pic : freedigitalpictures.net (ilustrasi)
farmasetika.com – Obat golongan senolitik (senolytic drugs) adalah golongan obat baru yang saat ini banyak diteliti di seluruh dunia. Obat ini digadang-gadang akan mampu memperpanjang usia hidup makhluk hidup. Atau dengan kata lain, obat ‘awet muda’. Bagaimana cara kerja obat ini hingga dapat menjadi obat awet muda?
Secara normal, sel-sel tubuh makhluk hidup membelah untuk meregenerasi fungsi-fungsi fisiologis. Pembelahan sel akan berhenti setelah sel mengalami beberapa kondisi. Secara alamiah, sel tua dalam tubuh akan kehilangan enzim telomerase yang berfungsi untuk melindungi DNA dari kerusakan saat pembelahan sel.
Kurangnya enzim telomerase akan menghentikan pembelahan sel. Selain terjadi secara alamiah, pembelahan sel juga dapat terhenti karena sel terpapar stress, seperti adanya radikal bebas, sinar UV, atau efek obat-obatan. Sel yang berhenti membelah disebut sebagai sel senescent.
Sel senescent tidak dapat menjalankan fungsi fisiologisnya. Dalam jangka pendek, sel senescent baik untuk tubuh karena dapat menghambat kanker dan mempercepat penyembuhan luka. Namun, sel senescent harus dieliminasi dari tubuh karena dapat menyebabkan kerusakan jaringan jika terakumulasi dalam tubuh.
Sel senescent mengeluarkan zat-zat inflamasi yang menarik sel imun untuk mengeliminasi sel senescent dari tubuh. Namun, sistem imun manusia akan melemah seiring bertambahnya usia sehingga tidak dapat mengeliminasi sel senescent. Akibatnya, terjadi penumpukan sel senescent yang tidak fungsional dalam tubuh dan hal ini menyebabkan penurunan fungsi organ dalam tubuh. Berbagai penyakit degeneratif seperti penyakit jantung dan kerusakan liver, dilaporkan erat kaitannya dengan akumulasi sel senescent dalam tubuh.
Obat golongan senolitik adalah obat yang berfungsi untuk mengeliminasi sel senescent dalam tubuh. Obat ini akan memicu kematian sel senescent sehingga eliminasi sel senescent tidak hanya bergantung pada sistem imun. Peneliti saat ini mengembangkan obat senoltik yang selektif hanya memicu kematian sel senescent, tetapi tidak memicu kematian sel normal yang masih memiliki fungsi fisiologis.
Hingga saat ini, beberapa obat yang banyak diteliti efek senolitiknya antara lain dasatinib dan navitoclax (selama ini dikenal sebagai obat antikanker) dan quersetin (suplemen). Mari kita tunggu kelanjutan penelitian obat ‘awet muda’ ini dan semoga juga segera dapat dikembangkan di Indonesia.
Daftar Pustaka :
Majalah Farmasetika - FDA melakukan penerimaan terhadap Velsipity dengan Active Pharmaceutical Ingredients Etrasimod sebagai terapi…
Majalah Farmasetika - FDA telah memberikan persetujuan terhadap tablet oral extended release dari Fabre-Kramer Pharmaceuticals…
Majalah Farmasetika - Badan Pengawas Obat dan Makanan USA-FDA pada tanggal 29 Februari 2024 telah…
Majalah Farmasetika - Kekeliruan nomenklatur “D3 Apoteker” tidak muncul secara tiba-tiba. Ia lahir dari irisan…
Majalah Farmasetika - apt. Sudarsono, M.Sc (Clin.Pharm) membuat catatan dalam bentuk e-book terkait Konsep Dasar…
Majalah Farmasetika - Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular yang didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah sistolik/diastolik melebihi…