Farmasetika.com – Kabar saat ini beredar bahwa air kemasan yang disimpan dalam mobil yang berada di bawah sinar matahari dan panas di dalam mobil bisa mencapai antara 55°C-80°C bisa merusak plastik dalam kemasan.
Botol yang digunakan untuk air kemasan terbuat dari polyethylene terephthalate (PET) dan bisphenol A (BPA), bahan yang digunakan untuk banyak kemasan makanan dan minuman karena ringan, tahan lama, dan anti pecah.
Air di dalam kemasan tersebut memang masih terlihat bening. Namun kenyataannya air itu sudah mengalami perubahan reaksi kimia yang sudah bercampur dengan plastik dan terdapat serpihan-serpihan kecil di dalam air.
Sinar ultraviolet yang mengenai botol plastik itu akan mengaktifkan dioksin atau senyawa kimia yang beracun dari botol tersebut dan melebur bersama air minuman di dalam kemasan. Dioksin inilah yang memicu munculnya sel kanker payudara.
BPOM RI memandang perlu memberikan penjelasan pada tanggal 16 Maret 2018, sebagai berikut:
Isu mengenai “Air Kemasan Yang Ditinggal Di Dalam Mobil Anda Sangat Berbahaya” adalah TIDAK BENAR. Isu tersebut merupakan isu lama dan lembaga penelitian yang disebutkan dalam berita tersebut telah melakukan klarifikasi resmi terkait kebenaran berita tersebut (https://www.jhsph.edu/news/stories/2004/halden-dioxins-two.html).
Dioxin tidak dapat dihasilkan dari kemasan plastik yang terpapar panas di dalam mobil atau plastik yang dibekukan.
Setiap jenis kemasan pangan baik berupa plastik, kertas ataupun lainnya berpotensi untuk melepaskan komponen penyusunnya ke dalam pangan yang dikemas. Perpindahan tersebut dapat meningkat dengan adanya suhu tinggi dan waktu kontak yang lama. Proses produksi yang baik dilakukan oleh industri untuk menjamin komponen penyusun yang terlepas sesuai dengan persyaratan dan tidak menimbulkan risiko bagi kesehatan.
BPOM RI melakukan pengawasan dan kajian terhadap beberapa jenis kemasan plastik, hasilnya menunjukan bahwa tingkat paparan masyarakat indonesia masih dalam taraf aman.
Terkait dengan penggunaan plastik di dalam microwave, tidak semua jenis plastik dapat digunakan di dalam microwave. Karena itu bacalah petunjuk pemakaian yang dicantumkan oleh produsen.
Sumber:
http://m.tribunnews.com/kesehatan/2016/05/04/bahaya-jangan-minum-air-kemasan-yang-tertinggal-di-mobil
https://www.gadis.co.id/ngobrol/ini-bahaya-mengonsumsi-air-mineral-yang-disimpan-terlalu-lama-di-mobil
http://www.pom.go.id/new/view/more/klarifikasi/82/PENJELASAN-BPOM-RI-TENTANG-ISU-BAHAYA-AIR-KEMASAN-YANG-DITINGGAL-DI-DALAM-MOBIL.html
Majalah Farmasetika - FDA melakukan penerimaan terhadap Velsipity dengan Active Pharmaceutical Ingredients Etrasimod sebagai terapi…
Majalah Farmasetika - FDA telah memberikan persetujuan terhadap tablet oral extended release dari Fabre-Kramer Pharmaceuticals…
Majalah Farmasetika - Badan Pengawas Obat dan Makanan USA-FDA pada tanggal 29 Februari 2024 telah…
Majalah Farmasetika - Kekeliruan nomenklatur “D3 Apoteker” tidak muncul secara tiba-tiba. Ia lahir dari irisan…
Majalah Farmasetika - apt. Sudarsono, M.Sc (Clin.Pharm) membuat catatan dalam bentuk e-book terkait Konsep Dasar…
Majalah Farmasetika - Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular yang didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah sistolik/diastolik melebihi…