Edukasi

Konsumsi Tramadol Bisa Menurunkan Kadar Gula Darah

Majalah Farmasetika (Ed.4/Juni 2016). Tramadol ternyata bisa menurunkan kadar glukosa darah pada pasien diabetes dan nondiabetes, menurut sebuah poster penelitian (poster 19-M) yang disajikan pada Pertemuan Ilmiah ASHP musim panas di Baltimore. Oleh karenanya, penyedia layanan kesehatan harus mempertimbangkan pemantauan glukosa pada pasien yang mengambil obat penghilang rasa sakit ini.

Tramadol, opioid, mengubah cara otak merasakan nyeri dengan menghambat serotonin dan norepinefrin reuptake. Ini juga mengaktifkan reseptor opioid yang lebih lanjut menghambat efek menyakitkan. Kedua tindakan ini menghambat glukosa, Larry Golightly, PharmD, koordinator reaksi obat dan evaluasi penggunaan yang merugikan di Rumah Sakit Universitas Colorado, di Aurora, menjelaskan dalam sebuah wawancara dengan David Bronstein (13/6), direktur editorial Pharmacy Practice News.

Ada laporan dari pasien yang memakai tramadol untuk nyeri yang membutuhkan rawat inap karena efek penurun glukosa ini, menurut Dr. Golightly. “Meskipun tidak umum, glukosa darah mereka bisa pergi cukup rendah sehingga mereka memerlukan rawat inap,” katanya.

“Tujuan kami melakukan hal ini adalah melihat apakah ini terjadi pada pasien kami yang sudah di rumah sakit. Dan sepertinya itu (tramadol) penyebabnya, “katanya.

Dalam review retrospektif ini, mereka menemukan 2.927 pasien yang menerima tramadol selama review tiga tahun. Para pasien dimasukkan dalam review jika mereka telah darah atau glukosa plasma konsentrasi diukur setidaknya dua kali dalam lima hari setelah menerima tramadol.

Mereka menemukan bahwa hipoglikemia dilaporkan dalam bagan 22 dari 47 pasien dengan diabetes tipe 1; 113 dari 673 pasien dengan diabetes tipe 3; dan 103 dari 2.207 pasien tanpa diabetes.

“Pasien diabetes tampak jauh lebih rentan terhadap efek dari obat daripada yang lain. Hampir 20%, atau satu dari lima, pasien diabetes yang menerima tramadol dikembangkan setidaknya satu episode hiperglikemia, “kata Dr. Golightly.

“Hampir 5% dari pasien nondiabetes kami mengembangkan setidaknya satu episode hipoglikemik dalam lima hari pertama setelah obat diberikan,” tambahnya.

Ada kemungkinan bahwa rendah pembacaan glukosa pada pasien diabetes yang sedang dikaitkan dengan kondisi pasien, bukan disebabkan obat tramadol, katanya. “Kita tidak bisa membuktikannya dengan data ini, tapi saya pikir itu adalah persis apa yang terjadi.”

Dia menambahkan bahwa penyedia mungkin mempertimbangkan pemantauan glukosa darah tanpa memandang status diabetes pada pasien yang memakai tramadol.

Sumber : http://www.pharmacypracticenews.com/Clinical/Article/06-16/Giving-Tramadol-Watch-That-Glucose-Reading/36748/ses=ogst

farmasetika.com

Farmasetika.com (ISSN : 2528-0031) merupakan situs yang berisi informasi farmasi terkini berbasis ilmiah dan praktis dalam bentuk Majalah Farmasetika. Di situs ini merupakan edisi majalah populer. Sign Up untuk bergabung di komunitas farmasetika.com. Download aplikasi Android Majalah Farmasetika, Caping, atau Baca di smartphone, Ikuti twitter, instagram dan facebook kami. Terimakasih telah ikut bersama memajukan bidang farmasi di Indonesia.

Share
Published by
farmasetika.com

Recent Posts

VELSIPITY, Obat Baru Terapi Radang Usus Besar Mengandung ETRASIMOD

Majalah Farmasetika - FDA melakukan penerimaan terhadap Velsipity dengan Active Pharmaceutical Ingredients Etrasimod sebagai terapi…

17 jam ago

EXXUA, Obat Baru Terapi Gangguan Depresi Mayor Mengandung Giperone

Majalah Farmasetika - FDA telah memberikan persetujuan terhadap tablet oral extended release dari Fabre-Kramer Pharmaceuticals…

2 hari ago

EXBLIFEP® Kombinasi Antibiotik Baru Terapi Infeksi Saluran Kemih dengan Komplikasi

Majalah Farmasetika - Badan Pengawas Obat dan Makanan USA-FDA pada tanggal 29 Februari 2024 telah…

6 hari ago

Salah Kaprah Nomenklatur D3 Apoteker dan Risiko Reduksi Profesi Kesehatan

Majalah Farmasetika - Kekeliruan nomenklatur “D3 Apoteker” tidak muncul secara tiba-tiba. Ia lahir dari irisan…

1 minggu ago

Konsep Aplikasi RME-APOTEK Komunitas: Transformasi Praktik Kefarmasian Menuju Pelayanan Klinis Terintegrasi

Majalah Farmasetika - apt. Sudarsono, M.Sc (Clin.Pharm) membuat catatan dalam bentuk e-book terkait Konsep Dasar…

2 minggu ago

TRYVIO™, Obat Hipertensi Resisten Golongan Antagonis Reseptor Endotelin Pertama yang disetujui oleh FDA

Majalah Farmasetika - Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular yang didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah sistolik/diastolik melebihi…

2 minggu ago