentuk Majalah Farmasetika. Di situs ini merupakan edisi majalah populer. Sign Up untuk bergabung di komunitas farmasetika.com. Download aplikasi Android Majalah Farmasetika, Caping, atau Baca di smartphone, Ikuti twitter, instagram dan facebook kami. Terimakasih telah ikut bersama memajukan bidang farmasi di Indonesia.

Share
Published by
farmasetika.com

Recent Posts

VELSIPITY, Obat Baru Terapi Radang Usus Besar Mengandung ETRASIMOD

Majalah Farmasetika - FDA melakukan penerimaan terhadap Velsipity dengan Active Pharmaceutical Ingredients Etrasimod sebagai terapi…

2 jam ago

EXXUA, Obat Baru Terapi Gangguan Depresi Mayor Mengandung Giperone

Majalah Farmasetika - FDA telah memberikan persetujuan terhadap tablet oral extended release dari Fabre-Kramer Pharmaceuticals…

2 hari ago

EXBLIFEP® Kombinasi Antibiotik Baru Terapi Infeksi Saluran Kemih dengan Komplikasi

Majalah Farmasetika - Badan Pengawas Obat dan Makanan USA-FDA pada tanggal 29 Februari 2024 telah…

5 hari ago

Salah Kaprah Nomenklatur D3 Apoteker dan Risiko Reduksi Profesi Kesehatan

Majalah Farmasetika - Kekeliruan nomenklatur “D3 Apoteker” tidak muncul secara tiba-tiba. Ia lahir dari irisan…

1 minggu ago

Konsep Aplikasi RME-APOTEK Komunitas: Transformasi Praktik Kefarmasian Menuju Pelayanan Klinis Terintegrasi

Majalah Farmasetika - apt. Sudarsono, M.Sc (Clin.Pharm) membuat catatan dalam bentuk e-book terkait Konsep Dasar…

2 minggu ago

TRYVIO™, Obat Hipertensi Resisten Golongan Antagonis Reseptor Endotelin Pertama yang disetujui oleh FDA

Majalah Farmasetika - Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular yang didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah sistolik/diastolik melebihi…

2 minggu ago