Biologis

AstraZeneca Faslodex disetujui FDA untuk Indikasi Baru Kanker Payu Dara

AstraZeneca Faslodex disetujui FDA untuk Indikasi Baru Kanker Payu Dara. AstraZeneca telah menerima persetujuan dari Food and Drug Administration (FDA) untuk indikasi baru dari Faslodex (fulvestrant) untuk mengobati wanita dengan hormon reseptor-positif (HR +), faktor pertumbuhan epidermal reseptor manusia 2 negatif (HER2-) atau metastasis kanker payudara (metastatic breast cancer/MBC). Di Indonesia sendiri harga obat ini bisa mencapai lebih dari 10 juta rupiah setiap 5 mL.

Persetujuan ini memperluas indikasi Faslodex untuk digunakan dalam kombinasi dengan Ibrance (palbociclib).

Fulvestrant diindikasikan oleh Uni Eropa untuk mengobati wanita postmenopause dengan reseptor estrogen positif, lanjut secara lokal atau MBC untuk kekambuhan penyakit pada atau setelah terapi adjuvant anti-estrogen, atau perkembangan penyakit pada terapi dengan anti-estrogen.

Ini merupakan pendekatan terapi hormonal yang menargetkan Endocrine receptor (ER), yang merupakan pemicu utama perkembangan penyakit. Fulvestrant membantu untuk memperlambat pertumbuhan tumor dengan memblokir dan merendahkan ER.

Persetujuan FDA didasarkan pada uji klinis Tahap III PALOMA-3, yang bertemu akhir primer studi tentang kelangsungan hidup bebas perkembangan (progression-free survival).

“Indikasi ini baru di AS mendorong berita untuk pasien kanker payudara metastatik.” kata Antoine Yver, kepala pengembangan obat-obatan global dari AstraZeneca onkologi.

“Sebagai perusahaan kami berkomitmen untuk mengoptimalkan standar saat perawatan kanker payudara. Untuk mencapai hal ini, kami mengeksplorasi kombinasi di platform ilmu yang berbeda melalui penelitian dan evaluasi yang sedang berlangsung.” lanjutnya.

MBC adalah tahap paling maju dari kanker payudara, dan terjadi ketika sel-sel kanker telah menyebar di luar situs tumor awal ke bagian lain dari tubuh luar dari payudara. Saat ini, tidak ada obat untuk penyakit ini.

Sumber :
http://www.webmd.com/breast-cancer/breast-cancer-types-er-positive-her2-positive
http://www.pharmaceutical-technology.com/news/newsastrazenecas-faslodex-receives-fda-approval-new-indication-4830063

farmasetika.com

Farmasetika.com (ISSN : 2528-0031) merupakan situs yang berisi informasi farmasi terkini berbasis ilmiah dan praktis dalam bentuk Majalah Farmasetika. Di situs ini merupakan edisi majalah populer. Sign Up untuk bergabung di komunitas farmasetika.com. Download aplikasi Android Majalah Farmasetika, Caping, atau Baca di smartphone, Ikuti twitter, instagram dan facebook kami. Terimakasih telah ikut bersama memajukan bidang farmasi di Indonesia.

Share
Published by
farmasetika.com

Recent Posts

VELSIPITY, Obat Baru Terapi Radang Usus Besar Mengandung ETRASIMOD

Majalah Farmasetika - FDA melakukan penerimaan terhadap Velsipity dengan Active Pharmaceutical Ingredients Etrasimod sebagai terapi…

1 hari ago

EXXUA, Obat Baru Terapi Gangguan Depresi Mayor Mengandung Giperone

Majalah Farmasetika - FDA telah memberikan persetujuan terhadap tablet oral extended release dari Fabre-Kramer Pharmaceuticals…

3 hari ago

EXBLIFEP® Kombinasi Antibiotik Baru Terapi Infeksi Saluran Kemih dengan Komplikasi

Majalah Farmasetika - Badan Pengawas Obat dan Makanan USA-FDA pada tanggal 29 Februari 2024 telah…

6 hari ago

Salah Kaprah Nomenklatur D3 Apoteker dan Risiko Reduksi Profesi Kesehatan

Majalah Farmasetika - Kekeliruan nomenklatur “D3 Apoteker” tidak muncul secara tiba-tiba. Ia lahir dari irisan…

1 minggu ago

Konsep Aplikasi RME-APOTEK Komunitas: Transformasi Praktik Kefarmasian Menuju Pelayanan Klinis Terintegrasi

Majalah Farmasetika - apt. Sudarsono, M.Sc (Clin.Pharm) membuat catatan dalam bentuk e-book terkait Konsep Dasar…

2 minggu ago

TRYVIO™, Obat Hipertensi Resisten Golongan Antagonis Reseptor Endotelin Pertama yang disetujui oleh FDA

Majalah Farmasetika - Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular yang didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah sistolik/diastolik melebihi…

2 minggu ago