Categories: Berita

Varian Baru Virus COVID-19 dari Inggris Menyebar Dominan di Maret

Majalah Farmasetika – SARS-CoV-2, B.1.1.7, atau dikenal sebagai VOC 202012/01, yang ditemukan di Inggris Raya pada bulan Desember dapat menyebabkan peningkatan besar dalam jumlah kasus COVID-19 di Amerika Serikat (AS) dan mungkin menjadi jenis virus dominan dalam beberapa bulan mendatang, menurut laporan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) yang dirilis hari ini (16/1/2021).

“Peningkatan penularan varian ini membutuhkan implementasi gabungan yang lebih ketat dari vaksinasi dan langkah-langkah mitigasi (misalnya, jarak, masking, dan kebersihan tangan) untuk mengendalikan penyebaran SARS-CoV-2,” tulis CDC dalam laporannya.

“Langkah-langkah ini akan lebih efektif jika diterapkan lebih cepat daripada lambat untuk memperlambat penyebaran awal varian B.1.1.7.” lanjutnya.

Varian B.1.1.7 telah menyebar ke seluruh dunia, tetapi sejauh ini terbatas di Amerika Serikat. Varian tersebut telah dilaporkan dalam 76 kasus dan ditemukan di 10 negara bagian. Namun, diyakini bahwa jumlah kasus sebenarnya jauh lebih tinggi.

Para penyelidik mengatakan B.1.1.7 lebih menular daripada virus aslinya, tetapi belum ada penentuan bahwa varian ini dapat menyebabkan kasus yang parah dan kematian yang lebih tinggi.

CDC mengatakan varian Inggris menyebar lebih cepat daripada varian lain dan menunjuk ke B.1.1.7 yang berpotensi menjadi virus dominan hanya dalam hitungan minggu. Badan tersebut menunjuk ke proyeksi dalam data pemodelannya.

“Dalam model ini, prevalensi B.1.1.7 awalnya rendah, namun karena lebih mudah menular daripada varian saat ini, ia menunjukkan pertumbuhan yang cepat pada awal 2021, menjadi varian utama pada bulan Maret,” tulis CDC dalam laporan tersebut.

Awal pekan ini, kekhawatiran atas penularan COVID-19 mendorong CDC untuk mewajibkan semua pelancong udara yang terbang ke Amerika Serikat memiliki bukti tes COVID-19 negatif sebelum dapat naik pesawat.

Penumpang udara diharuskan untuk mendapatkan tes virus (tes untuk infeksi saat ini) dalam 3 hari sebelum penerbangan mereka ke AS berangkat, dan memberikan dokumentasi tertulis dari hasil tes laboratorium mereka (kertas atau salinan elektronik) kepada maskapai atau memberikan dokumentasi telah pulih dari COVID-19.

Maskapai penerbangan harus mengonfirmasi hasil tes negatif untuk semua penumpang atau dokumentasi pemulihan sebelum mereka naik. Jika penumpang tidak memberikan dokumentasi tes negatif atau pemulihan, atau memilih untuk tidak mengikuti tes, maskapai penerbangan harus menolak penumpang.

Kebijakan ini mulai berlaku pada 26 Januari.

Selain itu, dilaporkan hari ini bahwa AS tidak memiliki dosis cadangan vaksin BNT162b2 dan mRNA-1273 COVID-19 yang seharusnya disiapkan untuk pemberian dosis kedua dari penerima yang diprioritaskan awal pekan ini.

Padahal, stock dosis ini sebenarnya sudah didistribusikan pada akhir Desember.

Sumber :

United Kingdom COVID-19 Variant May Lead to Spikes in Cases https://www.contagionlive.com/view/united-kingdom-covid-19-variant-may-lead-to-spikes-in-cases

farmasetika.com

Farmasetika.com (ISSN : 2528-0031) merupakan situs yang berisi informasi farmasi terkini berbasis ilmiah dan praktis dalam bentuk Majalah Farmasetika. Di situs ini merupakan edisi majalah populer. Sign Up untuk bergabung di komunitas farmasetika.com. Download aplikasi Android Majalah Farmasetika, Caping, atau Baca di smartphone, Ikuti twitter, instagram dan facebook kami. Terimakasih telah ikut bersama memajukan bidang farmasi di Indonesia.

Share
Published by
farmasetika.com

Recent Posts

VELSIPITY, Obat Baru Terapi Radang Usus Besar Mengandung ETRASIMOD

Majalah Farmasetika - FDA melakukan penerimaan terhadap Velsipity dengan Active Pharmaceutical Ingredients Etrasimod sebagai terapi…

1 hari ago

EXXUA, Obat Baru Terapi Gangguan Depresi Mayor Mengandung Giperone

Majalah Farmasetika - FDA telah memberikan persetujuan terhadap tablet oral extended release dari Fabre-Kramer Pharmaceuticals…

3 hari ago

EXBLIFEP® Kombinasi Antibiotik Baru Terapi Infeksi Saluran Kemih dengan Komplikasi

Majalah Farmasetika - Badan Pengawas Obat dan Makanan USA-FDA pada tanggal 29 Februari 2024 telah…

6 hari ago

Salah Kaprah Nomenklatur D3 Apoteker dan Risiko Reduksi Profesi Kesehatan

Majalah Farmasetika - Kekeliruan nomenklatur “D3 Apoteker” tidak muncul secara tiba-tiba. Ia lahir dari irisan…

1 minggu ago

Konsep Aplikasi RME-APOTEK Komunitas: Transformasi Praktik Kefarmasian Menuju Pelayanan Klinis Terintegrasi

Majalah Farmasetika - apt. Sudarsono, M.Sc (Clin.Pharm) membuat catatan dalam bentuk e-book terkait Konsep Dasar…

2 minggu ago

TRYVIO™, Obat Hipertensi Resisten Golongan Antagonis Reseptor Endotelin Pertama yang disetujui oleh FDA

Majalah Farmasetika - Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular yang didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah sistolik/diastolik melebihi…

2 minggu ago