@infobnn
farmasetika.com – Pasca beredarnya informasi peredaran permen dot yang dijual dikalangan Sekolah Dasar yang diduga mengandung Narkoba di Surabaya, Jawa Timur melalui media sosial dan media online. Badan Narkotika Nasional (BNN) telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat pada tanggal 8 Maret 2017 yang menyatakan masih dalam tahap pengujian laboratorium oleh Balai Laboratorium BNN.
Sementara itu, hari ini (9/3/2017), Badan Pengawas Obat Makanan (Badan POM) mengeluarkan pernyataan bahwa
Pemerintah Kota Surabaya telah melakukan kegiatan pengawasan pangan jajanan anak sekolah dan mencurigai adanya kandungan Rhodamin-B dan Formalin.
Pemerintah Kota Surabaya melalui seluruh jajaran kelurahan, kecamatan, dan Satuan Polisi Pamong Praja melakukan razia terhadap permen yang berbentuk dot bayi dengan merek “Penguin Brand” di sejumlah sekolah dan pasar.
“Berdasarkan data pendaftaran produk pangan di Badan POM, permen Penguin Brand terdaftar sebagai produk pangan impor dari China. Nomor izin edar permen Penguin Brand BPOM RI ML 224409003077 berlaku sampai tahun 2018”. Demikian penjelasan Kepala Badan POM, Penny K. Lukito di sela-sela Musyawarah Nasional Pengawasan Obat dan Makanan tahun 2017. Importasi permen Penguin Brand berdasarkan rekomendasi SKI (Surat Keterangan Impor) dari Balai Besar POM di Surabaya.
“Dalam rangka perlindungan konsumen, Badan POM beserta jajaran di seluruh Indonesia melakukan pengawasan intensif terhadap peredaran produk tersebut. Saat ini sedang dilakukan pengujian laboratorium terhadap sampel permen Penguin Brand”, ungkap Penny K. Lukito.
“Saat ini sampel telah diuji terkait narkotika, psikotropika, formalin dan rhodamin B, hasil uji menunjukkan hasil negatif (sampel tidak mengandung narkotika, formalin dan rhodamin B). Badan POM melalui Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia masih melakukan sampling dan pengujian terhadap sampel produk”, tambahnya.
Badan POM terus melakukan pengawasan untuk melindungi masyarakat dari produk yang berisiko terhadap kesehatan. Badan POM mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap isu-isu terkait Obat dan Makanan yang beredar melalui media sosial. Masyarakat harus menjadi konsumen cerdas dalam memilih produk Obat dan Makanan dengan “Cek KLIK” (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa).
“Jika menemukan produk yang mencurigakan, masyarakat dapat menghubungi dan/atau melaporkan kepada Badan POM”, pesan Kepala Badan POM.
Sumber :
Penjelasan Badan POM Terkait Peredaran Permen Dot yang Diduga Mengandung Narkoba. http://www.pom.go.id/new/index.php/view/pers/355/Penjelasan-Badan-POM-Terkait-Peredaran-Permen-Dot-yang-Diduga-Mengandung-Narkoba.html (diakses 9 Maret 2017)
Majalah Farmasetika - FDA melakukan penerimaan terhadap Velsipity dengan Active Pharmaceutical Ingredients Etrasimod sebagai terapi…
Majalah Farmasetika - FDA telah memberikan persetujuan terhadap tablet oral extended release dari Fabre-Kramer Pharmaceuticals…
Majalah Farmasetika - Badan Pengawas Obat dan Makanan USA-FDA pada tanggal 29 Februari 2024 telah…
Majalah Farmasetika - Kekeliruan nomenklatur “D3 Apoteker” tidak muncul secara tiba-tiba. Ia lahir dari irisan…
Majalah Farmasetika - apt. Sudarsono, M.Sc (Clin.Pharm) membuat catatan dalam bentuk e-book terkait Konsep Dasar…
Majalah Farmasetika - Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular yang didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah sistolik/diastolik melebihi…