Regulasi

BPOM Umumkan Penggunaan Obat Zoledronic Acid Berisiko Terkena Fanconi Syndrome

farmasetika.com – Badan Pengawas Obat Makanan (Badan POM) mengeluarkan “Informasi Aspek Keamanan Obat yang Mengandung Zoledronic acid pada 23 November 2016Badan POM sedang melakukan kajian keamanan produk obat yang mengandung zoledronic acid yang dikaitkan dengan risiko Fanconi Syndrome .

Apa itu Zoledronic acid?

Zoledronic acid atau zoledronate adalah obat bisfosfonat yang diberikan secara intravena untuk mengobati beberapa penyakit tulang. Banyak dijual dengan beberapa nama dagang di seluruh dunia.

Apa itu Falconi syndrome?

Fanconi syndrome merupakan gangguan (disfungsi) renal proxirnal tubules yang menyebabkan ginjal kehilangan glukosa, protein, bikarbonat, kalsium, asam urat, asam amino dan senyawa organik lainnya.

Gejala klinis Fanconi syndrorne meliputi amino aciduria, organic aciduria, low molecular weight proteinuria, hypophosphataemia, norrnoglycernic glycosuria, metabolic acidosis, hypouricaemia, hypokalaemia, dan polyuria. Pada beberapa pasien hanya menunjukkan beberapa gejala tersebut.

Informasi aspek keamanan obat

Pada tanggal 30 Desember 2015, Health Sciences Authorily (HSA) Singapura telah menerbitkan informasi keamanan mengenai kemungkinan risiko Fanconi syndrome terkait dengan zoiedronic acid.

Informasi keamanan tersebut ditengarai adanya satu laporan lokal Fanconi syndrome pada penggunaan zoledronic acid yang diterima oleh HSA-Singapura. Pasien mengalami ketidakseirnbangan beberapa elektrolit yang meliputi hypocalcaemia, hypophosphataemia, hypokzdemia dan kadar asam urat rendah setelah 10 hari menerima dosis tunggal infus intravena Zoledronic acid 4 mg untuk bone metastases secondary dengan kanker prostat.

Pada waktu kasus ini dilaporkan di Singapura, pasien masih belum sembuh dan masih memerlukan oral replacement therapy. Beberapa kasus Fanconi spzdrome yang diinduksi oleh zoledronic acid juga telah dipublikasi di literatur, dilaporkan sejak fanconi syndrome pada pasien membaik setelah zoledronic acid dihentikan.

Sehubungan dengan informasi keamanan ini, kepada profesional kesehatan direkomendasikan agar mewaspadai gejala klinis Fanconi syndrome dan melakukan pemantauan fungsi renal secara ketat pada pasien yang diresepkan zoledronic acid sehingga dapat menghindari potensi nephrotoxichy obat.

Selengkapnya

farmasetika.com

Farmasetika.com (ISSN : 2528-0031) merupakan situs yang berisi informasi farmasi terkini berbasis ilmiah dan praktis dalam bentuk Majalah Farmasetika. Di situs ini merupakan edisi majalah populer. Sign Up untuk bergabung di komunitas farmasetika.com. Download aplikasi Android Majalah Farmasetika, Caping, atau Baca di smartphone, Ikuti twitter, instagram dan facebook kami. Terimakasih telah ikut bersama memajukan bidang farmasi di Indonesia.

Share
Published by
farmasetika.com

Recent Posts

Pentingnya Stabilitas Obat dalam Pengembangan Obat Copy

Majalah Farmasetika - Stabilitas merupakan salah satu parameter yang sangat penting dalam pengembangan obat karena…

3 minggu ago

Analisis Kesesuaian Penyimpanan Cold Chain Product (CCP) di Salah Satu Pedagang Besar Farmasi

Majalah Farmasetika - Pedagang Besar Farmasi (PBF) memiliki peran yang sangat penting dalam menangani produk…

3 minggu ago

Pengembangan Obat RLS-0071 oleh ReAlta: Potensi Terapi Baru untuk aGVHD

Majalah Farmasetika - Obat ini saat ini sedang menjalani uji klinis fase 2 untuk pasien…

4 minggu ago

Capivasertib, Golongan AKT inhibitor Pertama sebagai Terapi Kanker Payudara Stadium Lanjut HR-positif

Majalah Farmasetika - Kanker payudara merupakan salah satu kanker dengan angka kejadian tertinggi dan angka…

4 minggu ago

Klasifikasi Apotek dalam KBLI 2025 Jadi Perhatian Farmasis Indonesia Bersatu

Majalah Farmasetika - Farmasis Indonesia Bersatu (FIB) menyampaikan dokumen masukan kebijakan (policy brief) kepada Presiden…

4 minggu ago

Yorvipath, Terapi Hipoparatiroidisme Pertama dan Satu-satunya yang Disetujui FDA

Majalah Farmasetika - Food and Drugs Administration USA (FDA) atau badan pengawas makanan dan obat-obatan…

4 minggu ago