Download Majalah Farmasetika

VELSIPITY, Obat Baru Terapi Radang Usus Besar Mengandung ETRASIMOD

Majalah Farmasetika – FDA melakukan penerimaan terhadap Velsipity dengan Active Pharmaceutical Ingredients Etrasimod sebagai terapi radang usus besar setelah meninjau uji klinis yang dilakukan dibanyak negara. Kolitis ulseratif merupakan kondisi peradangan kronis pada usus besar dan rektum yang ditandai oleh gejala seperti diare berulang dengan darah, nyeri perut, dan peningkatan frekuensi tinja. Penyakit ini diklasifikasikan ke dalam tiga kategori berdasarkan tingkat keparahan dan lokasi peradangan: UC-1 (hanya memengaruhi rektum), UC-2 (memengaruhi sisi kiri usus besar), dan UC-3 (memengaruhi seluruh usus besar). Sphingosine 1-fosfat (S1P) adalah molekul pensinyalan yang berperan penting dalam proses peradangan, dan modulator reseptor S1P, seperti etrasimod, telah dikembangkan sebagai terapi untuk mengatasi kolitis ulseratif. Etrasimod bekerja dengan menghambat perpindahan limfosit dari kelenjar getah bening ke darah, sehingga mengurangi jumlah limfosit di sekitar usus besar dan menurunkan peradangan serta gejala penyakit. Terapi ini menawarkan pendekatan baru yang efektif dalam pengelolaan kolitis ulseratif melalui modulasi sistem kekebalan tubuh.

Penerimaan ini dilakukan FDA dengan memberikan persetujuan untuk Velsipity setelah meninjau hasil dua klinis yang melibatkan 741 pasien aktif dengan tingkat keparahan sedang dan tinggi. Penderita UC-1 dilakukan di 205 lokasi pada 37 negara dan UC-2 dilakukan di 185 lokasi pada 29 negara, terutama di Australia, Belgium, Kanada, Jepang, Polandia, Taiwan dan Inggris. Penderita UC-3 berkontribusi untuk asessmen keamanan Velsipity (1).

Kolitis ulseratif adalah kondisi jangka panjang di mana usus besar dan rektum mengalami peradangan. Gejala utama kolitis ulseratif adalah diare berulang, yang mungkin mengandung darah, lendir atau nanah, nyeri perut, dan peningkatan frekuensi tinja. Pasien juga mengalami kelelahan (fatigue), kehilangan nafsu makan dan penurunan berat badan (2). UC-1, UC-2, dan UC-3 mengacu pada klasifikasi (tingkat keparahan) kolitis ulseratif (UC) Montreal. UC-1 yaitu peradangan memengaruhi rektum Anda. UC-2 yaitu peradangan memengaruhi sisi kiri usus besar Anda. Terakhir, UC-3 yaitu peradangan memengaruhi seluruh usus besar Anda (3).

Sejumlah target terapi yang sedang dieksplorasi dalam pengobatan kolitis ulseratif terbagi dalam berbagai fase klinis untuk menyertakan modulator reseptor seperti sphingosine-1-fosfat, inhibitor JAK, anti-integrin leukosit, antibodi monoklonal dan transplantasi mikrobiota feses (4).

Sphingosine 1-fosfat (S1P) adalah molekul pensinyalan lisofosfolipid yang berasal dari membran yang terlibat dalam proses patofisiologis melalui aktivasi ekstraseluler subtipe reseptor S1P yang diekspresikan di permukaan sel (5,6). Modulasi reseptor S1P secara reversibel mengisolasi subset limfosit tertentu dalam kelenjar getah bening, sehingga menghasilkan lebih sedikit sel imun perifer yang tersedia untuk bergerak ke lokasi peradangan, seperti saluran pencernaan pada pasien dengan kolitis ulseratif (7,8).

