Majalah Farmasetika – Food and Drugs Administration USA (FDA) atau badan pengawas makanan dan obat-obatan Amerika Serikat menyetujui penemuan obat baru injeksi subkutan Yorvipath sebagai terapi pengobatan hipoparatiroidisme pada orang dewasa, tercatat pada tanggal 9 Agustus 2024. Kondisi hipoparatiroidisme menyebabkan kadar kalsium yang rendah dengan kadar fosfat yang tinggi, ketidakseimbangan ini diakibatkan karena rendahnya produksi hormon paratiroid (PTH). Senyawa aktif di Yorvipath, palopegteriparatide, diubah di dalam tubuh menjadi teriparatide (PTH (1-34)). Teriparatide kemudian menggantikan hormon yang hilang pada pasien hipoparatiroidisme, bekerja melalui jaringan tulang dan ginjal untuk membantu memulihkan kadar kalsium sehingga kebutuhan kalsium di dalam tubuh dapat terkontrol.
Hipoparatiroidisme merupakan gangguan sistem endokrin yang disebabkan adanya abnormalitas atau disfungsi pada kelenjar paratiroid yang mengakibatkan rendahnya produksi hormon paratiroid (PTH). Penyebab pada kondisi ini sering terjadi akibat cedera kelenjar paratiroid atau pengangkatan yang tidak disengaja selama operasi tiroid. Penyebab lain dari kondisi ini adalah autoimun dan kondisi idiopatik. Selanjutnya, tidak adanya atau penurunan kadar PTH menyebabkan hipokalsemia, hiperfosfatemia, dan peningkatan iritabilitas neuromuskular. Pasien biasanya datang dengan gejala yang konsisten dengan hipokalsemia, termasuk mialgia, kejang otot, kedutan, kejang baru, dan dalam kasus ekstrim, tetani. Tingkat keparahan gejala bervariasi tergantung pada tingkat kalsium dan durasi disfungsi paratiroid. Pengobatan utama hiperparatiroidisme adalah dengan perbaikan defisiensi kalsium, vitamin D, dan magnesium dengan pemberian suplemen.
Seiring berjalannya waktu, beberapa tahun belakangan ini hormon rekombinan paratiroid telah ditemukan sebagai alternatif pengganti terapi pasien yang tidak responsif terhadap suplementasi. Berbagai inovasi terkait penemuan alternatif terapi hipoparatioidisme telah disetujui diantaranya Yorvipath sebagai analog hormon PTH dalam sediaan injeksi subkutan. Yorvipath diproduksi oleh perusahaan farmasi Ascendis Pharma dan ditetapkan sebagai pengobatan terapi hipoparatiroidisme pertama dan satu-satunya oleh FDA.
UJI KLINIS YORVIPATH
Uji klinis Fase 3 melibatkan 82 subjek penderita hipoparatioridisme dengan durasi pengobatan Yorvipath selama 182 hari. Sebelum randomisasi sampling, semua subjek menjalani periode pemeriksaan sekitar 4 minggu dengan pemberian suplemen kalsium dan vitamin D aktif disesuaikan untuk mencapai target albumin-terkoreksi kalsium serum dengan konsentrasi antara 7,8 dan 10,6 mg/dL, konsentrasi magnesium ≥1,3 mg/dL dan di bawah batas atas acuan, dan konsentrasi vitamin D 25(OH) antara 20 hingga 80 ng/mL. Selama periode double-blind, subjek diacak ke YORVIPATH (N = 61) atau plasebo (N= 21), dengan dosis awal 18 mcg/hari, diberikan bersamaan dengan terapi konvensional (kalsium dan vitamin D aktif). Randomisasi sampling dikelompokkan berdasarkan etiologi hipoparatiroidisme (pasca bedah 85% dengan penyebab lain 15%). Obat penelitian dan terapi konvensional kemudian dititrasi sesuai dengan kadar albumin terkoreksi dan serum kalsium. Hasil uji klinis Fase 3 setelah 26 minggu didapatkan kadar albumin-terkoreksi kalsium serum di rentang normal 8,3 hingga 10,6 mg/dL. Tidak bergantung pada terapi konvensional (didefinisikan sebagai tidak memerlukan vitamin D aktif dan suplementasi kalsium ≤600 mg/hari, termasuk tidak menggunakan PRN dosis) sejak minggu ke-22. Tidak ada peningkatan dosis obat yang diteliti sejak minggu ke-22. Tidak ada data vitamin D dan kalsium aktif yang hilang sejak Minggu ke-22, dan dosis penelitian dinyatakan efektif dengan dosis 30 mcg atau kurang sekali sehari selama 26 minggu masa pengobatan.
DOSIS PENGGUNAAN YORVIPATH
Dosis awal penggunaan Yorvipath adalah 18 mcg kemudian dilakukan titrasi peningkatan atau penurunan sebanyak 3 mcg sesuai kebutuhan dengan tujuan mencapai kadar kalsium normal tanpa terapi aktif vitamin D. Penggunaan injeksi hanya sekali untuk mencapai target dosis yang direkomendasikan (maksimal 30 mcg) dan harus dilakukan monitoring jumlah serum kalsium setelah 7-10 hari penggunaan Yorvipath pertama kali dan dilanjutkan setiap 4-6 minggu. Monitoring munculnya gejala klinis hipokalsemia dan hiperkalsemia perlu dilakukan selama pengobatan berjalan.
PUSTAKA
Food and Drug Administration. 2024. Novel Drug Appovals at FDA. Terdapat di: https://www.accessdata.fda.gov/drugsatfda_docs/label/2024/216490s000lbl.pdf. [Diakses pada 21 Agustus, 2024].
Hans SK, Levine SN. Hypoparathyroidism. [Updated 2024 Feb 24]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2024 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK441899/
Shafa, Rizqina Alya, et al. “Hipoparatiroid: Deteksi Awal dan Cara Penegakan Diagnosis: Hypoparathyroidism: Early Detection and Diagnosis Approaches.” JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN 9.4 (2023): 747-753.