pic : prostem.co.id
Majalah Farmasetika (V1N5-Juli 2016). Teknologi stem cells/sel punca sebagai terapi regeneratif yang potensial terhadap suatu penyakit terus berkembang. Kabar baiknya, PT. Prodia StemCell Indonesia menjawab tantangan global dan saat ini Laboratorium ProSTEM menjadi satu-satunya laboratorium di Indonesia yang mendapatkan 2 izin dari Kementrian Kesehatan untuk mengolah dan menyimpan sel punca.
Penelitian terkait sel punca terus dilakukan sejak diketahuinya kemampuan sel punca dapat memperbaiki sel atau jaringan yang rusak maka terapi regeneratif menjadi tumpuan utama bagi pelayanan kesehatan, terutama untuk penyakit-penyakit degeneratif, gagal organ, maupun kelainan bawaan.
Pada tanggal 30 Juni 2016, ProSTEM mendapatkan izin operasional sebagai laboratorium pengolahan sel punca dari Kemenkes, setelah sebelumnya di tahun 2012, ProSTEM juga telah mendapatkan izin operasional sebagai laboratorium penyimpanan sel punca di Indonesia seperti dikutip dari akun facebook resminya.
Dengan didapatkannya izin operasional ini, menandakan bahwa ProSTEM menjadi satu-satunya laboratorium yang mendapatkan dua izin operasional di bidang sel punca yaitu sebagai laboratorium penyimpanan sel punca dan juga sebagai laboratorium pengolahan sel punca untuk aplikasi klinis.
Hal ini diraih sebagai upaya ProSTEM untuk mewujudkan misinya yaitu Delivering Life-Saving Regenerative Medicine. ProSTEM ingin berpartisipasi dalam pelayanan terapi sel punca di Indonesia untuk penyakit-penyakit yang telah terbukti secara medis dapat disembuhkan dengan sel punca. Dengan dukungan laboratorium klinik Prodia, ProSTEM juga menyediakan layanan pengolahan dan penyimpanan sel punca yang berkualitas
ProSTEM juga telah terakreditasi secara internasional melalui Foundation for Accreditation of Cellular Therapy – Net Cord (FACT-Net Cord)).
Dengan latar belakang pengalaman mengelola Laboratorium Klinik Prodia yang handal dan terpercaya selama lebih dari 40 tahun, serta dukungan ilmiah Chairman Prodia Group, Bapak Andi Wijaya Ph.D dan ekspertis sel punca dari Singapura, Prof. Aw Tar Choon. Tidak salah jika ProSTEM berkomitmen untuk menjadi perusahaan bidang sel punca yang terdepan, baik mutu dan pelayanannya di Indonesia dan Asia.
Sumber :
Majalah Farmasetika - FDA melakukan penerimaan terhadap Velsipity dengan Active Pharmaceutical Ingredients Etrasimod sebagai terapi…
Majalah Farmasetika - FDA telah memberikan persetujuan terhadap tablet oral extended release dari Fabre-Kramer Pharmaceuticals…
Majalah Farmasetika - Badan Pengawas Obat dan Makanan USA-FDA pada tanggal 29 Februari 2024 telah…
Majalah Farmasetika - Kekeliruan nomenklatur “D3 Apoteker” tidak muncul secara tiba-tiba. Ia lahir dari irisan…
Majalah Farmasetika - apt. Sudarsono, M.Sc (Clin.Pharm) membuat catatan dalam bentuk e-book terkait Konsep Dasar…
Majalah Farmasetika - Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular yang didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah sistolik/diastolik melebihi…