Inhalasi

Nasal Spray Diazepam, Sediaan Baru untuk Epilepsi

farmasetika.com – Bermula dari gejala epilepsi (cluster atau acute repetitive) yang sering muncul tiba-tiba, dan perlu penanganan cepat untuk mengatasi gejala yang dialami, maka untuk menangani gejala tersebut dengan cepat, perlu sediaan yang mudah dibawa kemana saja, mudah digunakan, dan tentunya memberikan efek dengan cepat.

Atas dasar tersebut, Industri Neurelis salah satu industri neuroscience dalam bidang farmasi ini, membuat sediaan inhalasi bernama Valtoco® (diazepam nasal spray) sediaan yang mudah dibawa kemana saja, mudah digunakan, dan memberikan efek dengan cepat (short term treatment).

Disetujui oleh FDA pada tanggal 13 Januari 2020, nasal spray dengan zat aktif diazepam ini disetujui setelah melalui serangkaian uji terhadap obat tersebut, sebelumnya sediaan diazepam yang lain yang memiliki efek serupa dan cepat adalah sediaan gel rektal diazepam. Namun, penggunaanya yang melaui rektal dirasa kurang efisien bagi pasien, terlebih jika gejala timbul saat berada di tempat umum. Dan dengan ini Valtoco® (diazepam nasal spray) menjadi satu-satunya nasal spray diazepam di dunia.

Berdasarkan penelitian, bioavaibilitas obat ini adalah sebesar 97% dan berada didalam aliran darah selama kurang lebih satu hari, dengan waktu paruh selama 49,2 jam. Bioavaibilitas yang tinggi dapat mengindikasikan bahwa rute pemberian obat melalui inhalasi memiliki absorpsi yang tinggi.

Nantinya, sediaan ini akan tersedia dalam 4 dosis, yaitu 5, 10, 15, dan 20 mg sesuai dengan diagnosa, umur serta berat badan. Valtoco® (diazepam nasal spray) dapat digunakan untuk pasien dengan umur 6 tahun keatas hinga 65 tahun, untuk pasien lebih dari 65 tahun perlu pengawasan khusus saat penggunaanya.

Sediaan ini disetujui karena, selama fase klinik, lebih dari 2000 kejang teratasi, dan efek samping yang terjadi adalah kelelahan, pusing, dan ketidaknyamanan hidung, yang hanya dialami oleh 4% pasien dari seluruh pasien.

Namun tetap perlu pengawasan saat menggunakan obat ini, karena obat golongan benzodiazepine dapat membuat mengantuk, pusing, dan memperlambat kemampuan berpikir. Salah satunya dapat memunculkan ide untuk melakukan bunuh diri dan semacamnya dengan angka kejadian 1:500. Walaupun kasus ini hanya terjadi 1:500 saja, tetap perlu pengawasan dalam penggunaanya.

Sehingga hingga saat ini, Valtoco® (diazepam nasal spray) merupakan solusi bagi pasien-pasien pengidap epilepsi yang dapat memberikan kenyamanan dan keamanan pada saat penggunaannya.

Karena baru saja di setujui oleh FDA, maka diharapkan obat baru ini akan segera menggantikan obat-obat konvensional, jadi tunggu saja ya farmasetikers obat ini sampai beredar di Indonesia!

Tata Cara Menggunakan Valtoco® (diazepam nasal spray)

  1. Membuka kemasan blister Valtoco® (diazepam nasal spray)
  2. Pegang sediaan dengan jempol berada di plunger dan jari tengah dan jari telunjuk berada diantara nozzle
  3. Secara perlahan masukkan ujung dari nozzle kedalam hidung hingga jari tengah dan jari telunjuk anda menyentuh area bawah hidung anda
  4. Tekan plunger dengan kuat
  5. Keluarkan sediaan dari hidung setelah pemberian selesai, satu sediaan Valtoco® mengandung 1 dosis hirup.

Sumber :

FDA approves valtoco. https://dravetsyndromenews.com/2020/01/28/fda-approves-valtoco-to-treat-seizure-clusters-in-epilepsy-patients-6-and-older/

https://www.neurelis.com/our-product

https://www.valtoco.com/

Anasya Ridha Nurhanifah

Mahasiswa PSPA Universitas Padjadjaran

Share
Published by
Anasya Ridha Nurhanifah

Recent Posts

VELSIPITY, Obat Baru Terapi Radang Usus Besar Mengandung ETRASIMOD

Majalah Farmasetika - FDA melakukan penerimaan terhadap Velsipity dengan Active Pharmaceutical Ingredients Etrasimod sebagai terapi…

20 jam ago

EXXUA, Obat Baru Terapi Gangguan Depresi Mayor Mengandung Giperone

Majalah Farmasetika - FDA telah memberikan persetujuan terhadap tablet oral extended release dari Fabre-Kramer Pharmaceuticals…

2 hari ago

EXBLIFEP® Kombinasi Antibiotik Baru Terapi Infeksi Saluran Kemih dengan Komplikasi

Majalah Farmasetika - Badan Pengawas Obat dan Makanan USA-FDA pada tanggal 29 Februari 2024 telah…

6 hari ago

Salah Kaprah Nomenklatur D3 Apoteker dan Risiko Reduksi Profesi Kesehatan

Majalah Farmasetika - Kekeliruan nomenklatur “D3 Apoteker” tidak muncul secara tiba-tiba. Ia lahir dari irisan…

1 minggu ago

Konsep Aplikasi RME-APOTEK Komunitas: Transformasi Praktik Kefarmasian Menuju Pelayanan Klinis Terintegrasi

Majalah Farmasetika - apt. Sudarsono, M.Sc (Clin.Pharm) membuat catatan dalam bentuk e-book terkait Konsep Dasar…

2 minggu ago

TRYVIO™, Obat Hipertensi Resisten Golongan Antagonis Reseptor Endotelin Pertama yang disetujui oleh FDA

Majalah Farmasetika - Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular yang didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah sistolik/diastolik melebihi…

2 minggu ago