Velsipity (Etrasimod), modulator reseptor S1P, (obat oral) sekali sehari yang secara selektif mengaktifkan S1P untuk pengobatan penyakit yang dimediasi imun, termasuk kolitis ulseratif. Efek biologis etrasimod menyebabkan sekuestrasi limfosit selektif (pemindahan limfosit sebagai respon terhadap peradangan), reversibel, dan parsial pada kelenjar getah bening, dengan penurunan jumlah limfosit perifer (9).

Etrasimod mencegah limfosit (sejenis sel darah putih) berpindah dari kelenjar getah bening (bagian dari sistem kekebalan tubuh yang mengandung limfosit) ke dalam darah. Ilimfosit ini terlibat dalam respons kekebalan dan peradangan yang terkait dengan perkembangan kolitis ulseratif. Dengan mengurangi jumlah limfosit yang beredar dalam darah di sekitar usus besar, etrasimod membantu mengurangi peradangan usus dan gejala yang terkait dengan penyakit tersebut (2).

Kesimpulan

    Kolitis ulseratif adalah kondisi jangka panjang yang menyebabkan peradangan pada usus besar dan rektum, dengan gejala utama berupa diare berdarah, nyeri perut, dan peningkatan frekuensi tinja. Tingkat keparahan kolitis ulseratif diklasifikasikan menjadi UC-1, UC-2, dan UC-3, berdasarkan seberapa luas peradangan tersebut menyebar di usus. Sphingosine 1-fosfat (S1P) berperan dalam proses peradangan melalui aktivasi reseptor tertentu, dan modulasi reseptor S1P oleh obat Velsipity (etrasimod) dapat mengurangi jumlah limfosit di lokasi peradangan, membantu meredakan gejala kolitis ulseratif dengan mengurangi peradangan pada usus besar.

    Daftar Pustaka

    1. FDA Approved Drug Products: VELSIPITY (Etrasimod) tablets, for oral use. FDA Drug Approval. VELSIPITY. Diakses pada 25 Agustus 2024. https://www.fda.gov/drugs/drug-approvals-and-databases/drug-trials-snapshots-velsipity
    2. Etrasimod approved to treat patients over the age of 16 with ulcerative colitis. Diakses pada 25 Agustus 2024. https://www.gov.uk/government/news/etrasimod-approved-to-treat-patients-over-the-age-of-16-with-ulcerative-colitis–2
    3. Cleaveland Clinic. 11 Mei 2023. Ulcerative Colitis. Diakses pada 26 Agustus 2024. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/10351-ulcerative-colitis
    4. Danese S. New drugs in the ulcerative colitis pipeline: Prometheus unbound. Gastroenterology 2020;158:467–70.
    5. Agrawal M, Kim ES, Colombel JF. JAK inhibitors safety in ulcerative colitis: practical implications. J Crohn’s Colitis 2020; 14 (suppl 2): S755–60
    6. Hla T, Brinkmann V. Sphingosine 1-phosphate (S1P): physiology and the effects of S1P receptor modulation. Neurology 2011; 76 (suppl 3): S3–8
    7. Peyrin-Biroulet L, Christopher R, Behan D, Lassen C. Modulation of sphingosine-1-phosphate in inflammatory bowel disease. Autoimmun Rev 2017; 16: 495–503.
    8. Argollo M, Furfaro F, Gilardi D, et al. Modulation of sphingosine-1- phosphate in ulcerative colitis. Expert Opin Biol Ther 2020; 20: 413–20
    9. Sandborn WJ, Vermeire S, Peyrin-Biroulet L, et al. Etrasimod as in- 8. duction and maintenance therapy for ulcerative colitis [ELEVATE]: two randomised, double-blind, placebo-controlled, phase 3 studies. Lancet 2023;401:1159-71.

    About IKHSAN RAMBIA

    Check Also

    EXXUA, Obat Baru Terapi Gangguan Depresi Mayor Mengandung Giperone

    Majalah Farmasetika – FDA telah memberikan persetujuan terhadap tablet oral extended release dari Fabre-Kramer Pharmaceuticals …

    Tinggalkan Balasan

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses