Zat Aktif

Pengembangan Zat Aktif Obat

Tabrecta (capmatinib) terapi pertama untuk pasien Non Small Cell Lung Cancer (NSCLC) yang disetujui oleh FDA

Majalah Farmasetika – Baru-baru ini Food & Drug Administration (FDA, US) telah menyetujui Tabrecta yang merupakan nama dagang dari Capmatinib (INC280) sebagai terapi pertama untuk pasien kanker paru non-sel kecil (non-small cell lung cancer-NSCLC) yang mengarah ke transisi mesenchymal-epithelial atau MET exon 14 bermutasi pada sel kanker paru-paru non sel …

Read More »

Studi Terbesar Hidroksiklorokuin Tak Efektif Obati COVID-19

Majalah Farmasetika – Studi klinis ternesar dengan 1446 pasien COVID-19 yang menganalisis penggunaan obat malaria hydroxychloroquine di New York-Presbyterian Hospital, menunjukkan bahwa obat ini tidak membantu dalam mengobati COVID-19. Penelitian ini diterbitkan dalam New England Journal of Medicine pada hari Kamis, 7 Mei 2020. Para peneliti menulis “Hydroxychloroquine telah banyak …

Read More »

FDA Menyetujui Remdesivir sebagai Obat COVID-19 dengan Penggunaan Darurat

Majalah Farmasetika – Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat pada hari Jumat (1/5/2020) menyetujui penggunaan darurat (emergency use authorization/EUA) remdesivir untuk terapi COVID-19. Remdesivir merupakan obat yang sedang di uji klinik untuk merawat pasien COVID-19. Hal ini diputuskan setelah sebuah uji coba yang dilakukan oleh federal menunjukkan bahwa pengobatan …

Read More »

Avigan (Favipiravir) Bisa Menjadi Obat COVID-19 Pertama di Dunia

Majalah Farmasetika – Beberapa negara maju mulai melakukan uji klinik dari puluhan kandidat potensial obat COVID-19. Avigan (favipiravir), obat oral antivirus, sudah disetujui di Jepang untuk pengobatan strain baru influenza-strain yang cenderung menghasilkan gejala yang lebih parah daripada flu musiman. Obat yang diproduksi oleh perusahaan Fujifilm Toyama Chemical Co. Ltd. …

Read More »

Hasil Uji Obat Antivirus Remdesivir Efektif Sembuhkan Monyet yang Terinfeksi COVID-19

Majalah Farmasetika – Hasil penelitian terhadap monyet yang terinfeksi Coronavirus (COVID-19) dan diobati dengan obat eksperimental remdesivir sesuai yang diharapkan dengan tingkat kesembuhan mengalami peningkatan secara signifikan. Hewan-hewan tersebut menunjukkan peningkatan yang nyata hanya 12 jam setelah perawatan pertama. Ilmuwan pemerintah AS melaporkan Jumat bahwa obat antivirus remdesivir telah efektif …

Read More »

Mengenal Ivermectin, Obat Cacing yang Bisa Bunuh Virus COVID-19 dalam 48 Jam

farmasetika.com – Sebuah studi kolaboratif yang dipimpin oleh Monash Biomedicine Discovery Institute (BDI) dengan Institut Infeksi dan Imunitas Peter Doherty (Doherty Institute), perusahaan patungan dari Universitas Melbourne dan Rumah Sakit Royal Melbourne, telah menunjukkan bahwa obat anti-parasit seperti cacing gelang Ivermectin yang sudah tersedia di pasaran dapat membunuh virus SARS-CoV-2 …

Read More »

Jepang Temukan Obat Pankreas Nafamostat Bisa Cegah Infeksi COVID-19

farmasetika.com – University of Tokyo, Jepang mengumumkan hasil temuan pada 18 Maret 2020 dimana Nafamostat mesylate (nama merek: Fusan), yang merupakan obat yang digunakan untuk mengobati pankreatitis akut, dapat secara efektif memblokir proses masuknya virus yang diperlukan oleh coronavirus baru (SARS-CoV-2) yang digunakan untuk menyebar dan menyebabkan infeksi penyakit COVID-19. …

Read More »

Presiden Trump Dorong FDA Agar Chloroquine Jadi Obat COVID-19

farmasetika.com – Komisaris Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat mengatakan pada hari Kamis (19/3/2020) bahwa badan tersebut sedang mempertimbangkan untuk menguji tablet anti-malaria lama yang disebut Chloroquine (klorokuin) pada kumpulan pasien coronavirus yang lebih luas, setelah Presiden Trump mendorong birokrasi federal untuk memotong birokrasi dan bergerak lebih cepat untuk …

Read More »

Camostat Mesilate, Obat yang Potensial untuk Anti COVID-19

farmasetika.com – Sekelompok ilmuwan di Jerman telah mengidentifikasi obat yang disebut camostat mesylate, yang mereka yakini dapat bekerja untuk memerangi COVID-19, penyakit yang disebabkan oleh coronavirus SARS-CoV-2. Hasil studi terbaru Studi baru yang diterbitkan pekan lalu di Cell, menunjukkan bahwa SARS-CoV-2 mengikat sel manusia dengan cara yang mirip dengan coronavirus …

Read More »