Categories: Uji Klinik

Uji Klinis Terapi Antibodi COVID-19 Ditunda Karena Data Keamanan

Majalah Farmasetika – Perusahaan Farmasi berbasis di Amerika Serikat,Eli Lilly, telah berhenti mendaftarkan sukarelawan dalam uji klinis perawatan antibodi untuk virus korona baru karena masalah keamanan.

Uji coba tersebut disponsori oleh National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID), sejauh ini telah melibatkan 326 pasien. Perusahaan telah mengumumkan terkait masalah keamanannya.

Rancangan uji coba tersebut meminta data dan badan pemantauan keamanan pada penelitian tersebut untuk memeriksa hasil dari 300 peserta pertama, termasuk kebutuhan kesehatan mereka akibat virus corona, sebelum mendaftarkan lebih banyak pasien.

Dewan NIAID sekarang sedang mempertimbangkan apakah akan mendaftarkan 700 peserta lagi dan akan meninjau datanya pada pertemuan pada 26 Oktober,

Seorang juru bicara NIAID mengatakan pendaftaran dihentikan karena “sangat berhati-hati” dan dewan “melanjutkan pengumpulan data dan tindak lanjut dari peserta saat ini untuk keamanan dan kemanjuran.”

Studi ini sedang menyelidiki apakah pengobatan antibodi (bamlanivimab) dapat membantu pasien virus corona yang dirawat di rumah sakit untuk pulih dan menggunakan antibodi monoklonal yang meniru antibodi yang dibuat tubuh secara alami sebagai respons terhadap tertular virus. Ini mirip dengan perlakuan Regeneron yang diterima Presiden Trump saat memerangi COVID-19.

Penundaan ini terjadi setelah Eli Lilly meminta Otorisasi Penggunaan Darurat dari FDA untuk pengobatan minggu lalu, setelah uji coba awal menunjukkan terapi dapat ditoleransi dengan baik dengan sedikit efek samping terkait obat.

Sumber : Eli Lilly COVID-19 antibody therapy trial paused over safety concerns http://www.pharmafile.com/news/561564/eli-lilly-covid-19-antibody-therapy-trial-paused-over-safety-concerns

farmasetika.com

Farmasetika.com (ISSN : 2528-0031) merupakan situs yang berisi informasi farmasi terkini berbasis ilmiah dan praktis dalam bentuk Majalah Farmasetika. Di situs ini merupakan edisi majalah populer. Sign Up untuk bergabung di komunitas farmasetika.com. Download aplikasi Android Majalah Farmasetika, Caping, atau Baca di smartphone, Ikuti twitter, instagram dan facebook kami. Terimakasih telah ikut bersama memajukan bidang farmasi di Indonesia.

Share
Published by
farmasetika.com

Recent Posts

VELSIPITY, Obat Baru Terapi Radang Usus Besar Mengandung ETRASIMOD

Majalah Farmasetika - FDA melakukan penerimaan terhadap Velsipity dengan Active Pharmaceutical Ingredients Etrasimod sebagai terapi…

24 jam ago

EXXUA, Obat Baru Terapi Gangguan Depresi Mayor Mengandung Giperone

Majalah Farmasetika - FDA telah memberikan persetujuan terhadap tablet oral extended release dari Fabre-Kramer Pharmaceuticals…

2 hari ago

EXBLIFEP® Kombinasi Antibiotik Baru Terapi Infeksi Saluran Kemih dengan Komplikasi

Majalah Farmasetika - Badan Pengawas Obat dan Makanan USA-FDA pada tanggal 29 Februari 2024 telah…

6 hari ago

Salah Kaprah Nomenklatur D3 Apoteker dan Risiko Reduksi Profesi Kesehatan

Majalah Farmasetika - Kekeliruan nomenklatur “D3 Apoteker” tidak muncul secara tiba-tiba. Ia lahir dari irisan…

1 minggu ago

Konsep Aplikasi RME-APOTEK Komunitas: Transformasi Praktik Kefarmasian Menuju Pelayanan Klinis Terintegrasi

Majalah Farmasetika - apt. Sudarsono, M.Sc (Clin.Pharm) membuat catatan dalam bentuk e-book terkait Konsep Dasar…

2 minggu ago

TRYVIO™, Obat Hipertensi Resisten Golongan Antagonis Reseptor Endotelin Pertama yang disetujui oleh FDA

Majalah Farmasetika - Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular yang didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah sistolik/diastolik melebihi…

2 minggu ago