Regulasi

Inilah Daftar Obat yang Lebih Murah dari WHO untuk Terapi Tuberkulosis Resisten Multi Obat

Inilah Daftar Obat yang Lebih Murah dari WHO untuk Terapi Tuberkulosis Resisten Multi Obat. Beberapa hari lalu Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) telah menerbitkan rekomendasi baru yang berusaha untuk mempercepat deteksi dan meningkatkan angka kesembuhan bagi penderita tuberkulosis resisten multi obat (MDR-TB). [Baca : Rekomendasi Terbaru dari WHO untuk Atasi Tuberkulosis Resisten Multi Obat]

WHO merekomendasikan penggunaan rejimen pengobatan yang lebih pendek dan lebih murah, yang diambil untuk 9-12 bulan, dibandingkan dengan rejimen pengobatan konvensional dan lebih mahal, yang diambil selama 18-24 bulan.

“Ini kita mempertimbangkan langkah penting ke depan,” Mario Raviglione, direktur program WHO tuberkulosis global (TB), kepada wartawan pada konferensi pers pada 12 Mei 2016.

Philippp du Cros, spesialis penyakit menular di Médecins San Frontières, mengatakan rekomendasi WHO adalah “langkah positif” yang menandakan bahwa negara-negara di dunia harus segera menerapkannya.

Rejimen baru terdiri dari tujuh obat: kanamisin, moksifloksasin, prothionamide, klofazimin, pirazinamid, isoniazid dosis tinggi dan ethambutol.

Raviglione mengatakan bahwa studi pasien dengan tanpa komplikasi MDR-TB, yang tidak resisten terhadap obat TB lini kedua, mengakibatkan tingkat kesembuhan dari 79-87% dibandingkan dengan 50% untuk rejimen normal.

Rejimen obat yang lebih pendek diperkirakan biaya kurang dari $ 1.000 per pasien, hingga tiga kali lebih murah daripada rejimen normal pada $ 1,500- $ 3.000.

Regimen pendek direkomendasikan untuk sekitar 70% dari orang-orang dengan MDR-TB, tetapi tidak dapat digunakan pada pasien dengan resistensi obat lini kedua, penyakit paru dan kehamilan.

Untuk membantu mengidentifikasi pasien yang memenuhi syarat untuk terapi yang lebih pendek, WHO telah merekomendasikan penggunaan tes DNA baru diagnostik disebut MTBDRsI, yang mengidentifikasi strain MDR-TB resisten terhadap obat TB lini kedua dalam waktu 24-48 jam, turun dari tiga bulan di menyajikan.

WHO mengatakan diperkirakan 480.000 orang mengembangkan MDR-TB pada tahun 2014 dimana sekitar 5% dari semua kasus TB  dan 190.000 meninggal dari itu.

Sumber :

  1. The Pharmaceutical JournalDOI: 10.1211/PJ.2016.20201150
  2. http://www.pharmaceutical-journal.com/news-and-analysis/news-in-brief/who-announces-cheaper-drug-treatment-for-multidrug-resistant-tuberculosis/20201150.article
farmasetika.com

Farmasetika.com (ISSN : 2528-0031) merupakan situs yang berisi informasi farmasi terkini berbasis ilmiah dan praktis dalam bentuk Majalah Farmasetika. Di situs ini merupakan edisi majalah populer. Sign Up untuk bergabung di komunitas farmasetika.com. Download aplikasi Android Majalah Farmasetika, Caping, atau Baca di smartphone, Ikuti twitter, instagram dan facebook kami. Terimakasih telah ikut bersama memajukan bidang farmasi di Indonesia.

Share
Published by
farmasetika.com

Recent Posts

VELSIPITY, Obat Baru Terapi Radang Usus Besar Mengandung ETRASIMOD

Majalah Farmasetika - FDA melakukan penerimaan terhadap Velsipity dengan Active Pharmaceutical Ingredients Etrasimod sebagai terapi…

19 jam ago

EXXUA, Obat Baru Terapi Gangguan Depresi Mayor Mengandung Giperone

Majalah Farmasetika - FDA telah memberikan persetujuan terhadap tablet oral extended release dari Fabre-Kramer Pharmaceuticals…

2 hari ago

EXBLIFEP® Kombinasi Antibiotik Baru Terapi Infeksi Saluran Kemih dengan Komplikasi

Majalah Farmasetika - Badan Pengawas Obat dan Makanan USA-FDA pada tanggal 29 Februari 2024 telah…

6 hari ago

Salah Kaprah Nomenklatur D3 Apoteker dan Risiko Reduksi Profesi Kesehatan

Majalah Farmasetika - Kekeliruan nomenklatur “D3 Apoteker” tidak muncul secara tiba-tiba. Ia lahir dari irisan…

1 minggu ago

Konsep Aplikasi RME-APOTEK Komunitas: Transformasi Praktik Kefarmasian Menuju Pelayanan Klinis Terintegrasi

Majalah Farmasetika - apt. Sudarsono, M.Sc (Clin.Pharm) membuat catatan dalam bentuk e-book terkait Konsep Dasar…

2 minggu ago

TRYVIO™, Obat Hipertensi Resisten Golongan Antagonis Reseptor Endotelin Pertama yang disetujui oleh FDA

Majalah Farmasetika - Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular yang didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah sistolik/diastolik melebihi…

2 minggu ago