Berita

FDA Setujui Penggunaan Tetes Mata Pilocarpine Hydrochloride untuk Presbiopia

Majalah Farmasetika – Pilocarpine meningkatkan akuitas visual dekat melalui modulasi pupil, menghasilkan peningkatan kemampuan untuk fokus pada objek yang berada dekat.

Larutan ofthalmik pilocarpine hydrochloride 0,4% (Qlosi, Orasis Pharmaceuticals) telah mendapatkan persetujuan FDA untuk pengobatan presbiopia pada individu dewasa.

Presbiopia adalah kehilangan kemampuan untuk fokus pada objek yang berada dekat dan disebabkan oleh proses penuaan alami. Sebuah siaran pers dari Orasis mencatat bahwa 128 juta individu di AS terkena kondisi ini. Presbiopia dilaporkan terjadi pada individu setelah usia 40 tahun, menyebabkan penglihatan sehari-hari menjadi kabur. Kondisi ini tidak dapat dicegah atau dibalik, dan opsi pengobatan yang tersedia dapat bersifat invasif.

Larutan ofthalmik pilocarpine hydrochloride adalah obat tetes mata resep, bebas pengawet, dan dosis rendah. Formula ini telah memenuhi hasil keefektifan, keamanan, dan kenyamanan.

Obat tetes ini harus diberikan setiap hari atau dua kali sehari sesuai kebutuhan dan memberikan bantuan dalam waktu 20 menit. Efeknya dilaporkan bertahan hingga 8 jam dan meningkatkan penglihatan dekat pada individu pada hari ke-15 pengobatan tanpa memengaruhi penglihatan jarak atau malam. Peran pilocarpine adalah meningkatkan akuitas visual dekat melalui modulasi pupil, menghasilkan peningkatan kemampuan untuk fokus pada objek yang berada dekat.

“Persetujuan FDA terhadap Qlosi menandai tonggak besar bagi Orasis saat kami terus melanjutkan misi kami untuk menyediakan opsi pengobatan yang fleksibel bagi jutaan orang di AS yang mengidap presbiopia, atau penglihatan dekat yang kabur,” kata Elad Kedar, Chief Executive Officer Orasis Pharmaceuticals, dalam siaran pers. “Saya bersyukur kepada tim Orasis, mitra strategis kami, peneliti klinis, dan pasien yang berpartisipasi dalam uji klinis kami, semua dari mereka membuat pencapaian ini menjadi mungkin.”

Persetujuan ini didasarkan pada hasil dari uji klinis fase 3 NEAR-1 dan NEAR-2. Siaran pers mencatat bahwa peneliti melibatkan 600 individu dan menilai keefektifan dan keamanan larutan ofthalmik pilocarpine hydrochloride. Titik akhir primer dan sekunder terpenuhi.

Para peneliti mencatat bahwa peristiwa yang paling umum terkait dengan pengobatan dari uji klinis melibatkan sakit kepala dan nyeri di tempat aplikasi masing-masing sebesar 6,8% dan 5,8%. Peristiwa lain bersifat ringan.

Sheri Rowen, MD, FACS, FWCRS, PCEO, Direktur Medis di NVision Eye Centers, mengatakan dalam siaran pers bahwa hasil yang menjanjikan dan persetujuan ini menimbulkan kegembiraan di kalangan penyedia layanan kesehatan yang ingin mendukung pasien mereka yang mengidap presbiopia.

“Pasien akan senang memiliki opsi untuk menyesuaikan penggunaan pilocarpine dosis rendah sesuai dengan kebutuhan visual pribadi mereka. Berdasarkan keefektifan dan tolerabilitas yang secara signifikan statistik telah ditunjukkan dalam dua uji klinis penting dengan dosis efektif minimum tersebut, hasil QLOSI memperkuat peran penting formulasi dalam merancang ulang pendekatan baru untuk merawat pasien-pasien ini,” kata Rowen dalam siaran pers.

Referensi

Orasis Pharmaceuticals Announces FDA Approval of QLOSI™ (pilocarpine hydrochloride ophthalmic solution) 0.4% for the Treatment of Presbyopia. Cision. News release. October 18, 2023. Accessed October 18, 2023. https://www.prnewswire.com/news-releases/orasis-pharmaceuticals-announces-fda-approval-of-qlosi-pilocarpine-hydrochloride-ophthalmic-solution-0-4-for-the-treatment-of-presbyopia-301959581.html?tc=eml_cleartime.

jamil mustofa

Share
Published by
jamil mustofa

Recent Posts

EXXUA, Obat Baru Terapi Gangguan Depresi Mayor Mengandung Giperone

Majalah Farmasetika - FDA telah memberikan persetujuan terhadap tablet oral extended release dari Fabre-Kramer Pharmaceuticals…

1 hari ago

EXBLIFEP® Kombinasi Antibiotik Baru Terapi Infeksi Saluran Kemih dengan Komplikasi

Majalah Farmasetika - Badan Pengawas Obat dan Makanan USA-FDA pada tanggal 29 Februari 2024 telah…

5 hari ago

Salah Kaprah Nomenklatur D3 Apoteker dan Risiko Reduksi Profesi Kesehatan

Majalah Farmasetika - Kekeliruan nomenklatur “D3 Apoteker” tidak muncul secara tiba-tiba. Ia lahir dari irisan…

1 minggu ago

Konsep Aplikasi RME-APOTEK Komunitas: Transformasi Praktik Kefarmasian Menuju Pelayanan Klinis Terintegrasi

Majalah Farmasetika - apt. Sudarsono, M.Sc (Clin.Pharm) membuat catatan dalam bentuk e-book terkait Konsep Dasar…

1 minggu ago

TRYVIO™, Obat Hipertensi Resisten Golongan Antagonis Reseptor Endotelin Pertama yang disetujui oleh FDA

Majalah Farmasetika - Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular yang didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah sistolik/diastolik melebihi…

2 minggu ago

Iqirvo: Langkah Maju dalam Pengobatan Penyakit Autoimun Hati (Primary Biliary Cholangitis)

Majalah Farmasetika - Pada Agustus 2024, dunia medis menyambut Iqirvo, sebuah terapi revolusioner untuk Primary…

4 minggu ago