Categories: BeritaUji Klinik

Uji Klinis Remdesivir dan Camostat Gagal sebagai Obat COVID-19

Majalah Farmasetika – Dua obat yang tampak seperti pengobatan yang menjanjikan untuk COVID-19 dalam studi pendahuluan – remdesivir untuk pasien rawat inap dan camostat untuk pasien yang tidak sakit parah – gagal menunjukkan manfaat pada kelompok tersebut dalam uji klinis terkontrol secara acak, para peneliti melaporkan dalam dua laporan terpisah.

Di lima negara Eropa, para peneliti mempelajari 843 pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit antara Maret 2020 dan Januari 2021 dengan hipoksemia dan yang membutuhkan oksigen tambahan atau ventilasi mekanis.

Pasien menerima remdesivir antivirus Gilead Sciences – dijual sebagai Veklury – hingga 10 hari, ditambah standar perawatan, atau standar perawatan saja. Pada 15 hari, tidak ada perbedaan antara kelompok dalam tanda-tanda perbaikan, peneliti melaporkan.

Di Jepang antara November 2020 dan Maret 2021, para peneliti secara acak menugaskan 155 pasien dengan COVID-19 ringan atau sedang untuk menerima obat pankreatitis camostat mesylate dari Ono Pharmaceutical Co atau plasebo hingga 14 hari. Camostat memblokir enzim yang membantu beberapa versi virus corona menginfeksi sel – termasuk varian yang beredar pada saat penelitian – tetapi tidak membantu pasien menyingkirkan virus di saluran udara mereka lebih cepat daripada plasebo, para peneliti Jepang melaporkan.

Mereka mengatakan hasil “menyoroti … perlunya melakukan studi yang dirancang dengan baik untuk mengkonfirmasi apakah temuan praklinis diterjemahkan ke dalam kemanjuran klinis yang berarti.”

Kedua studi tersebut diposting di medRxiv sebelum peer review.

Sumber

https://bit.ly/37i83V6 and https://bit.ly/3u9pdgI, online March 31 and April 2, 2022.

farmasetika.com

Farmasetika.com (ISSN : 2528-0031) merupakan situs yang berisi informasi farmasi terkini berbasis ilmiah dan praktis dalam bentuk Majalah Farmasetika. Di situs ini merupakan edisi majalah populer. Sign Up untuk bergabung di komunitas farmasetika.com. Download aplikasi Android Majalah Farmasetika, Caping, atau Baca di smartphone, Ikuti twitter, instagram dan facebook kami. Terimakasih telah ikut bersama memajukan bidang farmasi di Indonesia.

Share
Published by
farmasetika.com

Recent Posts

EXXUA, Obat Baru Terapi Gangguan Depresi Mayor Mengandung Giperone

Majalah Farmasetika - FDA telah memberikan persetujuan terhadap tablet oral extended release dari Fabre-Kramer Pharmaceuticals…

1 hari ago

EXBLIFEP® Kombinasi Antibiotik Baru Terapi Infeksi Saluran Kemih dengan Komplikasi

Majalah Farmasetika - Badan Pengawas Obat dan Makanan USA-FDA pada tanggal 29 Februari 2024 telah…

5 hari ago

Salah Kaprah Nomenklatur D3 Apoteker dan Risiko Reduksi Profesi Kesehatan

Majalah Farmasetika - Kekeliruan nomenklatur “D3 Apoteker” tidak muncul secara tiba-tiba. Ia lahir dari irisan…

1 minggu ago

Konsep Aplikasi RME-APOTEK Komunitas: Transformasi Praktik Kefarmasian Menuju Pelayanan Klinis Terintegrasi

Majalah Farmasetika - apt. Sudarsono, M.Sc (Clin.Pharm) membuat catatan dalam bentuk e-book terkait Konsep Dasar…

1 minggu ago

TRYVIO™, Obat Hipertensi Resisten Golongan Antagonis Reseptor Endotelin Pertama yang disetujui oleh FDA

Majalah Farmasetika - Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular yang didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah sistolik/diastolik melebihi…

2 minggu ago

Iqirvo: Langkah Maju dalam Pengobatan Penyakit Autoimun Hati (Primary Biliary Cholangitis)

Majalah Farmasetika - Pada Agustus 2024, dunia medis menyambut Iqirvo, sebuah terapi revolusioner untuk Primary…

4 minggu ago